
Hari ini sudah genap satu minggu Quen berada di rumah milik pria yang bernama Christian.Sepanjang satu minggu itu dia hanya melihat Kyra dengan dokter Jovi yang datang merawatnya sesekali.Namun dia belum lagi melihat sosok yang pemilik rumah tersebut.
Setelah merasa baikkan,Quen mula mengemas kembali barang keperluannya.Dia harus pergi hari ini.Niatnya untuk ke negeri inggeris tertunda setelah terjadinya sesuatu pada kesehatannya.Hari ini dia tidak melihat Kyle mahupun Jovi.Mungkin mereka ada pekerja.Ini merupakan kesempatan yang baik untuk pergi dari rumah.
Setelah selesai memberesi barang-barangnya,kedengaran keributan berlaku di lantai bawah.
"Nyonya,tuan muda tidak ada disini hari ini."Kedengaran suara art samar-samar di telinga Quen.
"Itu saya tahu.Katakan dimana Chris simpan perempuan j****g itu.Kali ini perempuan mana yang dia bawa pulang kerumah."Cerca Tantri ibu kepada Christian.
"Aduh nyonya,tuan tidak membawa sebarang perempuan pulang kemari.Itu..anu.."
"Itu..itu..Katakan dimana kamarnya.Atau kamu panggilkan saja perempuan penggoda itu."Teriak bu Tantri lagi dengan napas yang sudah tersengal-sengal menahan amarah.
Belum sempat art itu menginjakkan kaki menuju lantai atas,Quen sudahpun turun ke lantai dasar dengan koper miliknya.
"Oh,sudah turun kamu yah.Bagus sekali.Ternyata kamu masih tahu dimana kedudukan kamu sekarang?Apa kamu masih terus memanfaatkan uang anak saya untuk menghidupi kebutuhan kamu.Katakan berapa yang kamu mahukan.Seratus milyar?duaratus milyar?"Bentak Bu Tantri.Dia masih lagi memarahi Quen.Namun wanita itu masih tetap diam tanpa menjawab cercaan dari Bu Tantri.
"Udah selesai bicaranya nyonya?"Tanya Quen lembut.Disaat itu juga rasa amarah bu Tantri meluap hilang entah kemana.Dia terkesiap mendengar nada suara Quen yang terdengar lembut dan sopan.Seakan-akan ada magnet pemikat yang menarik bu Tantri agar mendengarkan kata-kata wanita muda dihadapannya itu dengan patuh.
__ADS_1
"Pertama sekali,saya ucapkan terima kasih atas cercaan nyonya buat saya.Saya tahu,saya orang asing yang menumpang sebentar di rumah mewah ini.Setidak-tidaknya nyonya bertanya terlebih dahulu apa yang benar apa yang tidak.Dan saya akan segera angkat kaki dari rumah ini segera mungkin.Dan maaf,atas ketidak sopan dari bicara saya sama nyonya."Quen menjeda ucapannya.Kemudian tatapannya beralih kepada art Christian.
"Katakan kepada Kyla saya akan berangkat ke London hari ini.Sampaikan ucapan terima kasih kepada Kyla dan dokter Jovi kerna sudah menjaga saya dengan baik sepanjang saya berada disini."
"Baik Non Tess."Jawab art itu sopan.
"Nyonya,saya permisi dulu.Semoga nyonya selalu baik-baik saja."Ucapannya sopan sembari membungkukkan badannya sebelum melangkah keluar dari rumah mewah milik Christian.
Bu Tantri yang melihat keadaan ini merasa sedikit bersalah kerna berkata kasar kepada Quen.Dia menerka-nerka siapakah Quen yang begitu sopan padanya.Padahal sebentar tadi dia mencaci maki wanita muda itu layaknya seorang p****r.Bahkan wanita itu tidak menjawab sepatah kata setelah dihina sebentar tadi.Malah dia masih bisa berbicara dengan tenang.
Jika itu orang lain,pasti mereka tidak menerima pelakuan kasar seperti ini.Biar seorang j****g pasti mereka juga akan membentak kembali.
Tidak terasa hari sudah sore disaat Niah menyudahi ceritanya tentang Quen.
Pip!pip!
Kedengaran bunyi klakson masuk kedalam halaman rumah.Hari ini barulah Christian sempat pulang kerumah setelah hampir satu minggu dinas di luar kota.Di sampingnya ada Kyle juga keluar dari mobil yang sama.
"Selamat kembali tuan,nona."Ucap bi Niah sopan.
__ADS_1
"Mama?Tumben mampir kesini?Ada apa?"Tanya Christian yang sedikit kaget melihat kedatangan mamanya.Kepalanya celingak-celiguk menatap kearah lantai atas.
"Nyariin siapa?Gadis itu?Orangnya sudah pergi siang tadi."Ujar bu Tantri dengan wajah datar.
"A..apa?Mama usir kak Tess?"Pekik Kyla.
"Ini pasti mama marah sama Tess dengan tidak jelaskan?Aduh mama knapa sih?"Adu Christian pula.
"Ky,Chris.Mama minta maaf yah.Mama tidak tahu kalau gadis itu tamu kamu.Mama pikir dia pacar kamu.Kamukan setiap bulan itu selalu saja gonta gonti pacar.Mama mana yang tidak marah kalo punya pacar gak bener?Apa lagi hanya mengincar uang kamu saja."Ujar sang mama lagi.
"Bi,apa Tess ada bilang dia mau kemana?"Tanya Kyla pula.
"Rasanya jika bibi gak silap dengar tuh seperti London Non."
"Apa!London!
Kyla dan Christian sama-sama pekik secara kompak dan sama-sama menatap wajah sang mama dengan perasaan tidak puas hati.
Di dalam kapal terbang,hati Quen tiada henti-hentinya berdegup kencang.Mana tidaknya,di bandara tadi dia sempat bertabrakkan dengan seorang pria yang pernah mengisi hari-harinya dengan perasaan hampa.Paling mengecewakan,pria itu tidak sedikit pun mengenali dirinya.
__ADS_1
Begitu hinakah dirinya sehingga pernikahan selama tiga tahun itu sedikit pun tidak memberi apa-apa makna sehingga pria yang bergelar suaminya itu tidak mengenali dirinya?