KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
BERJALAN DENGAN MANTAN ISTRI


__ADS_3

Arga melihat arjoli di tangan kanannya dengan hati yang resah.Mana tidaknya dia resah,sudah berjanji akan bertemu satu jam dari sekarang tapi ini sudah lewat limabelas menit Quen terlambat untuk temu janji mereka bertiga.


"Papa,mami Klis mane?"Tanya Qarin dengan suara cedelnya.


"Sabar ya sayang,mungkin tante Klis lagi terjebak macet."Jawab Arga menenangkan anak kecilnya.


Ting!


Bel dipintu restoran berbunyi menandakan ada tamu yang masuk ke dalam restoran itu.


"Mami!"


Teriak Qarin lalu melompat turun dari tempat duduknya dan berlari-lari bak bebek mengejar mangsanya.Bahkan bokong balita itu turun naik kerana permbawakan tubuhnya yang sedikit gendut.


"Mami!"


Panggil Qarin lalu memeluk kaki jenjang Quen.Mau tak mau Quen membungkukkan tubuhnya untuk menyamakan kedudukannya setara dengan anak kecil itu.


"A.lololo..Udah lama nungguinnya sayang?Maafin tante yah kerana tidak datang tepat waktu.Arin capek yah nungguin tante."Tanya Quen lembut serta penuh perihatin dan cepat-cepat balita itu menggelengkan kepala untuk mengatakan dia tidak menunggu lama.


Quen membawa Qarin ke dalam gendongan.Dari jauh Arga dapat melihat ditangan wanita yang satu lagi terdapat papers bag belanja.


"Maaf tuan Arga kerana sudah membuatkan tuan dan Qarin menunggu lama."Ujar Quen sebaik saja dia dan Qarin menghampiri meja yang sudah ditempah oleh Arga.


"Tidak apa nona Tess,saya mengerti.Bukankah semua wanita itu memang membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap-siap."Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Oh,itu bukan tipe saya tuan.Dalam perjalanan menuju kemari mobil saya mogok.Dan sekarang sudah ada di bengkel mobil.Ini hadiah untuk Arin.Kebetulan tadi saya lewat toko mainan jadi saya pikir ada baiknya membeli sesuatu untuk menyenangkan hati Arin sekaligus sebagai tanda permintaan maaf saya padanya."Terang Quen cepat-cepat kerana dia tidak mahu dicibir orang seperti Arga yang sikapnya tidak bisa ditebak begitu saja.


Mungkin depannya pria itu berkata lain dan dihati dia berkata lain.Oleh itu Quen memilih untuk mengatakan yang sejujurnya agar tidak menerima pemikiran negatif dari pria itu.


Well,kalian juga tahu seorang pembisnis yang sukses setiap jam itu amatlah beharga.Dan setiap detik itu adalah uang dan keuntungan.Untuk soal ini tiada siapa yang bisa berkompromi.Bagi Quen,temu janji seperti ini juga ibarat menghasilkan pendapatan juga.Jika klien tidak puas hati dengan kinerja kita,sudah pasti dia akan diomeli.


Buktinya?Baru saja Quen meminta maaf atas keterlambatannya,Arga sudah menyimpulkan bahawa Quen seperti wanita umumnya yang membutuhkan extra waktu untuk berdandan.Tahukah dia, kata-katanya ini seakan-akan menyindir Quen.


"Dasar hati batu."Umpat Quen kesal didalam hati.


"Oh,saya maklum nona.Silahkan duduk.Dan terima kasih untuk hadiahnya."Jawab Arga sopan dan hanya mendapat anggukan singkat dari Quen.


"Emm.."Quen hanya berguman singkat mengiakan ajakan Arga.


"Pesanlah apa-apa yang bersesuaian dengan selera nona."Tawar Arga lalu memberi buku menu kepada Quen.


"Dia semakin cantik,patutlah aku tidak dapat mengenalinya meskipun pada pandangan pertama.Dia sudah menjadi lebih dewasa dan penuh perhatian.Andai dulu.."


Arga sempat bermonolog di dalam hatinya disaat dia mencuri-curi menatap dan melihat keakraban Qarin dengan Quen.Dalam hatinya dia mengucapkan syukur kerana diberi peluang untuk bertemu kembali meskipun dalam keadaan yang tidak dijangkakan.


"Tuan,tuan kamu pesan apa?Tuh,ditanya sama pramusaji."Kata Quen yang lalu menyentuh tangan Arga dengan daftar menunya yang masih ditangannya.


"Oh!ya,ya.Maaf saya tidak mendengarkannya anda tadi."Jawab Arga cepat dengan keadaan sedikit canggung.


Quen mengintai kelakuan canggung Arga di balik ekor matanya.Dalam diam juga dia sempat merutuki sosok pria di seberang mejanya ini kerana terlalu terbawa suasana.Pasti Arga sudah menebak siapa dirinya.Kerana itulah dia tidak bersikap seperti biasa.

__ADS_1


"Nona Tess sudah pesan?Arin kamu juga sudah?"Tanya Arga kepada dua wanita berlainan generasi ini.


"Dah,papa."Jawab Qarin dengan penuh antusias dan Quen seperti biasa hanya Gumanan suara mewakili penyataan dirinya.


"Duh,malah canggung lagi nih!"Umpat Arga seakan-akan kesal kerana diacuhkan oleh Quen.


"Jadi seperti ini rasanya diabaikan oleh seseorang.Rasanya tidak dihargai sama sekali.Seperti aku berada di dunia asing."Guman Arga di dalam hati.


Mana tidaknya dia seperti diabaikan.Satu pertanyaan hanya dijawab seadanya oleh Quen.Sejak mereka ketemu,makan bersama dan jalan bersama wanita itu hanya mengacuhkannya saja.Tiada obrolan yang menarik dilontarkan mahupun ditanyakan oleh Quen.Semua perhatian tersita oleh balita yang ada digendongan Quen.


"Cih,dasar anak manja."Umpat Arga meluapkan rasa kesal dengan meramas kaleng minuman yang sudah tandas diminumnya.Dan tanpa sadar bucu kaleng minuman yang tajam itu telah melukai tangannya sendiri saking kesalnya sama anak sendiri.


"Arin sudah capek?"Tanya Quen setelah seharian mereka berjalan-jalan di pelbagai tempat yang diingini oleh Qarin.


"Capek mi."Jawab Qarin dengan suara yang kedengaran lelah.


Arga mengambil tempat duduk di kerusi taman tanpa memperdulikan Qarin dan Quen.Dia seakan-akan tahu bahawa Quen sedang membalas dendam terhadapnya.Lalu mengapa dia tidak terima jika diperlakukan seperti itu oleh Quen.Bukankah dendam ini juga belum seberapa.


""Arin disini dulu yah sama papa,tante mau kesana sebentar."Kata Quen menundingkan tanganya kearah toko serbaneka yang tidak jauh tempat dimana mereka duduk.


Sepuluh menit kemudian,Quen datang lagi dengan barang belanjanya.Disaat sudah sampai ditempat dua beranak itu menunggu dirinya,tanpa mengulur waktu dia mengeluarkan sebotol cairan ubat pembasmi kuman dan disapukan keatas kapas.


Arga yang melihat hal ini turut bengong sesaat.


"Siapa yang terluka?"Bisiknya di dalam hati tanpa mengalihkan tatapannya pada wajah cantik bermata biru safir milik wanita yang sudah berdiri dihadapannya.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung..


__ADS_2