
"Max?"
Quen terpekik kaget disaat mendapati pria yang baru saja berkenalan dengannya di lift apartment tadi merupakan sahabat dari Christian.
"Dunia semakin kecil yah?"Canda Quen sembari menyalami tangan Max.
"Hihi,rasanya dunia berputar terlalu cepat.Kerna itu kita ketemu lagi kurang dari tiga jam."Selorah Max lagi.
"Jadi gimana kalian bisa mengenali.Rasanya aku belum lagi memperkenalkan kalian lagi.Lalu gimana ceritanya nih."Pinta Christian yang meminta penjelasan.
"Ini loh,aku baru saja pindah apartment.Kebetulan tetangga baru aku itu nona Tess.Tadi sempat aja kenal di lift sewaktu mau pergi kerja."Kata Max pula.
Dan terjadilah obrolan ringan diantara mereka bertiga sehingga makan siang tiba.
*******
Hujung pekan rasanya Quen selalu malas untuk keluar dari apartmentnya.Namun hari ini entah mengapa dia rasa ingin menyenangkan diri dengan berbelanja di mall.Setidak-tidaknya moodnya hari ini amat baik sekali.
Sedang asyik berbelanja,dia didatangi oleh balita perempuan berumur dua atau tiga tahun.
"Mama!mama!mama!"Panggil anak kecil itu lalu memegang hujung lengan kameja Quen.
"Eh!"Quen terkesiap.Dia mengenali anak perempuan kecil itu.Ana kecil yang memanggilnya dengan panggilan 'mama' sewaktu ulangtahun keponakan Christian.
"Qarin sayang,sama siapa?Kok bisa sendirian?"Ujar Quen lalu mengendong anak kecil itu.
"Mama!mama!mama!"Celoteh balita itu lagi dengan suara cedelnya.Apalah yang dikatakan oleh anak-anak kecil yang masih dini.Masih perlu dibimbing untuk berbicara oleh orang tua.
__ADS_1
"Sama siapa sayang?"Tanya Quen lagi.Bahkan dia sudah celingak-celiguk mencari sosok yang dikenalinya.Wajah Quen juga tampak cemas.Entah bagaimana anak kecil ini bisa terlepas dari pandangan orang tuanya.
"Non Qarin!"Teriak seseorang.Yakni suara seorang wanita.Dari belakang wanita paruh baya itu terlihat Arga aka mantan suaminya dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.
"Qarin,please song jangan pergi begitu aja.Qarin bikin papa jantungan tau."Oceh Arga lalu mau mengambil sang anak dari gendongan Quen.Namun hal lain yang terjadi,anak kecil itu malah merengkuh erat leher Qarin dan tidak mahu diambil alih oleh sang papa.
"No.mama!mama!mama!"Oceh Qarin lagi.Kini dia sudah membenam wajahnya diceruk leher Quen dengan nyamannya.
"Nona Tess,maafin Qarin yah.Saya malah jadi gak enak sama kelakuannya."Ucap Arga dalam keadaan serba salah.Mana tidaknya,sejak bertemu dengan Qarin beberapa minggu lalu,anaknya itu sering menyebut nama 'mama'.Bahkan Arga hampir kehilangan akal untuk memujuk anaknya itu.
"Gak papa pak.Biasalah,anak-anak."Jawabnya ringkas.
"Aduh,den.Gimana nih.Non kecil gak mau diambil dari nona ini."Ujar wanita paruh baya yang diperkirakan sebagai pengasuh Qarin.
"Gak papa bik.Biarin aja Qarin sama teman aku sebentar aja.Gak papakan nona Tess."
"Apa kamu gak keberatan?Ntar Qarinnya ngerepotin.Pasti kamu punya rencana sendiri."Tanya Arga lagi.
"Mama!mama!mam! mam!"Sekali lagi suara cedel Qarin kedengaran.Quen yang ingin menjawab soalan Arga terpaksa mengurungkan niatnya kerana celoteh anak kecil itu.
"Laper ya sayang?"Tanya Quen dengan lembut.
