KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
RASA ITU


__ADS_3

Setelah berkenalan singkat dengan keluarga Christian,Quen dengan Christian lalu berjalan-jakan di sekitar mansion Christian.Hawa malam terasa dingin menembusi kulit nipis Quen yang berbalut dress berbahan lembut selutut.


"Apa kamu kedinginan?"Tanya Christian setelah menyadari Quen memeluk tubuhnya sendiri.


"Sedikit."Jawabnya singkat.Jika dia tahu pesta ulangtahun keponakan Christian ternyata diadakan di suka luar mansion,sudah pasti dia mengenakan dress yang sedikit tertutup dibahagian lengan serta pundaknya.Dia menyesali apa yang dia telah kenakan sekarang ini.


"Nah,agar tidak kedinginan."Ujar Christian singkat lalu memberikan jasa mahalnya lalu mengenakannya di tubuh Quen untuk menutupi pundak wanita yang sedikit terekpose itu layaknya seorang gentleman.


"Makasih."Guman Quen lalu tersenyum singkat.


Diwaktu yang bersamaan,seorang wanita paruh baya berjalan mendekati mereka sambil mengendong balita diperkirakan mencecah dua tahun.


"Hai!Qarin sayang.Mau sama Om?"


Pria disamping Quen itu lalu mengambil bayi kecil itu kedakapannya setelah menerima kode dari anak kecil itu.Quen yang melihat ikatan yang akrab ini turut merasa kehangatan sebuah perhubungan.Seandainya waktu dia bisa merasakan semua ini, alangkah bahagianya hidupnya kini.


Tanpa sadar,dia mengeluh dalam diam.Begitu irinya dia terhadap pria disampingnya ini bahkan bayi kecil juga menyukai pria tampan itu.Jika dulu dia berpeluang untuk merasakan semua kehangatan ini,sudah pasti dia memilih untuk tinggal.Namun usahanya ternyata sia-sia,bukan bahagia yang dia cipta tapi neraka yang dia terima.


"ma..ma..ma.."


Celoteh bayi usia dua tahun itu kedengaran menggemaskan sehingga Quen tidak bisa menahan diri untuk memegang tangan balita perempuan itu.


"ma...ma...ma.."


Rengekan balita itu kedengaran sekali lagi.Bahkan pelukan dari Christian melonggar disaat balita perempuan itu mencoba melepaskan diri dari Christian dan mencoba meresek masuk ke dakapan Quen.

__ADS_1


"Sayang!"


Lirih Christian dengan mata yang membulat lebar kerana Qarin tidak takut sama sekali dengan wanita yang baru dikenalinya.Bahkan anak kecil itu merangkul erat leher Quen sehingga wanita itu hampir saja kewalahan mengimbangi postur tubuhnya yang


hampir tumbang kerna pelukkan kencang Qarin di lehernya.


"Emangnya knapa?"Tanya Quen penasaran sambil menarik satu alis keningnya terangkat sama seiring dengan pertanyaannya.


"Dari apa yang satu tahu,Qarin tidak menyukai ramai orang.Apa lagi dengan orang yang baru dikenalinya.Tapi kayaknya kamu dikecualikan dari daftar itu.Anak ini amat menyukai kamu."Ucap Christian dengan senyuman sumrigahnya.


"Oh,begitu ya."Quen bercanda dengan balita itu bareng sebentar.Kedengaran tawa Qarin terkekeh renyah kerna gurauannya.


"Aku penasaran,siapa sih orang tuanya.Pasti orang tuanya tampang yang cantik dan tampan.Ngelihat anak kecil ini aja udah imut.Aduh,kepengen lagi saya,punya baby kayak gini."Ucap Quen tanpa menyadari ayat terakhir yang disebut olehnya sendiri saking senengnya dia bercanda kecil dengan Qarin.


"Ehemm..oh itu..Umm..gak papa.Lupakan aja."Jawab Quen dengan canggung setelah menyadari dia telah mengucapkan sesuatu yang boleh mengundang seseorang salah paham.


