KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
NYONYA MUDA SUDAH KEMBALI


__ADS_3

Arga menghela napas panjang sebelum dia menarik salah satu laci di meja rias wanita yang satu-satunya pernah mendiami kamar sepi nan dingin itu buat satu masa dulu.Siapa lagi jika bukan kamar mantan istrinya yang pernah bergelar istri yang tidak pernah dianggap selama tiga tahun yang lalu.


Entah mengapa hatinya tergerak untuk memasuki kembali kamar itu setelah dua tahun pintu itu digembok rapi.Hanya sesekali saja akan dibuka untuk memberesi debu-debu di kamar itu.Biarpun tiada penghuni,susun atur kamar itu tidak pernah berubah sejak terakhir kali wanita itu pergi tanpa pamit pada dirinya.


Kecewa.Tentu saja.Hampa.Mungkin waktu itu dia belum merasakan hal itu kerna dalam malam yang sama hampanya lebih mendorong kearah perilaku sang mantan kekasih yang berselingkuhan darinya.


Rasa sakit hatinya,kekecewaannya dan patah hati itu menjurus kearah Viona bukan kepada Quen sang istri.Benar-benar ironi bukan?


Setelah kebenaran terungkap, perasaan bersalah lebih mendominasi dari rasa kesal akan sikapnya setelah bertahun-tahun mereka berpisah.Sehingga kini dia menyalahkan dirinya sendiri apalagi setelah kehadiran Qarin dalam hidupnya.Seandainya Quen tidak menceraikan dirinya, setidak-tidaknya Qarin masih bisa mendapatkan kasih sayang dari ibu pengganti.Toh,wanita itu juga pernah menerima perjanjian untuk melahirkan waris Aldeberght.Pasti wanita itu tidak keberatan untuk menjaga dan mengasuh Qarin.


Arga meraih hadiah ulangtahun kedua yang pernah disiapin oleh Quen.Hadiah yang tidak seberapa untuk menunjukkan harapan agar pria b*****k seperti dirinya itu menerima serta membuka helaian baru dalam hidup mereka.Bahkan dia sempat mencaci wanita itu serta photos pernikahan mereka yang diletakkan bersama-sama di dalam buku itu.


Arga meraih photo perkahwinan mereka yang masih utuh didalam buku tadi dan melihatnya dengan saksama.Figur Quen dielus lembut dengan jempol kanannya.Wajah yang masih terbilang muda pada usianya baru melangkah duapuluh tahun.Masih lagi dalam fasa pembentukkan kematangan seorang wanita.


Tampak wajah wanita yang pernah bergelar istri itu terlihat cantik dan polos sekali.Sekarang usianya sudah mencecah usia duapuluh lima tahun.Sudah pasti tumbuh menjadi wanita dewasa yang matang bahkan semakin cantik dan mempersona.Siapa yang menyangka bahawa wanita yang pernah pergi itu sudahpun mulai dekat dengan sang putri.


"Adakah Tess itu benar-benar Quen.Bahkan aku masih saja meraguinya."Gumannya sendiri tanpa sadar.


"Den,mengapa den ada disini?"Tanya Pak Billy kepala pelayan kepada Arga.


"Apa kamar ini sudah dibersihin seperti biasa?"Tanyanya berkilah.


"Sudah Den.Den,ada apa?"Tanya pak Billy disaat Arga tiba-tiba terdiam.Ada raut wajah yang sukar dibaca dari pria yang sedang duduk di meja rias milik mantan istrinya.

__ADS_1


"Pak Billy,apa bapak masih ingat bagaimana wajah dia?"Tanya Arga yang begitu gensi untuk menyebut nama Quen.Bahkan untuk menyebut nama sang mantan istrinya itu juga terlihat benar-benar canggung.


"Saya masih ingat Den.Tapi mengapa Den tiba-tiba menanyakannya?"Tanya Pak Billy kembali.


"Saya cuma sekadar bertanya.Gak ada maksud lain."Ujarnya lalu menyimpan semula buku hadiah ulangtahun pemberian Quen di dalam laci.


