KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
HAL YANG SEHARUSNYA


__ADS_3

Makan malam berlangsung dengan aman di kediaman Smith diiringi dengan obrolan ringan oleh penghuninya.Semua ahli keluarga menyambut baik kedatangan Quen dan Arga.Tak urung juga ada yang menyibir secara terang-terangan seperti Shery kepada Quen.Namun dihiraukan oleh wanita muda itu.Dia menganggapi ucapan Shery sebagai angin lalu.


"Quen,bisakah kita berbicara?"Tanya Samuel kepada keponakannya sebaik saja mereka selesai makan malam.


Quen menoleh kearah Arga.


"Pergilah,mas ada dengan Danvern."Jawabnya sopan.Setelah berpamitan dengan Samuel,Arga bergabung dengan Danvern dan beberapa pria lain dari kediaman Smith.


"Silahkan duduk Quen."Ajak Samuel persilahkan Quen duduk di sofa yang ada diruangan kerjanya.


Tok!tok!tok!


"Tuan,Tuan Albert sudah sampai."Kata art pria paruh baya menyampaikan kabar kepada Samuel.


"Persilahkan Tuan Albert datang ke ruangan kerja saya secepatnya.Dan juga panggil tuan muda Arga juga kemari."Titah Samuel lagi.


"Paman,mengapa Arga juga dipanggil kemari?"Tanya Quen kehairanan.


"Paman mau Arga menjadi saksi dipihak kamu atas penyerahan wasiat arwah papa kamu.Setelah itu terserah sama kamu mau ngapain dengan aset utama milik papa kamu dan juga beberapa aset yang lain."Terang Samuel lagi.


Sepuluh menit kemudian,Tuan Albert pengacara yang diamanahkan oleh Denson untuk menguruskan semua wasiatnya pun tiba di ruangan kerja milik Samuel.Begitu juga dengan Arga.


Setelah tibanya Arga dan Tuan Albert di ruangan kerja milik Samuel,mereka mulai berdiskusi tentang aset Quen.Dua jam diskusi tersebut, kesepakatan telah tercapai.Danvern akan menguruskan kantor utama perusahaan Denson manakala resor akan diuruskan oleh Quen.Dan aset-aset lain yang mendapat keuntungan bersama dari keluarga Smith akan dibahagi sama rata mengikut pemegang saham di perusahaan Smith.Hanya itu yang bisa Quen lakukan untuk memuaskan hati semua orang.


Hal yang seharusnya telah pun diselesaikan dengan aman.Setelah ini Quen punya perusahaan sendiri untuk diuruskan.Jadi mau tidak mau dia juga harus mundur dari perusahaan Christian walaupun hatinya sedikit tidak rela.


*****


"Quen,Arga!Jika punya waktu mampir lah ke kediaman ini.Kalian pasti disambut di rumah ini."Ujar Samuel setelah Quen dan Arga meminta ijin untuk pergi keesokkan harinya.

__ADS_1


"Ya,paman.Jika kita punya waktu,kita pasti akan bermain kemari.Paman tidak perlu mengkhawatirkan hal ini."Ujar Quen lagi.


"Paman,kami pamit dulu."Ujar Arga setelah bersalaman dengan Samuel dan beberapa penghuni mansion yang lainnya.


Dua jam perjalanan dari kediaman Smith, akhirnya mereka tiba Vila Quen Albrich.Kedua-dua mereka telihat begitu leleh sekali setelah jauhnya berkendara.


"Sayang,kamu mau apa untuk makan malam?"Tanya Arga sebaik saja mereka tiba di kamar tidur.


"Terserah,tapi aku mau makanan yang simple saja.Aku tidak punya selera untuk makan setelah perjalanan jauh.Perutku terasa mulas dan mual-mual."Kata Quen lalu duduk di atas ranjang sambil memijat pelipisnya.


"Sayang,kamu tidak apa-apa?Wajah mu pucat benget.Apa perlu mas panggilkan dokter?"Tanya Arge mencemaskan keadaan Quen.


"Gak usah.Ini tidak apa-apa.Ini biasa aja setelah perjalanan jauh."Ujar Quen lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.


"Ya,udah.Mas mandi dulu.Kamu,rehat aja yah.Lepasin lelahnya dulu."Kata Arga lagi.Dia tidak mau terlalu memaksa Quen kerana wanita itu terlihat benar-benar lelah.Biarlah dia berehat sebentar lagi.


Setengah kemudian barulah Arga keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar.Dia menoleh kearah ranjang sebaik saja keluar dari kamar mandi.Tenyata Quen sudah ketiduran di atas kasur nan empuk itu.


"Tuan muda,dimana nyonya?"Tanya bi Som setelah mendapati Quen tidak ikut turun dengannya.


"Dikamar ni.Katanya pusing kepala dan mual-mual.Jadi aku nyuruh dia rehat aja di kamar."Ujar Arga lugas.


"Pusing kepala tuan?"


"Ya bi!"


"Mual-mual gitu?"tanya bi Som lagi.


"Iya bi.Kok bibi banyak nanya sih."Ucap Arga kehairanan.

__ADS_1


"Apa nyonya terlihat lelah,lemes-lemes dan berwajah pucat."Tanya wanita paruh baya itu lagi.


"Aduh bi.Iya bi!ya bi."Ulang Arga berkali-kali mengiyakan pertanyaan bi Som.


"Apa nyonya ada minta dibuatin makanan?"


"Oh,ada bi.Quen minta makanan yang ringkas aja dan ada sopnya juga.Kenapa bi?Kok bibi bertanya begitu?"Tanya Arga dengan alis bertaut kehairanan.


"Kepala pusing-pusing,lalu mual-mual,terus badan lemes-lemes.Dimintain bikin makanan simple.Ada sopnya lagi."Oceh ni Som pada dirinya sendiri.


"Ada apa sih bi?Apa ada yang aneh?"Tanya Arga lagi.Tidak lama kemudian ekspresi wajah bi Som berubah menjadi kaget.Sontak itu Arga juga membulatkan matanya melihat ekspresi wajah bi Som yang luar biasa itu.


"Jangan-jangan.."


"Jangan-jangan apa bi.Bi,jangan takutin aku."Pekik Arga cemas.


"Jangan-jangan.."


"Bi!'


Prankkk!!!


♥️♥️♥️♥️Maaf baru bisa up ceritanya.Semoga terus mendukung karya author yah.Ketik aja...


♥️♥️♥️♥️Like👍


♥️♥️♥️ Vote


♥️♥️ Komentar

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️ Bersambung...


__ADS_2