KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
MENGAPA HARUS AKU


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang menuju apartment miliknya,Quen memilih untuk tidak berbicara.Ini menimbulkan rasa penasaran kepada Alana dan Sandra.Quen yang biasanya banyak percakapan itu menjadi pendiam disaat mereka pulang dari cafe.


Kedua temannya ini sudah berjanjian dengan Quen untuk bermalam di apartment milik Quen malam.Ini kerna keesokkan harinya adalah akhir pekan dan mereka akan mengunjungi makam kedua-dua orang tua Quen.


"Tess,kamu lagi kenapa?Sejak kita pulang dari cafe,kamu diem aja.Apa sudah terjadi sesuatu?"Tanya Sandra disaat mereka bertiga sudah berada di atas ranjang kebesaran milik Quen.


"Aku ketemu dengan pria masa lalu ku?"Gumannya lirih.


"What!Aku gak salah dengarkan?"Pekik Sandra kaget.


"Kamu punya pacar?Ketemu sama mantan pacar?"Soal Alana pula.Hal yang sama terjadi kepada Alana.Malah dia tidak henti-henti menanyakan siapa yang dimaksudkan oleh Quen.


"Bukan mantan pacar.Tapi mantan suami."Jawabnya jujur.


"Apa!"Pekik kedua kalinya dari Alana dan Sandra.


"Yang benar kamu Tess.Sejak kapan kamu menikah.Kok kita gak tau."Tanya Sandra lagi.


"Maaf,banyak perkara yang terjadi kepada ku disaat aku kehilangan orang tuaku.Aku terpaksa menikah kerna butuh tunjangan.Namun ianya tidak bertahan lama.Aku memilih untuk mundur kerna dia tidak pernah menyintaiku apalagi menyukai diriku."


Akhirnya kisah yang dia pendamkan selama ini akhirnya terkuak juga.Setidak-tidaknya dia merasa sedikit lega Kerna berkongsi beban perasaan yang pernah dia tanggung selama lima tahun terakhir.


"Katakan siapa mantan suami mu itu.Dari keluarga mana dia.Mau aku kasi pelajaran Tess.Biar ku kasi keluarga dia bangkrut."Cecar Alana tidak puas hati.

__ADS_1


"Udahlah.Setidak-tidaknya aku bisa berkongsi sedikit masa lalu yang pahit bersama-sama kalian.Aku berpindah kesini juga kerna terpaksa."Gumannya lagi.


"Terpaksa?Loh,knapa?"


"Kerna dipaksa oleh pak Presdir.Aku tidak bisa menolak kerna pak presdir bersikeras mahu aku kembali ke perusahaan utama disini."


Quen menghela nafas panjang.Merasakan tekanan berat pada perasaannya yang akan datang.Mungkin dia akan sering menemukan Arga kerna mengingati pria itu berteman dengan bosnya,Christian.


*******


"Tess,ke ruangan saya sekarang."Pinta Christian melalui interkom dari ruangannya.


Tanpa menjawab sepatah kata,Quen berjalan dengan langkah yang pasti nan tegas menuju ruangan kerja Christian. Sesiapa saja yang melihat karisma wanita ini tidak akan pernah berhenti mengkagumi siluet wanita berkarir ini.Wajah yang terlihat dingin,namun tidak mengurangi kecantikan alami miliknya.Tegas penuh pesona dan percaya diri.


"Ada perlu apa meminta saya kemari?"Ucap Quen dengan wajah datar dan dinginnya.


"Tess,kenalkan ini Arga Valderiz Aldeberght,sahabat saya seraya merangkap Presdir Aldeberght Corp."


"Tessla.Seneng dapat bertemu dengan bapak."Ujar Quen menetralkan riak wajahnya seraya memperkenalkan diri kepada Arga.Dia mengabaikan perasaannya yang sedikit kaku dihadapan mantan suaminya itu.Toh,pria itu juga tidak mengenali itu.Persetan dengan nada lalu.Pria itu tidak layak untuk merebut perhatiannya.


"Ada apa bisa saya bantu pak?"Tanya Quen langsung ke inti pertanyaannya.Dia bukanlah wanita yang suka berbicara bertele-tele hanya sekadar untuk mengambil hati seseorang.


Christian menatap sosok Arga.Memberi sinyal agar Arga memulaikan perbicaraannya.

__ADS_1


"Begini Nona Tess,tidak lama lagi perusahaan saya mendirikan lagi sebuah perusahaan induk untuk menggantikan gedung perusahaan yang asal.Kami telah berbincang untuk siapa yang sesuai untuk menagani proyek ini.Jadi saya menemui pak Presdir untuk meminta pandangan beliau."


"Papa menyaranin kamu untuk mengendalikan proyek ini.Kamu gak perlu menjawab sekarang.Kamu pikir dulu.Dan ini proposalnya.Beritahu keputusan kamu jika kamu sudah siap membaca proposal ini."Christian menimpali ucapan Arga seraya menyerahkan berkas yang bersangkutan kepada Quen.


"Baiklah."Jawab Quen singkat.


"Jika begitu saya permisi dulu.Ada hal lain yang harus saya selesaikan.Jika Nona Tess sudah punya keputusannya,kasi tahu sama saya atau sama Chris saja."Ujar Arga sembari tersenyum ramah kepada Quen.


Namun dasar Quen yang dingin.Dia hanya membungkukkan badannya sebagai tanda sopannya kepada Arga dan tersenyum tipis kearah mantan suaminya itu kerna tidak mahu dicap sebagai wanita yang menor dalam mengendalikan ekspresi wajah.


"Senyuman yang manis meskipun hanya tersenyum tipis.Jadi inilah wanita yang disukai oleh Chris.Lumayan cantik."Guman Arga di dalam hati.


Setelah Arga keluar dari ruangan Christian,wanita itu melayangkan tatapan tajam wajah super tampan milik bosnya.


"Kenapa harus saya pak.Bukankah sekarang saya masih punya proyek untuk dihandle?Bukankah masih ada lagi calon yang layak selain saya?"Protes Quen tidak suka.


"Yah,saya harus bagaimana Tess.Saya sendiri juga tidak bisa menolak perintah dari papa.Gimana kalo kita bincang terlebih dahulu mengenai proposal ini.Setelah itu baru kita memutuskan menerima atau menyerahkan proyek ini kepada orang lain."Ujar Christian memohon kepada Quen.


Ada helaan kasar dilepaskan oleh Quen dari rongga dadanya.Dia bukan sengaja untuk menolak peluang yang ada di depan mata.Malah dia gembira Kerna diberi kepercayaan untuk menggalas tanggungjawab itu.Namun ada satu hal yang menyebabkan dia harus berpikir berkali-kali.


Arga.Jika orang itu bukan Arga.Dengan mudah dia mengatakan 'Iya'.Namun jika orang itu adalah Arga,lalu apa yang harus dia lakukan?


"Mengapa harus aku?"Gumannya lirih sehingga melepaskan segala kekesalan yang bercekol di hati.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2