
Malam itu,entah mengapa Arga uring-uringan setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh papanya.Matanya sedikit pun tidak bisa terpejam.Dia mengenang kembali momen dimana kali pertama dia melihat wajah Quen.Tiada yang istimewa.Paras rupa yang cantik diatas rata-rata saja.Tiada yang menarik tentang wanita itu yang patut dibanggakan apalagi harus tersemat rapih diingatannya.
Bila diingat kembali,rasanya dia sendiri sudah lupa seperti apa wajah wanita yang pernah dinikahi olehnya selama tiga tahun terakhir itu.Tiada yang istimewa sehingga bisa membuatkan terlena dibuai alam mimpi yang indah.Tidak pernah ada nama Quen dihatinya semenjak dia dipaksa menikah dengan wanita itu.Dan yang paling tidak adil adalah dia tidak pernah membiarkan sedikit celah dihatinya untuk sang istri.Ini kerna apa-apa saja yang menyangkut soal Quen dia tidak suka malah tersangat benci sehingga menatap wajah wanita itu dia juga tidak rela.
Kemudian dia keluar dari kamar untuk merilekkan pikirannya yang sedang kusut.Langkah kakinya terhenti di pintu kamar Quen.Hatinya bertanya-tanya seperti apakah kamar milik istri,ralat lagi mantan istrinya itu.Tangannya dengan ringan terulur memegang knop pintu, memutarkannya kemudian masuk setelah pintu berjaya dibukakan.
Pertama sekali dia masuk didalam kamar milik mantan istrinya,dia berdecak kagum melihat interior kamar ini.Sungguh cantek,elegan,hangat meskipun terlihat simple.Seingat dirinya susun atur dalam kamar ini bukanlah seperti ini.
Arga kemudian duduk di meja rias.Tiada satupun barang milik Quen ada disitu.Bahkan tiada lagi tanda-tanda kehidupan yang pernah mendiami kamar itu.Wangiannya juga samar-samar turut hilang.Bahkan dia juga lupa wangian apa yang istrinya pernah gunakan.
Setelah lama duduk di meja rias, tangannya sekali lagi membuka setiap laci yang ada disana.Tangannya terhenti disaat membuka laci yang ketiga.Terdapat tiga kotak kecil didalamnya.Arga mulai mengeluarkan satu persatu kotak itu dari tempatnya.
Terdapat kartu berwarna merah terselip di hadapan kotak itu.Di kartu yang pertama itu tertulis,
__ADS_1
SELAMAT ULANG TAHUN YANG PERTAMA SUAMIKU.SEMOGA DETIK-DETIK YANG MENJARAKKAN KITA INI MULAI BERUBAH MENJADI DETIK-DETIK YANG INDAH BAGI KITA BERDUA.
Tangan Arga terulur untuk membuka kotak yang pertama.Terdapat sebuah jam tangan edisi terbatas tersimpan rapi disana.Jam tangan yang menjadi incarannya semenjak kali pertama dikeluarkan.Namun malangnya dia tidak berjaya untuk mendapatkannya.Tapi wanita yang bergelar istrinya itu,dengan mudah mendapatkan apa yang dia mahukan meskipun dia bukan wanita yang bekarir.Hanya wanita rumahan.Mungkin sang mama membantu dia untuk mendapatkannya.Yah,mungkin saja.
Kemudian,dia membuka kartu yang kedua.
SELAMAT ULANGTAHUN KEDUA SUAMIKU.SEMOGA PERNIKAHAN INI MULA MEMJADI MOMEN INDAH BUAT KITA.MEMBINA LEMBARAN BARU KEARAH PERNIKAHAN YANG LEBIH BERMAKNA.
Kemudian kotak kedua dibukakan.Kini tiada yang menarik dengan hadiahnya.Hadiah yang paling murah yang pernah di dapatkan semenjak lahir dari keluarga konglomerat ini.Sebuah buku dengan tulisan tangan yang indah.Dihalaman pertama itu terdapat photo pernikahan mereka.Arga berdecih tidak suka disaat menatap photos pernikahan itu.
Lembaran kartu terakhir diraihnya dengan sedikit kasar.Meskipun begitu dia tertanya-tanya dengan penuh penasaran apakah kalimat terakhir yang wanita itu coretkan.
SELAMAT ULANGTAHUN YANG KETIGA SUAMIKU.MAAFKAN AKU JIKA AKU SERAKAH MENGINGINKAN KAMU UNTUK MENJADI MILIKKU.JIKA HUBUNGAN INI MASIH MEMILIKI KESEMPATAN,APAKAH KAMU MEMBENARKAN AKU UNTUK MENGIKAT KAMU KEARAH PERNIKAHAN YANG LEBIH UTUH?
__ADS_1
Kedua alisnya menyatu tidak suka.Dia menatap kotak yang ketiga itu dengan tatapan benci.Bahkan napasnya juga sudah tidak beraturan.Entah hadiah apa yang wanita itu siapkan.Kotak itu dibuka dengan rasa ragu-ragu.Ternyata di dalamnya sebuah dasi berwarna maroon,warna kesukaannya.Dia mengerti benar mengerti dengan ucapan Quen serta makna disebalik sepasang dasi.
Jika Quen tidak mengajukan gugat cerai,sudah pasti hadiah ketiga wanita menjadi igauan ngeri buatnya.Lebih baik dia menghindar atau memilih untuk menjarakkan diri ketimbang memenuhi permintaan wanita itu.
"Ck,ini yang kau katakan mau mengikatku dengan lebih serius.Belum juga apa-apa sudah kau sudah melemparkan aku dengan surat cerai.Mau ditaruk mana wajah aku ini.Pria penuh pesona diceraikan sama istri.Bernyali besar juga kamu yah.Tapi bagus juga deh.Aku juga tidak perlu terlalu lama menatap wajah hodoh kamu."Cibirnya lagi.
Kemudian netranya menangkap sesuatu di dalam laci lagi.Kotak kecil berwarna biru.Ternyata didalamnya cincin pernikahan mereka.
SEMOGA KAMU SENTIASA BAHAGIA DENGAN ORANG YANG KAMU CINTAI
Entah mengapa hatinya merasa sakit setelah menatap cincin pernikahan mereka.Menatapnya terlalu lama seperti ini,seolah-olah dirinya diselingkuhi serta dikhianati oleh wanita yang dia sayangi dan cintai.
"I hate you."Ucapnya sembari menggenggam erat cincin tersebut.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️ Bersambung..