KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
PULANG


__ADS_3

Arga bergegas berlari menuju lobi hotel sebaik saja pintu lift terbuka.Dia mencari-cari sosok Quen dimana wanita itu berada.Matanya melihat sekeliling dengan wajah yang frustasi.


Kemudian dia berlari kearah luar.Tempat dimana laluan mobil keluar dan masuk dari pakiran hotel itu.Dan akhirnya dia menemukan sosok Quen yang masih lagi berdiri di pinggir trotoar untuk menunggu taksi ataupun ojek online yang lewat.


Di luar sana,cuaca amat dingin sekali.Tubuh Quen ikut gemetaran kerana hembusan angin malam yang dingin.Langit malam tampak suram dan mungkin akan turun hujan tidak lama lagi.


"Quen,"


Tangan Quen disentap oleh seseorang dan secara otomatis tubuhnya turut tertarik ke belakang akibat tarikan yang kuat.


"Ada apa!"Jawabnya dingin dan ketus setelah mendapati Arga lah pelakunya.


"Aku hantar kamu pulang."Tawar Arga dengan nada santainya.Dia tidak mahu turut emosi hanya kerana Quen sudah emosian terlebih dulu kepadanya.


"Gak usah,aku bisa pulang sendiri."Tolak Quen masih dengan wajah dinginnya.


"Ini udah melem Quen.Aku hantar pulang yah."Pujuk Arga tanpa putus asa.Malah dia sudah menarik pergelangan tangan Quen untuk mengekor langkahnya menuju pakiran mobil.


"Aku bilang,gak usah ya gak usah."Pekik Quen lagi sambil menyentap tangannya dari terus dipegang oleh Arga.


Fix!Arga sudah kehilangan kesabarannya.Mujur saja cekalan tangan Quen masih utuh dipegangnya.Saat wanita itu menarik paksa tangannya sendiri,tubuhnya ikut ditarik kembali oleh Arga.Nasnya tubuh Quen menabrak tubuh kekar milik Arga.

__ADS_1


Wangian maskulin dari tubuh pria itu menguar masuk ke indera penciumannya sehingga membuatkan dia terbuai buat sesaat.Namun dia cepat tersadar dari pesona Arga dan cepat-cepat menolak sedikit kasar tubuh pria itu dengan satu tangannya yang lain.Namun tubuh kekar itu tidak begeming sedikit pun di tempat.


"Ikut aku pulang."Kata Arga lalu menarik paksa tangan Quen.


"Gak mau."Tolak Quen lagi.Dia malah meronta-ronta mau melepaskan diri dari cekalan tangan pria yang mengheretnya ini.


"Masuk!"Perintah Arga dengan wajah separuh kesal akan sikap ketus Quen.Melihat Quen tidak mahu menuruti perintahnya dia lalu menolak paksa tubuh wanita itu masuk kedalam mobil dan terus menguncinya agar Quen tidak bisa lari keluar dari mobil lagi.


"Arga,kamu mau bawa aku kemana."Pekik Quen dengan suara yang melengking tinggi.Dari tempat kemudi,Arga menyugingkan smirk jahatnya dalam diam.


"Ck,ck,ck!Kamu sungguh arogan sekali tuan."Ucap Quen narsis sambil berdecak meremehkan Arga.


Arga tetaplah Arga.Dia tidak mahu terpancing emosi hanya kerana cibiran serta umpatan yang tiada penghujung diluapkan oleh Quen sepanjang perjalanan pulang mereka.


"Kau kata mahu menghantar aku pulang.Tapi ini bukan rumahku.Arga!Jangan macem-macem sama aku."Bentak Quen dengan suara yang kuat.


"Aku tidak tahu rumahmu ada dimana.Apa kau sudah lupa,kau sendiri tidak mengatakan rumahmu ada dimana.Bahkan kau seenaknya mengumpat dan mencibir ku tanpa henti sepanjang perjalanan.Dia mana salah aku coba,kau sendiri yang lupa mengatakan dimana rumahmu sendiri."Tukas Arga lalu keluar dari mobil.


"Arga,aku mahu pulang.Aku tidak mahu berada di rumah kamu."Bentak Quen lagi.


"Ini sudah larut malem.Aku lelah."Sarkas Arga lalu meninggalkan Quen yang masih berada di mobil.

__ADS_1


"Arga!"Pekik Quen sekali lagi.Tangannya terkepal erat kerana Arga sengaja mengerjai dirinya.


"Baik,aku pulang sendiri."Teriak Quen tidak mahu kalah dengan Arga.


"Ya,udah pergi sono.Jangan menyesal dijalan kerna kawasan ini sepi.Mana-mana kenderaan tidak akan masuk kedalam perumahan ini jika sudah malem.Yang ada cuma pereman saja yang berseleweran."Pekik Arga dari teras rumah.


"Arga! Kamu jahat."Pekik Quen lalu berlari mengekor Arga yang sudah berada di teras rumah.Sebaik saja mendekati Arga,dengan ringannya tangan Quen lalu memukul dada kekar milik Arga berkali-kali.


"Quen,kamu!Berhenti!Ini sakit tau."Kata Arga lalu menahan kedua-dua tangan Quen yang memberontak.


"Gak mau.Kamu udah bikin aku kesel.Lepasin."Tukas Quen,berusaha untuk menggapai kerah jas mahal milik Arga.


Pergelutan terjadi.Kegaduhan mereka di teras rumah menyebabkan seisi rumah itu turut terjaga.Apa lagi Pak Billy yang menerima pesanan ringkas dari Arga sejam yang lalu untuk membuka kunci kamar tidur Quen.


Pak Billy membuka pintu utama vila Arga.Sontak itu dia terkaget besar disaat tuan muda mereka memikul seorang wanita di pundak layaknya karung guni beras.


"Arga!turunin aku.Aku mau pulang!"Teriaknya lagi.


"Enggak!Ini juga rumah kamu.Kemana lagi kamu harus pulang."Sanggah Arga sambil membuka kenop pintu kamar Quen.


Para pembantu yang melihat keributan di malam hari ini juga turut kaget.Mana tidaknya tuan muda mereka membawa seorang wanita pulang ke rumah larut malam.

__ADS_1


"Pak..pak Billy.Bukankah itu nyonya muda?"


❤️❤️❤️❤️ Bersambung..


__ADS_2