KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
ERANGAN YANG MEMBAWA KESALAHPAHAMAN


__ADS_3

Pagi yang indah itu,Quen masih lagi tertidur pulas di aras ranjang yang sama dengan Arga kerana kelelahan akibat digempur hebat oleh Arga semalaman.Malam pertama yang terlewatkan untuk pengantin lama seperti mereka.


Malam pertama setelah menikah selama lima tahun?Begitu konyol sekali.Hanya orang sinting aja yang ngelakuin apa yang mereka lakukan.Bahkan ada yang melakukan malam pertama sebelum hari pernikahan digelar.Sedangkan mereka?ck!ck!ck!


Pagi yang dingin itu,baik Arga mahupun Quen, kedua-dua manusia berlawanan jantina ini sama-sama berbagi kehangatan dengan pelukan skin to skin tanpa busana di bawah selimut yang sama.Begitu hangat sekali.Malah Arga tidak tinggal diam, bahkan tangannya bergelinyar merambat kemana-mana bahagiaan tubuh Quen di balik selimut sana.


"Arga! singkirkan tangan ku itu.Dasar me***m."Desis Quen lalu memukul tangan Arga yang begitu nakal bermain-main di gunung kembar miliknya.


"Sayang,please.Satu ronde lagi."Bisiknya secara sensual di telinga Quen sehingga membuatkan bulu kuduk wanita merinding geli.


"Aku lelah.Aku mau rehat."Jawabnya singkat.


Namun Arga semakin gencar menggoda tubuh wanitanya sehingga badan Quen merespond dengan agak baik sekali.


"You see!Bibirmu berkata lain,tapi tubuhmu terlebih jujur dari apa yang kau maukan."Bisiknya di telinga Quen sambil meniupkan napas hangatnya disana, menggigitnya pelan-pelan dan mej****ti telinga wanita sehingga Quen mende***h tidak karuan.


Wajah Quen merona merah disaat mendengar kata-kata vulgar dari Arga.Sebesar itukah hasrat seorang pria jika sudah terlalu lama memendam rasa di dalam diri mereka.Belum sempat Quen berpikiran jauh,bibirnya kini telah menjadi santapan awal pagi oleh Arga.


Sekali lagi Quen hanyut dalam permainan yang melelahkan dari Arga namun yang pasti amat menyenangkan bagi kedua-duanya.Pertempuran itu akhirnya berakhir setelah kedua-duanya merasa puas dan tertuntaskan.


"Ga, menyingkirkan dari ku.Kau dasar cabul."Umpat Quen yang benar-benar kelelahan akibat ulah Arga.


"Bibirmu terasa manis sayang.Aku amat menyukai kata-kata mu.Bibir berkata lain,namun hati berbicara lain."Ujar Arga lalu mengucup puncak kepala istrinya lebih lama.


Arga melepaskan pelukannya pada tubuh Quen dan mencari sesuatu di dalam laci nakas disamping tempat dia tidur.


"Hulurkan tanganmu."Pinta Arga.

__ADS_1


Meskipun alis Quen bertaut,dia tetap memberikan salah satu daripada tangannya kepada Arga.Tanpa banyak bicara,Arga lalu mengeluarkan isi di dalam kotak beludru bewarna biru dan memakaikannya ke tangan Quen.


"Ah!Ga ini tidak muat.Ini sempit."Pekik Quen tanpa sadar.


"Maaf,maaf!Aku akan pelan-pelan masukannya."Ujar Arga cemas.


"Ah,ah!Arga stop.Ini benar-benar sakit sekali.Cepat singkirkan iyanya dari tanganku."Ujar Quen yang kini wajahnya sudah merigis menahan sakit.


"Ya,ya.Aku tau kok.Kok ukurannya kecil.Seingat aku,aku sudah tau ukurannya seperti apa.Mana mungkin salah."Ujar Arga cemberut.


"Apa yang salah?Nah,kau lihat ini."Quen menunjukkan jari manisnya di hadapan wajah Arga.


"Yang ini saja sudah besar.Mana mungkin dapat dipakaikan pada benda yang kecil dan bukan ukuran ku jika seperti ini."Seru Quen lagi.


"Isk!isk!isk!Ini sakit sekali tau gak,Ga."Rigis Quen sambil meneteskan air matanya.Cincin permata yang melingkar indah di jari manis Quen tidak muat dijarinya tapi malah dipaksa masuki oleh Arga sehingga dalam sekejap mata jari manisnya merah dan mulai membengkak.


Wajah wanita paruh baya itu tidak henti-hentinya tersenyum disaat dia membayangkan ada bayi kecil yang akan diasuhnya nanti.


"Nyonya muda,tuan muda.Ayo,semangat bikin dedeknya yah?"Seru bi Som didalam hati.


Dia kembali turun ke lantai dasar untuk membuat jamu memulihkan tenaga untuk kedua-dua majikannya dengan antusias.Dia memberi ruang kepada Quen dan Arga untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan panas mereka.Apa lagi saat ini kedua-dua mereka sudah terlihat akur dan aman.Berita yang amat mengejutkan dan juga baik buat seisi kediaman Aldeberght nanti.


"Bi,Arga dan Quen apa sudah pergi ke kantor?"Tanya nyonya Aldeberght sebaik saja meletakkan barang belanja dapur diatas meja.


"Belum nya.Mobil mereka juga masih di garasi sana,atuh."Jawab bi Som sambil tersenyum senyam.


"Aneh,masa waktu begini belum juga bangun.Bibi Som juga terlihat aneh pagi ini."Bisik nyonya Aldeberght lagi lalu memasukkan barang-barang seger kedalam kulkas.

__ADS_1


"Bi masak apa nih."Tanya nyonya Aldeberght kepada bi Som yang masih sibuk menyediakan jamu buat Arga dan Quen.


"Jamu kesehatan buat tuan muda dan nyonya muda."Ujar bi som lagi.


"A..apa bi.Emangnya..mereka.."nyonya Aldeberght menghentikan ucapannya.Mengerti akan arah tujuan bi Som,lantas wanita paruh baya itu menutup bibirnya dengan salah satu tangannya menatap bi Som tidak percaya.


"Apa benar mereka sudah..."


"Jangan bicara keras-kerasnya.Kerana itu mereka bangun kesiangan."Bisik bi Som yang mulai bergosip dengan nyonya Aldeberght.


"Mudah-mudahan ya bi."Kata Nyonya Aldeberght dengan binar bahagia di wajahnya.


"Ya,nya.mudah- mudahan mereka sentiasa bahagia dan saling akur sama satu yang lain dan semoga dedeknya cepat ada."Timpali wanita paruh baya itu lagi.


❤️❤️❤️Hi!reader semua.Jangan lupa kasi dukungan buat karya author ya.


❤️♥️♥️♥️Jangan lupa ketik


♥️♥️♥️♥️masukkan ke rak buku


♥️♥️♥️Like-👍


♥️♥️Vote


♥️ Komentar


♥️♥️♥️♥️Daaa.. bersambung..

__ADS_1


__ADS_2