KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
KEDIAMAN SMITH


__ADS_3

Satu jam dalam perjalanan,barulah mobil yang dikendarai oleh Arga tuna di perkarangan mansion yang megah dan mewah.Mansion yang begitu luas serta pembinaannya begitu cantik,elegan dan juga ada sedikit designnya mewakili seni dari jaman raja disilam dulu-dulu.Bahkan Arga sendiri juga turut terkagum-kagum dengan pembinaan bangunan mansion ini.


"Sayang,apa keluargamu terlahir dari keluarga bangsawan jaman silam?"Bisik Arga yang kecepelosan.


"Jika iya, kenapa?"Sindir Quen sambil mengerling tajam Arga dengan ekor matanya.


Quen sudah menebak apa yang Arga katakan setelah dia melihat mansion Smith dengan mata kepalanya sendiri.Apa lagi potret moyang mereka yang tergantung di tembok dengan pakaian kerajaan jaman silam dulu kala.Jadi sekarang Quen merasa menang.Arga tidak akan bisa menindasnya lagi.Apa lagi dia sudah mengetahui jati diri Quen.


Cuma terlahir dari golongan bangsawan itu,Quen cuma mengarang cerita untuk mengerjai Arga.Siapa yang memberinya keberanian untuk membully Quen dimasa lalu hanya kerana dia pernah menjadi pembantu rumah tangga daripada keluarga konglomerat.


"Sepertinya mas sudah melakukan kesalahan yang besar dengan kerabat bangsawan."Lirihnya dengan raut wajah yang benar-benar bersalah.


"Tuan muda Arga,silahkan masuk."Pelawa Samuel dengan sopan.


"Er..tuan Samuel,anda bisa memanggil saya Arga saja.Lagian kita juga keluarga."Pinta Arga tak kalah sopannya.


"Jika anda sudah mengatakan kita adalah adalah keluarga,jadi saya tidak akan sungkan lagi.Panggil saja saya paman Sam."Ujar Samuel lagi.


"Baiklah paman Sam."Jawab Arga lalu disambut dengan tawa renyah oleh pria paruh baya itu.


Setelah makan siang,mereka mengobrol santai di ruang keluarga.


"Paman,dimana yang lain."Tanya Quen.


"Oh,mereka ada hal masing-masing.Ada juga yang pergi liburan.Ada yang pergi sport dan shopping.Ada juga yang bertemu untuk arisan dan macam-macam lagilah.Kau tau juga ahli keluarga kita tidak pernah ada yang jenuh di rumah."Ujar Samuel sambil menggedik bahunya acuh tak acuh.


Jelas sekali dia tidak mempermasalah kegiatan ahli keluarga asalkan tidak memberi citra buruk kepada keluarga Smith.

__ADS_1


"Sayang,naiklah istirehat di kamar kamu.Paman sudah menyuruh art kemas-kemas kamar kamu.Ajakin Arga untuk istirehat.Makan malam nanti,nanti paman kasi tau ke art untuk panggil kalian."Ujar Samuel lagi.


"Baiklah paman."Jawab Quen sopan dan bangun dari tempat duduknya.


"Mas,ayo."Ajak Quen.


"Paman,kita permisi dulu."Ijin Arga sopan kepada Samuel.


"Ya,silahkan.Senang-senangkan diri kalian berdua."Ujar Samuel lagi.


"Tuan Arga itu,orang yang rendah diri kan Pah.Dan,tidak menyangka jika Quen menikah dengan seseorang yang berkuasa seperti itu.Dan,jadi iri sama Quen."Ucap Danvern sambil menghela nafas panjang.


"Pletok!"


"Pah!"Rigis Danvern saat satu jitakkan hinggap di dahinya.


"Siapa juga yang belok.Orangnya juga normal kok.Dan masih lagi waras pah.Ngapain juga Dan,suka sama batang.Dan,itu hanya mengkagumi tuan Arga.Cuma itu saja kok.Soal wanita itu,bukan tidak ada,cuma belum ada yang cocok."Sentak Dan sambil mengusap dahinya.


"Tuh,tuh,bibirnya gak ada saringan.Selalu aja seenaknya bicara.Awas kamu jika kamu belok.Jika tidak siap-siap saja kau aku depak dari keluarga ini tanpa sepeser uang pun."Ancam Samuel lagi dan hanya mendapat delikkan mata dari Danvern yang jengah dengan sikap sang papa yang menurutnya agak kuno soal pertemanan.


*****


"Sayang,ini kamar mu?"Tanya Arga dan mendapat anggukan kepala dari Quen.


Wanita itu menuju pintu berdekatan dengan balkon.Serta merta udara seger menerobos masuk ke kamarnya.Udara dingin dan nyaman meskipun matahari sudah tegak diatas langit.


"Kamar mu tidak jauh berbeda dari kamar kamu yang sebelumnya,cuma kamar ini lebih luas dan lebih lagi menarik."Puji Arga.

__ADS_1


"Pa kamu sendiri yang mengatur ulangnya?"Tanya Arga lagi.Sekali lagi wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Loh,ada apa sayang?Kok diem aja?Apa ada sesuatu yang mengusik hati kamu?"Lagi-lagi Arga bertanya.


"Tidak apa-apa.Hanya saja sudah lama aku tidak menginjakkan kakiku ke kamar ini lagi.Serasa seperti mimpi.Semuanya masih tetap utuh sejak kali terakhir aku pergi."Terang Quen lagi.


"Aku benar-benar merindui kamarku,merindui apa yang ada disekitarku apalagi merindukan orang tuaku."Lirihnya diakhir ucapannya sendiri.Tidak terasa air matanya sekali lagi mengalir ke pipi.


Dia mudah perasa sejak masuk kedalam kamar ini.Disinilah semua kenangan yang iya ciptakan bersama-sama orang tuanya.Kamar inilah kali pertama dia dan orang tuanya mulai mengasah bakat terpendam Quen untuk menjadi interior designer berbakat.Malah kini hasrat kedua-dua orang tuanya sudah tercapai.


"Sayang,menagislah jika kau mau menagis.Ingat,ada aku sekarang disamping kamu.Jangan pernah mengkhawatirkan hal yang lainnya."Pujuk Arga menenangkan istrinya.


"Pemandangan dari sini teligat begitu cantik.Apa lagi kedudukan yang tinggi seperti ini langsung dapat melihat keindah alam,gunung ganang serta lautan yang jauh nun disana."Puji Arga sekali lagi.


"Jika ada istri cantik,berbakat,kaya dan mempesona seperti bukankah pemandangan ituenjadi lebih indah disaat dinikmati berdua.Kesempatan seperti ini tidak harus menyia-nyiakan anugerah yang ada."Ucap Arga lalu mencium bibir Quen sekilas.


"Dasar menggombal."Ucap Quen lalu memukul dada Arga pelan dan disambut dengan kekehan oleh pria itu yang suka menggoda wanitanya sendiri tanpa pernah rasa bosan.


Setelah banyak badai yang menerjah kehidupan mereka,baru kini mereka bisa menikmati kebahagiaan berdua.Semiga saja kemudian hari juga kebahagiaan itu tetap menjadi milik mereka.


♥️♥️♥️♥️Jangan lupa dukungan buat karya author yah.


♥️♥️♥️Like👍


♥️♥️ Vote


♥️ Komentar

__ADS_1


__ADS_2