KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
JAKARTA,IM BACK


__ADS_3

Perjalanan selama 24jam itu ternyata memakan tenaga yang banyak.Buktinya Quen masih lagi jetlag setelah tiba dua jam dari London siang tadi.Christian dan Quen berpisah di bandara.Pria itu kembali ke rumah mewahnya tempat sama dimana Quen pernah dirawat disana dua tahun lalu.


Quen,wanita itu kembali lagi ke apartment mewah yang pernah dia beli sewaktu masih lagi menyandang istri dari seorang pria bernama Arga Vioelriz Aldeberght.Namun apartment itu belum pernah dia tempati setelah iya beli.


"I'm back."Ucapnya pada diri sendiri sambil tersenyum pahit.


Entah takdir apa yang akan diterimanya kali ini.Kembali lagi ke kota yang bersejarah ini,ternyata hatinya sudah dingin.Dia tidak merasakan apa-apa lagi setelah hatinya hancur dua tahun lalu.


Arga Vioelriz Aldeberght,nama pria itu hanyalah tinggal nama.Nama yang tidak memiliki arti lagi dalam hatinya.Nama yang begitu akrab namun sukar untuk digapai.Buat apa menguras tenaga mengenang kenangan silam jika tiada kehangatan cinta dan bahagia di dalamnya.Cukuplah sekali dia merasa kepedihan itu.


Dia juga sudah berjanji tidak akan mengulangi kesilapan yang serupa dimana dia yang harus extra berkorban demi sebuah hubungan.Tidak berselang lama,ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.


"Quen,kapan kamu kembali!Kenapa gak bilang sama kita.Apa kamu tidak merindui kami lagi.Kau sekarang lagi tinggal dimana?"


Pertanyaan tiada henti dari pemanggil memaksa Quen menjauhkan ponselnya dari telinga.Di seberang sana suara cempereng sang sahabat lama begitu renyah kedengaran.Tiada siapa yang mahu mengalah untuk mengajukan soalan,sehingga Quen menggelengkan kepala tanda jengah dengan sikap teman-temanya.


*****


"Tess,akhirnya kamu nyapei juga.Gimana London?Kamu apa khabar?"Tanya Jemma sang sahabat dari SMA.


"Bagus,baik dan nyaman."Jawabnya singkat dan padat.


"Ihhh,kok gitu jawabnya.Udah tiga tahun loh kita gak ketemu.Kok ngomongnya serius benget."Jawab yang lainnya.

__ADS_1


"Tess,kemana aja kamu setelah keluarga kamu pergi.Kita sempat nyariin kamu kemana-mana aja,tau gak.Eh,udah sukses di London,baru kami tau kamu disana."


"Iya Tess.Jika bukan kerna wajah kamu yang cantek ini masuk ke dalam majalah 'THE TOP DISIGNER DN GREDD DISIGNER', kita juga gak akan tau kamu udah jadi orang terkenal."Ucap Sandra pula.


"Iya,maaf.Aku cuma mau mengejar cita-cita aku aja.Aku tau kalian gak akan pernah ngembiarin aku sendirian.Tapi disaat aku didalam kesusahan,aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri.Aku tidak bisa selama-lamanya bergantung pada orang lain."Jawabnya lagi.


"Udah yuk,kita makan duluan.Udah laper."Ujar Sandra dengan wajah yang kelaparan.


Mereka berbual ringan disela acara makan malam.Restoran yang pernah mereka kunjungi sejak SMA sehinggalah kejatuhan keluarga Quen,mereka tidak mengunjungi tempat itu lagi.


"Setelah mendapati informasi tentang Quen,barulah mereka dapat bergabung kembali selepas tiga tahun.


"Tess,aku masih ingat dulu yang kamu suka main piano.Mendengar alunan musik ini,mengingatkan aku sama cowok yang menjadi kegemaran kamu.Siapa namanya tu yah?"


"Ya,aku masih ingat,nama cowok itu Christian kan?"Kata Alena pula.


"Ya,itulah namanya.Gimana khabarnya anak itu yah.Aku masih lagi penasaran dengannya,mengapa dia yang selalu cuek dengan kamu,tiba-tiba berubah menjadi pendiam."


"Pendiam?Emang ada terjadi sesuatu?"Tanya Quen lagi.


"Kita juga gak tau ceritanya.Kejadian itu terjadi setelah kamu terlibat dalam kecelakaan.Kamu menghilang.Kami juga tidak kurang tau apa yang terjadi."Ucap Sandra pula.


Quen terdiam buat sesaat.Pikirannya menerawang jauh ke enam tahun silam.Sebelum dia terlibat dalam kecelakaan,dia dan Christian sempat bertengkar.Kejadian itu berlaku sehari sebelum kecelakaan.

__ADS_1


Akibat retakkan dari tulang punggungnya,orang tua Quen membawa dia berobat di luar negeri.Enam bulan lamanya dia pergi,disaat dia kembali belum cukup lama,mereka berpindah tempat lagi.


"Tess,tinggal di London apa punya pacar belum?"Goda Alena.


"Oh itu."Quen berhenti berbicara ditengah obrolan mereka.Tiba-tiba saja dia mengingati Christian,sang Bos yang periang namun tegas disaat bekerja.Kemudian terlintas dipikirkan kejadian beberapa hari lalu di ruang meeting dimana kecelakaan kecil berlaku.Kecelakaan di mana bibirnya dengan Christian bersatu disaat pria itu menoleh ke samping tepat dimana dia berbisik pelan di telinga Christian.


Mengingati kejadian itu,membuatkan wajah Quen merona menahan malunya sendiri.


"Ciey,udah ada incarannya nih."Goda Jemma.


"Ihh,nyebelin."Jawabnya lalu mengembalikan ekspresi wajahnya yang malu-malu tadi menjadi datar.


"Tess,ngomong-ngomong mumpung aja kita nimbrung sama-sama nih,gimana kamu memainkan satu lagu buat kita.Kita rindu mau dengerin alunan musik yang kamu mainkan."Pinta Sandra dengan wajah yang memelas.


"Please!"Ucap yang lainnya pula.


Dalam keterpaksaan,Quen tetap menuruti keinginan sang sahabat-sahabatnya.Demgan langkah anggun,dia duduk dengan kemas di hadapan piano.


"Lagu ini saya tujukan buat orang yang selalu ada dan mencintai saya."Ucap Quen dengan senyum yang mekar dibibirnya.


Jari-jarinya yang lentik itu mula bermain di atas papan kunci piano.Menari dengan gemulai dan lembut.Mengalunkan melodi yang indah nan merdu.Sesiapa yang mendengarkan alunan musik ini pasti akan terbawa-bawa suasana.Elemen romantis yang tidak terduga bagi pasangan yang sedang bermadu kasih.


Quen hanyut dalam fantasi dirinya sendiri.Dalam waktu yang sama dia juga menyeret orang lain menyelami indahnya melodi yang di ciptakan.Melodi yang membekas di sudut hati seorang pria yang single.Seorang pria yang benar-benar menginginkan dirinya.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2