
Quen memijat kepalanya yang kini benar-benar pusing.Pusing bukan kerana sakit kepala alami tapi sakit kepala kerna memikirkan tingkah keanak-anakan dari Arga.
"Benar-benar pria menyebalkan,"umpat Quen tanpa sadar.
"Hufff,"
Lagu-lagu dia mengeluh.
"Tess,ada apa dengan kamu,"Sapa Christian disaat pria itu lewat di kubikel Quen.
"Hey,Chris.Aku gak papa.Cuman sedikit pusing."Ujarnya singkat.
"Loh,apa udah minum obat?"Tanya Christian menyuarakan kekhawatiran kepada Quen.
"Aku gak papa.Udah minum obat juga."Bohong Quen pula.
"Jika gak ada papa,aku kembali ke ruangan.Kamu rehatlah dulu.Jangan dipaksa untuk bekerja jika kepala MU masih pusing.Atau kau boleh ijin saja hari ini."Kata pria itu lagi.
"Aku gak papa,Chris?Ini cuma pusing dikit.Semalam tidurnya lambat kerna mempersiapkan dateline kita yang hampir menghampiri tarikh akhir."Kata Quen lagi.
"Hemm,"Guman Christian tanpa berkomentar lebih dan lalu masuk ke dalam ruangannya semula.
Setelah masuk ke dalam ruangannya, Christian menghela nafas panjang.Entah mengapa hatinya teriris pedih disaat melihat kedekatan Arga dan Quen.Sedangkan dulu kedua-dua sahabat ini pernah melafazkan janji untuk sama-sama mengejar cinta Quen.
Namun pada akhirnya Christian sadar bahawa Quen bukanlah miliknya.Wanita itu masih lagi sah menjadi milik Arga,sedangkan dia merupakan pria asing yang hanya bertuah singgah sebentar di kehidupan Quen.
__ADS_1
Dia boleh saja merebut Quen dari Arga,namun seandainya itu terjadi apakah dia sanggup dicap sebagai pe****r oleh sahabatnya sendiri sedangkan mereka tau bahawa Quen masih sah istri kepada Arga.
"Tess,seandainya kali ini Arga mengecewakan kamu,aku akan bawa kau pergi dari tempat ini.Dan dia tidak akan pernah menemui kamu lagi."Gumannya pada diri sendiri.
******
Quen menberesi semua barang-barangnya setelah waktu kerja usai.Saat dia berjalan di lobi perusahaan,disana Arga sudah siap menunggu kepulangannya.
"Sayang,ayo ku hantar kau pulang."Tawar Arga namun tidak digubris oleh Quen.
"Sayang,ayolah.Sampai kapan kamu seperti ini.Apa kau tidak kesian sama aku?Aku sedang sakit tau."Rengeknya dengan suara yang lirih.
"Sakit?Sakit apa?"Quen berpura-pura cemas.
"Yes!dia percaya."Guman Arga di dalam hati.Bahkan hatinya bersorak sorai senang disaat wajah Quen menyiratkan kekhawatirannya kepada dirinya.
"Duh,sayang.Ini benar-benar sakit loh.Bukan bohongan."Ucap Arga lalu mengejar Quen agar mensejajarkan langkahnya dengan langkah kaki Quen.
"Yuk!"
Tanpa menunggu jawaban dari Quen,dia menarik tangan Quen untuk masuk kedalam mobilnya.
"Lepasin Ga.Mau kemana?"Tanya Quen dengan wajah yang sudah memberenggut kesal.
"Pulang kerumah.Sudah dua minggu kamu tidak pulang kerumah kita.Apa kamu mau terus hidup diluar sana sedangkan kamu masih punya rumah sendiri."Tukas Arga lagi.
__ADS_1
"Aku gak mau pulang kesana.Aku punya rumah sendiri."Tolak Quen tidak suka.
"Rumah sendiri yang sepi itu?Quen,kau adalah punya ku.Tidak baik loh ngelawan kata suami?Dosa tau."Ujar Arga pula.
"Ck!Ck!Ck!Kau sungguh tidak malu mengklaim diri sendiri sebagai suami.Sedangkan selama ini kau punya istri tapi seolah-olah tidak punya siapa-siapa dirumah.Dari mana datangnya kata SUAMI."tekan Quen diakhir ucapannya.Dia benar-benar mengejek Arga habis-habisan.
"Quen,aku tau aku salah.Tidak bolehkah kita memulaikan hidup baru?Apa kau sudah lupa hadiah ulangtahun kedua pernikahan kita?Kau mau hidup yang baru denganku.Membuka lembaran baru denganku.Dan menghiasi hari-hari baru denganku.Apa kau sudah lupa?Aku tau penyesalan itu tidak pernah datang awal."Lirihnya sambil mengusap wajahnya frustasi.
"Tiga tahun aku hidup bersuami tapi seakan-akan tidak pernah memiliki suami.Aku hanya miliki diriku sendiri.Kerana itu aku pergi.Aku bersusah payah menata hatiku yang banyak terluka.Dua tahun lalu,aku memberi kamu peluang.Tapi apa yang kau lakukan.Kau malah mengejar aku kembali sedangkan beberapa tahun lalu kau perlakukan aku layaknya seperti seorang gembel.Salah aku itu apa Ga."
Quen mulai terisak.Dia sungguh tidak nyaman dengan perasaannya yang dia tahan selama ini.Salahkah dirinya kerana mencintai Arga.Tapi dalam waktu yang bersamaan dia benci akan pria yang pernah menyia-nyiakan nya itu.
"Aku tau aku salah.Maafin aku,Quen.Aku salah.Aku salah."Ulang Arga berkali-kali.Bahkan kini dia menggenggam kedua-dua tangan Quen dengan tulus meminta maaf pada istrinya itu.
"Seandainya kau memberiku kesempatan kedua kalinya,aku tidak akan pernah menyia-nyiakan hidup mu.Hidup kita.Katakan,apa yang harus aku lakukan agar kau memaafin kesalahan masa laluku."
Kini Arga turut mengalirkan air matanya.Air mata tulus yang iya keluarkan untuk sedikit kemaafan dari Quen,wanita yang sudah menjadi istrinya selama lima tahun itu.Istri yang pernah dia abaikan sejak pernikahan mereka.
"Jika kau menyesalinya,mengapa sekarang kau mencariku.Mengapa tidak dua tahun yang lalu.Kau tau,jika bukan kerana Chris,aku sudah mati dua tahun yang lalu."Tukas Quen sambil memendam isakkan tangisnya.
"A..apa?"
"Hantarkan aku pulang."Pinta Quen tanpa memperdulikan Arga yang masih shock dengan apa yang iya katakan.
Dalam keengganan,Arga mengendarai mobilnya menuju apartment Quen.Namun belum seperempat perjalanan,wanita itu sudah terlelap di kerusi samping.Mungkin efek kerana menangis tadi ataupun memang kerana kepalanya pusing dari pagi.Entahlah...
__ADS_1
"Quen,aku tidak akan pernah melepaskan kamu pergi lagi."Guman Arga lalu menacap gas menuju vilanya tanpa menghantar Quen pulang ke apartment milik istrinya itu.