Di tempat yang sama namun berbeda kedudukannya,sepasang mata coklat gelap menatap intens kearah sosok wanita yang mesra sambil mengendong sorang balita kecil perempuan.Apa lagi bayi kecil itu sedikit pun tidak takut akan wanita yang baru dikenali olehnya.Pemandangan ini tidak harus disia-siakan.Pria itu melihat kemesraan sang anak dengan wanita yang baru dikenalinya beberapa waktu lalu turut merasa senang dengan apa yang dia lihat kini.


"Ga,kamu ngelihat apa tuh."Tanya Nyonya Aldeberght setelah menyadari Arga tersenyum sendiri.


"Tuh mah,Qarin.Kalau Arga ingat Qarin tidak menyukai orang luar.Tapi mengapa dia mudah mesra dengan wanita disamping Christian."Ucap Arga dengan wajah yang diselimuti kegembiraan.


"Wanita mana?"Nyonya Aldeberght tercari-cari kedudukan wanita mana yang dimaksudkan oleh Arga.Kemudian dia menangkap sosok Quen sedang mengendong Qarin.Pemandangan ini tidak luput dari tatapan seorang nyonya Aldeberght,apa lagi orang itu adalah Quen.Mantan menantu kesayangannya sejak dulu lagi.Hanya saja mata Arga itu sudah buta kerna Viona,si rubah betina hanya meninggalkan anak demi mengejar kerjayanya saja.


"Wanita itulah yang mama bilang waktu di mall siang tadi.Wanita yang nemenin Chris berbelanja.Ngelihat gak wajahnya.Cantek bukan?Mana baik lagi.Kayaknya Qarin juga menyukai wanita itu."Bela Nyonya Aldeberght.

__ADS_1


Perlahan-lahan ada senyuman samar-samar tersuging di bibir pria tampan itu.Dia amat menyukai pemandangan yang sedang dia nikmati kini.Hanya saja wanita itu tidak terjangkau olehnya.


"Ati mah.Kita kesana."Ajak Arga kepada Nyonya Aldeberght.


"Bagus,ini kesempatan yang bagus untuk aku mendekatin mereka kembali."Guman nyonya Aldeberght di dalam hati.


Sementara dimana Chris dan Quen berada,anak kecil itu masih lagi betah di dalam gendongan Quen.Bahkan Chris mahu mengendongnya kembali khawatir jika Quen kelelahan kerna sadari dari tadi telah mengendong anak kecil itu terlalu lama.


"Gak papa kok.Ini,anaknya siapa sih?Gemesin banget saya lihat."Ujar Quen lalu mencubit pipi gembul balita perempuan itu dengan kekehannya.


"Anak Arga."Jawabnya Christian singkat.


Dua patah perkataan ini mendadak membuatkan Qarin membeku ditampar.Bahkan raut wajahnya kembali datar seperti kali pertama dia tiba di mansion ini.Sungguh dia tidak menyangka bahawa akhirnya setelah dia pergi Arga benar-benar menempatkan Viona di dalam hatinya.Bahkan mereka sudah memiliki anak yang seimut Qarin.


"Kok diem."Tanya Christian setelah menyadari perubahan sikap Quen tiba-tiba menjadi pendiam.


"Sayang,ngapain sama tante.Ayo kesini."


Kedengaran bariton dalam nan lembut begitu menusuk daun telinga Quen.Suara yang sama diingati olehnya seperti waktu-waktu lalu.Irama dalam yang sentiasa menjadi mimpi buruknya dimasa lalu.Bahkan setelah dua tahun,ianya masih lagi tetap sama.


"Chris,udah malem banget nih.Aku permisi dulu yah.Nyonya,tuan.Saya permisi dulu.Maaf,gak bisa ikut acaranya sampei selesai."Pamit Quen sopan.


Quen lalu meninggalkan mereka setelah pamit dengan pemilik acara.Agak kurang sopan jika pergi begitu saja.


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2