
"Selamat pagi bi,pak Billy."Ucap Arga dengan senyum sumrigahnya.Mood yang amat langka yang tidak pernah dilihat oleh para pembantu di villa ini sejak mereka bekerja dengan pria tampan itu.
"Selamat pagi tuan muda."Sahut Ni som dan Pak Billy serempak.
"Tumben,tuan bangun pagi sekali.Semalam mimpi apa tuan?"Ledek bi Som.
Namun orang yang ditanyainya itu hanya terlihat senyum senyam saja tanpa menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu.
"Bi,panggilkan nyonya muda untuk sarapan pagi."Titah Arga dengan wajah yang merona merah.Jelas diwajahnya tampak kebahagiaan yang membucah didada.
"Apa dia tuan?Nyonya muda?Tuan sudah menikah lagi.Kapan?Kok kita gak tau?"Ejek Bi Som dengan sengaja.
Yang diajukan pertanyaan malah semakin tersenyum.Apa yang dia tidak tahu soal semalam.Bahkan dia amat mengenali sosok wanita yang dibawa paksa oleh Arga semalam kembali pulang kerumahnya.
Wanita yang pernah dinikahi oleh tuan muda mereka lima tahun lalu.Status yang digantung begitu saja tanpa mengingini Quen dan juga pernikahan mereka.Wanita yang sering diabaikan oleh tuan muda mereka kerana wanita lain yang sudah menduduki hati tuan muda mereka.
Dan sekarang,tuan muda mereka menemukan kembali istri yang tidak pernah diingini kembali sekali lagi kerumah ini secara paksa.
Entah karma apa yang pernah dilakukan oleh Quen di masa lalu sehingga menerima nasib malang bertemu kembali dengan Arga dalam keadaan yang sukar untuk ditebak.
"Tunggu dulu bi.Gak usah ke kamar nyonya muda.Kamu siapin makanan kesukaannya saja.Dan kamu, panggilkan nyonya muda untuk sarapan pagi."Titahnya kepada salah seorang pembantu di rumahnya.
"Baik tuan muda."Jawabnya dengan sopan.
__ADS_1
Bi Som menyediakan sarapan kesukaan Quen.Di masih ingat setiap makanan apa yang disukai majikannya itu satu masa dulu.Tak urung juga dia tidak henti-henti tersenyum setelah mendapati nyonya mereka kembali lagi ke villa yang sudah lama sepi ini.
"Cih,nyonya muda katanya?Apa otaknya sudah terbentur dimana-mana sehingga tanpa sungkan memanggil nona Quen dengan panggilan nyonya muda."Cibir bi Som dalam diam.
"Bahkan dulu,nona Quen yang selalu berkorban.Dimana mata dan hatinya terdahulu.Malah sekarang,nona udah cantek,pinter eh,dibawa pulang seenaknya."Gerutu wanita paruh baya itu lagi.
"Bi, pagi-pagi mengomel apa sih."Sapa salah seorang pembantu dapur.
"Gak da papa.Udah,bawa sarapan pagi nyonya muda kedepan.Sebentar lagi dia turun sarapan bersama."Titah bi Som.
"Nyonya muda bi.Apa tuan muda udah menikah lagi?Kapan?Gimana orangnya.Cakep gak?"Tanya pembantu dapur itu kepo kepada bi Som.
"Gak nikah.Orangnya diculik sama tuan muda.Udah,kedepan sono."Ujar bi Som lagi.
"Sayang,gimana tidur semalam.Nyenyak tidak?"Tanya Arga dengan senyuman yang tidak pernah lekang dibibirnya.
"Kepo."Jawab Quen dengan sekenanya dan lalu meraih secangkir susu hangat dan menyeruputnya pelan-pelan.Bahkan ekspresi wajahnya sukar untuk dibaca.Senyum pun tidak kepada lawan bicaranya itu.
"Quen,yuk kita jalan-jalan."Ajak Arga masih dengan senyuman cengirnya.
"Males,aku mau pulang."Jawabnya Quen sambil menggigit selai roti kacang kedalam mulut.
"Loh,ngapain pulang.Rumah ini juga rumah kamu.Atau kita ke rumah mami aja.Pasti dia seneng banget dapet ketemu sama kamu lagi.Kamu kan menantu kesayangan mami."Ujarnya lagi.
__ADS_1
"Kamu mau ngeledek aku yah."Quen menatap tajam kearah Arga.Hatinya menjadi panas.Bahkan wajahnya sudah memerah menahan amarah.
"Bi,kosongkan semua pakaian saya di dalam lemari.Saya tidak mahu ada sehelai pun pakaian ada disana.Dan kamu,tuan muda Arga terhormat.Sekarang tiada lagi alasan untuk aku kembali lagi kerana semua pakaian ku tiada lagi disini.Jadi jangan coba mengatur-ngatur aku."Bentak Quen lagi.
"Jika boleh,secepatnya bi yah.Kosongkan semua isi kamarnya."
"Dan sayang,apa kita perlu shopping hari ini.Kayaknya ide kamu mengosongkan isi kamar ternyata bagus juga.Jadi kita punya kesempatan untuk belanja sepuas-puasnya hari ini.Wah,kayaknya seru kan bi."Kata Arga lalu tertawa keras disaat melihat wajah sanggar Quen.
"Bi,aku udah selesai.Gak usah bongkar isi kamarnya.Aku mahu bongkar isi kamar tuan muda kamu."Pekik Quen dengan napas yang sudah ngos-ngosan menahan amarahnya kepada Arga.
"Hahaha!"
Arga tertawa lantang.Dia begitu senang menjaili Quen di pagi ini.Wajah wanita yang tidak pernah dia lihat dan diteliti setiap inci sejak dulu itu ternyata amat menyenangkan dirinya.Apa lagi wajahnya yang sedang marah itu,begitu imut dimata Arga.
Nampaknya Arga punya mainan baru dirumah yang amat menyenangkan hatinya iaitu mengusik ketenangan Quen.
"Sayang, hati-hati bongkar isi kamarku yah.Jangan sampai terluka."Teriak Arga dari ruang makan sambil tertawa senang.
"Arga!"Pekik Quen dari lantai atas.
"Love you sayang."Teriak Arga dengan tawa yang masih tersisa kedengaran di kuping Quen.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...
__ADS_1