KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
ADAKAH DIA MANTAN ISTRIKU?


__ADS_3

Arga merenung langit kamarnya dengan perasaan berkecamuk.Mana tidaknya nama yang begitu angker dari masa lalunya tiba-tiba timbul kembali.Setelah dua tahun,nama itu kedengaran sekali lagi di indera pendengarannya.


QUEN


Panggilan khusus buat mantan istri yang pernah dijodohin oleh mamanya lima tahun dahulu.Namun adakah dia orangnya?Wanita yang pernah dijodohkan oleh mamanya satu masa dulu.Wanita yang tidak pernah dianggapnya.Wanita yang disia-siakan begitu saja tanpa memberi sedikit celah pun untuk memperbaiki hubungan antara mereka.


Jika mengenangkan kisah masa lalu, seandainya istrinya itu masih ada,mungkin sekarang dia sudah belajar menerima wanita.Tetapi semua itu adalah 'SEANDAINYA'.Apakah dia bisa menerima wanita lain dalam hidupnya sedangkan waktu itu dia juga masih menjalinkan hubungan dengan pacarnya.


"Ya,kamu ngapain di kamar Qarin?"Satu suara yang lembut menerpa daun telinganya.Siapa lagi jika bukan sang mama.


"Mah.Arga mau disini sebentar mah."Jawabnya diiringi dengan helaan yang berat terhembus dari rongga dadanya.


"Lagi ada apa heum?Sedang ada pikiran yah.Coba katakan?"Desak Nyonya Aldeberght namun ada ketegasan disebalik suaranya yang lembut itu.Suara yang berjaya meluluhkan hatinya untuk berkata jujur meskipun dirinya menolak untuk menceritakan hal sebenar.


"Arga gak banyak pikiran mah.Hanya.."

__ADS_1


"Hanya mengkhawatirkan akan Qarin?Gitu!Ga,mamah gak marah jika kamu tidak mau menikah lagi,tapi Qarin itu masih kecil.Dan dia butuh sosok seorang ibu dalam hidupnya.Qarin masih lagi balita yang perlu kasih sayang yang lengkap dari orang tuanya.Semakin dia tumbuh membesar ini semua berpengaruh akan psikologis anak kamu.Apa kamu mau,Qarin tumbuh menjadi anak yang pendiam dan memendam rasa seorang diri?"


Suara pujukan serta nasehat dari sang mama di dengarkan olehnya dengan saksama.


"Arga harus lakuin apa mah.Mama tau,Viona bakal ga mau kembali kepada Qarin.Kan udah jelas dia mengejar karirnya ketimbang mengurus anaknya sendiri.Apa lagi jengukin Qarin jika punya waktu."Kata Arga dengan suara yang berat.


Jika dia bisa memilih membenci wanita itu dia akan lakukannya.Namun dia tetap tidak bisa lakukannya kerana dia sadar Viona juga ibu kandung Qarin.Meskipun dia punya hak untuk melarang Viona daripada jengukin Qarin,sekeras apa pun dia menolak,tidak dipungkiri bahawa wanita yang pernah mengkhianatinya itu merupakan ibu yang pernah melahirkan buah hati mereka.Terlebih lagi wanita itu menolak keras untuk ikatan perkahwinan.


"Jika wanita itu yang kamu maksudkan,mendingan kamu biarin mama saja ngirusin Qarin.Terserah kamu untuk ngapain."Tegas sang mama.


"Lalu aku harus seperti apa mah?"Ujar Arga seakan-akan sudah putus asa dengan pikirannya.Setelah ditinggalkan istri dan sang kekasih,pria itu sudah terlalu banyak mengalah demi sang putri.Bahkan dia sudah jauh berubah dari mula-mula dia pacaran sama Viona.


Mungkin dia tidak mahu punya suami yang seb******k dan ba****an seperti dirinya.Istri mana yang tahan dan terima jika suami yang membawa kekasih dan bermesra di rumah milik mereka.Bahkan membawa kekasih tidur dan naik ke ranjang seolah-olah status kekasih itu lebih jelas dari status yang bergelar istri.


Arga selalu mengancamnya jika dia melaporkan hal itu kepada orang tua Arga dengan menceraikannya.Antara mereka tidak pernah punya perjanjian apa-apa setelah menikah kerna Arga pikir Quen seorang wanita yang licik hanya memanfaatkan harta Aldeberght saja.

__ADS_1


Apa yang telah direncanakan oleh wanita yang menjadi istrinya itu sehingga menerima perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya.Yang menjadi tanda tanya,mengapa harus dia pergi setelah tiga tahun.Dia bisa pergi setelah setahun kerana sikapnya yang tidak pernah baik kepada Isterinya yang disapa nama Quen itu.


Wanita mana yang betah hidup satu atap dengan suami b*****k seperti dirinya.Lebih-lebih lagi suami yang sentiasa bergelumang dalam dosa yang dia sendiri ciptakan.Menyakiti hati serta batiniah sang istri tanpa memberi jeda sedikitpun untuk hubungan mereka.Siapa yang sanggup bertahan begitu lama setelah banyak pengkhianatan yang di campakkan kepada Quen.


"Ga,mama gak nyalahin kamu untuk lima tahun lalu.Mama tau mama salah kerna memaksa Arga menerima Quen menjadi istri kamu.Tapi jujur saja,hanya Quen yang layak buat kamu.Mama udah pilih yang terbaik buat kami.Tapi Kerna kamu gak suka yah,mama mau apa lagi.Toh kebahagian kamu juga perlu kamu sendiri yang cari.Dulu mama sudah kasi jalan buat kamu,namun kamu juga yang akhirnya menolak dia."Ujar Nyonya Aldeberght lembut.Ada sedikit kekecewaan yang diluahkan di akhir nada suaranya kepada Arga.


"Enak aja nyalahin orang.Yang ninggalin Arga siapa coba.Bahkan pergi tepat diulangtahun lagi."Cerca Arga tidak mahu mengakui kesalahannya sendiri.


"Nggak mau ngaku sendiri yang salah,malah nyalahin orang lain.Yang gak peduli sama istri itu siapa?"Tukas nyonya Aldeberght sambil menjewer telinga sang anak.


"Apa kau tahu mengapa dia pergi setelah tiga tahun?"Kata Nyonya Aldeberght setelah menjeda ucapannya sesaat.Ada helaan berat terhembus dari rongga dadanya.Mungkin ini waktunya dia mengatakan hal sebenarnya kepada Arga.


Arga bungkam akan pertanyaan dari mamanya.Inilah yang mahu dia cari,apakah sebabnya Quen pergi tanpa pamit.


"Quen pergi kerna mama.Mamalah membenarkannya pergi setelah 3tahun kesepakatan kami.Dia berjanji akan memberi keturunan Aldeberght.Jika tiada waris dari dia,dia berhak pergi untuk mengejar kebahagiannya sendiri."

__ADS_1


"A..apa mah?"


❤️❤️❤️❤️ Bersambung..


__ADS_2