
Quen meracik kopi hitam kesukaannya di dapur miliknya.Kini dia sudahpun pulih dari sakitnya dan telah berada di apartmentnya sendiri.
"Quen,air kopimu terbaik yang pernah kami cicipi.Barista Starbucks juga kalah dengan kopi hasil racikkan dari tangan kamu."Puji Alana dan Sandra bergantian.
"Gak usah ngawur deh kamu.Yah,katakan saja mau makan gratis disini.Siap puji-piji segala."Gerutu Quen yang jengah akan sikap mulut manis kedua-dua sahabatnya ini dan hanya disambut dengan cengiran dari sang sahabat.
"Besok,kamu udah mulai kerja ya Quen?"
"Mmm."Hanya gumananya saja kedengaran.
"Quen,tadi sewaktu kita kemari,ada tetangga baru masuk pindah di apartment samping kiri kamu.Tadi aku sempat loh ngelihat tetangganya.Cowok.Genteng lagi."Seru Alana dengan senyuman sumrigahnya.
"Anjir loe.Kayak gak bisa ngelihat cowok cakep,terus aja nasir."Ceruk Sandra lalu menoyor kepala Alana.
"Biarin aja deh San.Asalkan cewek nih bahagia."Sela Quen pula sambil menyodorkan dua piring cemilan diatas meja mini bar miliknya dimana tempat mereka bertiga nongkrong sekarang ini.
******
Pagi sudah pun menjemput tiba.Hari ini,Quen mula kembali bekerja di kantor Christian setelah tahap kesehatannya semakin membaik.
Tingg!
Detingan bunyi lift menandakan pintu lift terbuka.Saat Quen masuk kedalam lift,kedengaran teriakkan seseorang untuk menahan lift daripada tutup.
"Maaf sudah merepotkan anda."Ujarnya sambil terengah-egah.
"Gak papa.Bukan hal besar kok."Jawab Quen dengan senyumannya.
__ADS_1
"Anda penghuni baru yah di lantai ini?"Tanya Quen setelah melihat wajah pria yang asing di lantai itu.
"Ya.Saya tetangga baru disini.Kenal ini saya Malverik.Bisa panggil Max."Pria itu menghulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Nona Tess, designer terkenal di DN GREDD."Ujarnya lagi yang benar-benar membuat Quen terperagah kaget.
"Oh,jadi anda mengenal saya?"Ucap Quen canggung.
"Mungkin setengah orang tidak akan kenal.Tapi kita dari bidang yang sama,itu tidak menjadi mustahil.Apa lagi orang yang bekerja di DN GREDD."
QUEN yang mendengarnya menjadi tidak nyaman.Pria yang beru dikenalinya itu mengetahui sedikit sebanyak tentang pekerjaannya.Melihat keadaan ini,Max menghentikan obrolannya.
"Maaf,jika saya membuat nona Tess tidak nyaman."Ucapnya dengan suara yang rendah.
"Jadi Max,kamu bekerja dimana?"Quen memulaikan obrolannya.
Sontak itu Quen yang merapikan rambutnya sedikit kaget mendengar nama perusahaan yang disebutkan oleh Max.Dia berusaha untuk menetralisir kegugupan hatinya.Mana tidaknya,nama perusahaan yang disebutkan oleh Max merupakan salah satu cabang perusahaan milik keluarganya.Dia tidak menduga bahawa dia bisa mendengar lagi nama ini di sebut kembali.
"Nona Tess?Kamu gak papa?"Tanya Max disaat dia melihat Quen melamun sesaat.
"Oh gapapa kok."Jawabnya singkat.
Akhirnya lift yang mereka naiki tiba di lantai dasar.
"Saya permisi dulu.Ketemu lagi nanti."Ujar Max lalu melangkah laju meninggalkan Quen yang masih lagi mencerna maksud pria itu lagi.
"Ketemu lagi?Bukankah itu wajar memandangkan kita itu tentangga?"Gumannya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tepat jam delapan pagi,Quen memulaikan pekerjaannya.Dia begitu semangat memulaikan kerjanya setelah hampir tiga minggu cuti sakit.Satu persatu teman yang bekerja di lantai yang sama menanyakan khabarnya.Saking senang dengan pekerjaannya,jam yang sudah menunjukkan sebelas pagi juga tidak serasa lama.
Tidak lama kemudian interkom di mejanyanya berbunyi.
"Selamat pagi pak Christian terhormat.Perlu apa yah dengan saya di luar ini?"Canda Quen yang membuatkan Christian di dalam ruangannya tidak henti-henti dengan senyumannya.
"Kamu sudah baikkan?"
"Emm!"Gumannya.
"Tess keruangan saya sekarang?"Perintah sang boss di dalam sana.
"Oke!"Jawabnya singkat.
Quen masuk ke ruangan Christian setelah tiga kali ketukkan di daun pintu.
"Selamat pagi Chris.Ada apa?"Tanya tidak sabaran.
"Selamat pagi Tess.Gimana dengan kesehatan kamu?Apa sudah baik?"
"Aku baik-baik saja.Makasih atas perihatiannya."Jawab Quen sopan seraya tersenyum kepada Christian tanpa menyadari seseorang didalam ruangan yang sama.
"Tess kenalin ini sahabat aku namanya.."
"Max?"Pekik Quen dan hanya mendapat cengiran dari pria yang ditemuinya di dalam lift pagi tadi.
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...
__ADS_1