"Ya,mama!"Jawabnya pelan.
"Mau makan apa?"Tanya Quen lagi sambil menyelipkan poni Qarin ke telinganya.Arga yang melihat pemandangan ini turut merasa hangat.Entah mengapa dia merasakan getaran kecil pada dadanya dan membuatkan dirinya berdebar-debar tanpa isyarat.
Melihat kehangatan ini, tiba-tiba dia teringatkan akan mantan istrinya.Dahulu sang mantan istrinya itu juga seperti itu.Lembut serta hangat dari tingkahnya.Namun sayang,tidak pernah ada tempat untuk wanita itu sehingga tindakan dan kelakuan sang istri hanya pura-pura semata-mata dimatanya.
__ADS_1
"Pak,biasanya Qarin makan apa? Makanan apa yang disukainya?"Tanya Quen sambil menarik hujung lengan kameja pria itu setelah dua kali pertanyaan tidak dijawab oleh Arga.
"hemm..Um..Tadi nanyain apa yah."Tanya Arga sedikit salah tingkah kerana terpaksa menayakan kembali pertanyaan wanita yang mengendong anaknya itu.
"Kita makan di sana aja."Ujar Arga lalu melangkah kakinya menuju restoran terkenal yang terdapat di dalam mall itu.Dia sempat merutukki kesalahan kerana sempat melamun didepan Quen.Seharusnya dia meninggalkan kesan yang baik pada wanita itu agar kedepannya nanti tidak akan terjadi perkara yang memalukan pada dirinya sendiri.
Mereka makan dengan saksama ditemani obrolan-obrolan ringan.Malah Qarin si balita itu berselera sekali makannya.Tidak seperti biasa yang harus dibujuk terlebih dahulu.
Tidak terasa makan siang usai sudah.Qarin yang didalam gendongan Quen sudahpun ketiduran dengan nyamannya.
"Nona Tess,makasih yah untuk hari ini.Dan maafin kami kerna udah ngerepotin anda untuk hari ini.Saya jadi gak enak sama anda."Ujar Arga dan hanya ditanggapi oleh Quen dengan senyumannya.Terasa berat pula bibirnya untuk berbicara lebih banyak.
Dia tidak mahu hubungan lama mereka mempengaruhi mindanya sehingga membuatkan dirinya menjadi emosi lagi.Sungguh trauma itu masih ada.Dia melakukan hal ini kerna Qarin.Balita itu butuh perhatian seorang ibu.Dia tidak tahu apa yang telah terjadi diantara pria itu dengan mantan kekasihnya setelah mereka berpisah.Bukan haknya juga untuk ambil tahu kerna dia juga tidak terlalu kisahkan kehidupan peribadi pria itu.
Bahkan sejak dulu dia juga tidak pernah ambil peduli akan kehidupan sang mantan meskipun mereka terikat dengan sebuah pernikahan yang sah.Apa yang dia rasakan adalah kehampaan dan kehambaran cinta dari pria itu.Dinginnya sikap Arga membuatkan cintanya mati untuk pria-pria yang lain.Bahkan sehingga kini dia takut untuk melangkah kerna dia tidak mahu jatuh cinta pada pria yang salah sekali lagi.
Setelah berpamitan,Arga dan Qarin masuk ke dalam mobil yang dijemput oleh supir peribadi kediamannya.
"Den,kalung yang digenggam oleh Non Qarin milik siapa yah?"Tanya sang pengasuh disaat dia merapikan kedudukan tidur Qarin di dalam mobil.
"Dan rantainya telah putus Den."Pengasuh itu berujar lagi.
"Sini bik.Aku hantarin ke toko perhiasan dulu.Mumpung masih lagi berdekatan dengan mall."Sahut Arga lalu keluar dari mobil.
Disaat dia keluar dari kawasan pakiran,dia melihat sosok Quen masuk kembali kedalam mall.Arga berniat untuk mengejar wanita itu,namun dia menghentikan langkah kakinya disaat seseorang berteriak memanggil wanita itu dengan nama 'QUEN'.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung
__ADS_1