"Den,apa kita jadi pergi ke rumah Nyonya besar?"


"Ya,tapi sebelum itu kita mampir dulu di toko kue kesukaan mama.Sekalian beli buah alpukat untuk buat jus nanti."Kata Arga lalu berjalan keluar mendahului bapak Billy.


Pak Billy menatap punggung sang majikan dengan tatapan yang sulit untuk diertikan.


"Den,apa kamu mulai merasa kehadiran nyonya sekarang?Tapi sudah terlambat Den.Lima tahun lalu Den tidak peduli sama Nyonya muda.Tapi mengapa malah sekarang kamu bisa berada di dalam kamar ini?Apa kamu mulai memikirkan dirinya?"Lirih pak Billy membatin.


"Aduh!"


Rigis pak Billy disaat tubuhnya sudah jatuh ke tanah akibat tabrak keras dari beberapa anak-anak sekolah dasar yang sedang berlari-lari di depan market disaat dia keluar dari tempat itu.


Buah-buahan yang beraneka itu jatuh berselerakan diatas jalan.


"Pak Billy!"Pekikan satu suara yang tidak asing kedengaran di daun telinga pria yang tidak lagi muda itu.Sontak ia menengok kearah sumbar suara.Hanya terpaut beberapa meter tempat kecelakaan,dia melihat seorang wanita muda bergegas berlari kearahnya dan lalu menolong dirinya mengumpul kembali buah-buahan yang jatuh tadi.


"Pak Billy tidak kenapa-napa?"Tanyanya dengan suara lembut namun tidak mengurangkan rasa kekhawatiran pada diri wanita muda itu.

__ADS_1


Pak Billy mengamati wajah wanita muda itu dengan saksama.Wajah yang dulunya yang masih dibilang muda dan polos namun kini sudah berubah menjadi wanita dewasa dan penuh ketertarikkannya tersendiri.


"Nyonya?Nyonya ini benar-benar kamu bukan?"Tanya Pak Billy hampir tidak percaya sehingga dia menggenggam tangan wanita muda itu.


"Bukan nyonya pak Billy.Hanya Quen."Ucapnya dengan senyuman yang termanis yang pernah Pak Billy lihat sejak terakhir kalinya mereka berpisah lima tahun lalu.


"Bapak ada yang terluka?Jika yang terluka,yuk kita kerumah sakit untuk obati."Tawar Quen dengan raut wajah yang masih tetap sama.Khawatir akan pria yang sudah dianggap dia sebagai orang tua sejak dia dijaga olah Pak Billy semenjak menjadi nyonya muda Aldeberght.


"Saya gak papa Non.Jika begitu saya permisi dulu.Saya perlu ke rumah besar Aldeberght kerna ada acara keluarga pada hujung bulan.Ya,seperti dulu-dulu Non."Ujar Pak Billy sontak menyadarkan dirinya dengan kebiasaan keluarga itu pada setiap hujung bulan.


"Baiklah.Sampaikan salam saya pada bibi ya pak.Qien benar-benar kangen sama dia."Ucap Quen merujuk kepada pembantu wanita paruh baya yg Ang selalu menemani dirinya disaat dia masih lagi menjadi istri seorang pria bernama Arga.


"Pak Billy,tadi itu siapa?Apa Pak Billy mengenal Nona Tess."Tanya Arga kehairanan.Bahkan dia keluar buru-buru dari mobil kerna melihat Quen yang sudah berbalik masuk kedalam mobilnya sebelum sempat dia mengcegah wanita itu pergi.


"Nona Tess?Siapa tuh?"Alis Pak Billy mengkerut.Dia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Arga.


"Yang tadi itu siapa?Mengapa begitu familar sekali?"Lirihnya dengan suara datar.


"Den lupa samanya.Dia nyonya muda.Nyonya muda sudah kembali."Kata Pak Billy dengan antusias.Bahkan dia lupa sama sekali bahawa Arga dan Quen sudah bercerai kerna saking gembiranya mengetahui bahawa wanita itu sudah kembali.


"A...Apa?"


❤️❤️❤️❤️ Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2