KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
JATUH SAKIT-PART 2


__ADS_3

"Kau bodo*, Ga."


Arga membulatkan matanya disaat Quen menyerangnya dengan menciumnya.Adakah ini Quen yang dia kenal?


Arga melepaskan tautan bibir mereka terlebih dahulu kerna seharusnya dia tidak menuruti permainan Quen.Apa lagi saat ini Quen melakukan hal ini dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.Dirinya sudah berubah menjadi orang lain di saat sakit seperti ini.


Tanpa menunggu lebih lama,Arga mengendong tubuh Quen ala-ala bridal stail masuk kedalam rumah.Wanita itu tetap dengan racauannya.


Di pintu utama,sekali lagi lagi Pak Billy dan Bi Som terkaget melihat tuan muda mereka mengendong tubuh nyonya muda mereka dalam keadaan cemas.


"Pak Billy,apa dokter sudah sampai?"Tanyanya sebelum naik ke lantai atas dengan menggunakan lift.


"Sebenar lagi tuan."Ujar Pak Billy singkat.


"Bi sediakan handuk dengan air dingin yang sudah ditaruh es yah?Kemudian bawa ke kamar Quen."Perintahnya kepada bi Som.


"Baik Tuan."Jawab wanita paruh baya itu singkat.


Setibanya di lantai atas,Arga terus meletakkan tubuh Quen ke atas ranjang.Dengan cekatan,dia membuka sepatu kerja milik Quen dan membuangnya asal ke lantai.Kemudian dia membuka kancing blazer Quen satu persatu sehingga terlepas dari tubuh sang isteri yang kini menyisahkan kemeja kerja serta rok span selutut di tubuh Quen.


Arga sempat menelan ludahnya sendiri disaat melihat tubuh sexy istrinya yang sudah terbaring lemah diatas ranjang.


"Ini benar-benar gila,"Umpatnya pada dirinya sendiri.Dia lalu memalingkan mukanya kearah lain sambil menunggu bi Som membawa handuk dengan sebaskom air es untuk mengelap tubuh Quen.


"Enghh..Arga.."panggil Quen dengan suara yang lemah.


"I..iya sayang."Jawabnya terbata-bata.Lantas dia mendekati Quen yang berusaha untuk bangkit dari pembaringannya.


"Aku haus."Jawabnya pelan.

__ADS_1


"Sebentar.Aku ambilkan airnya."Dengan cekatan Arga menuang air yang ada di atas nakas untuk diberikan kepada Quen.


"Gimana,apa masih mau minum lagi?"Kata Arga cemas.Dia benar-benar memperhatikan keadaan Quen yang sedang sakit kini.


Tidak lama kemudian,Pak Billy, Dokter Ayu serta bi Som masuk ke dalam kamar secara bersamaan.


Dokter Ayu laku melakukan pemeriksaan keatas Quen.Tidak beberapa lama,dia selesai dengan tugasnya.


"Gimana dokter keadaan istri saya?"Tanya Arga sebaik saja mereka berada di lantai bawah.


"Istri tuan lagi sedang depresi,selain tekanan darahnya turun dia juga demam panas.Itu tuan tidak usah khawatir.Saya sudah berikan obat pereda suhu untuk menurunkan suhu tubuh istri tuan.Makan obat mengikut apa yang saya telah tetapkan.Tuan.."


"Iya,ada apa dokter?"Arga melihat ada gurat kekhawatiran pada pada wajah dokter keluarga mereka itu.


"Apakah selama ini istri tuan pernah menderita depresi?Jika itu pernah terjadi,seharusnya tuan memperhatikan sikap dan kelakuan agar istri tuan tidak dibawah tekanan perasaan.Itu amat merbahaya sekali.Sebelum keadaan menjadi parah,seharusnya tuan kawal apa yang membuatkan istri tuan tidak nyaman."


"Baik dokter.Saya akan memperhatikan apa yang dokter katakan.Terima kasih kerana sudah bersusah-payah."Kata Arga lalu membungkukkan tubuhnya sopan sebelum dokter Ayu meninggalkan kediaman Arga.


"Bi,biar saya saja yang pakaikan."Pinta Arga.


"Tapi tuan,nyonya tidak mahu..."


"Gak papa kok bi.Seharusnya ini sudah menjadi tanggungjawab saya.Saya tau,saya terlambat hadir dalam kehidupannya.Jadi,jika boleh saya mau menebus segala kesilapan saya dimasa lalu."Ucap Arga panjang lebar.


Bi Som dapat melihat jelas ketulusan tuan muda mereka ini.Tinggal dan menjaga Arga dari kecil sehingga kini,dia amat mengerti perilaku pria ini.


"Baiklah.Nanti kejutkan nyonya setelah enam jam untuk makan obat lagi."Titah bi Som sebelum keluar dari kamar Quen.


"Sayang,maafin aku yah kerna udah bikin kamu seperti ini.Gara-gara aku kamu menjadi depresi seperti ini."Lirih Arga lalu menggenggam tangan kanan Quen.

__ADS_1


Malam berlalu dengan pantasnya.Tidak sedikit pun Arga bisa melelapkan matanya.Tugasnya adalah menjaga Quen.Melap tubuh serta kening Quen dengan handuk basah.Mengejutkan wanita itu minum obat.Bagitulah sepanjang malam.Sehinggalah dia terlelap di samping Quen.


Arga terbangun dari tidurnya disaat dia merasakan ada gerakkan halus yang merambat pada pipinya.Belaian dari tangan yang halus serta dingin itu menyebabkan dia membuka matanya lebar-lebar.


"Quen,kamu udah bangun?Perlu air?"Arga mau bergegas turun dari ranjang,namun gerakannya terhenti disaat Quen meraih tangannya.


"Ada apa."Jawabnya pelan.


Namun yang dia tidak sangka,Quen bahkan meraba pipinya dengan tatapan yang sayu.Air mata wanita itu mengalir tanpa bisa iya cegah.Entah apa yang wanita itu pikirkan sekarang,Arga juga tidak tau.Dia hanya menikmati belaian tangan Quen yang merambat keseluruh wajahnya dengan pelbagai pertanyaan yang menerjang pikirannya.Tanpa dia sangka...


Cuppp!!


Sekali lagi Quen menyatukan bibir hangatnya dengan bibir dingin Arga.Arga melotot tidak percaya disaat Quen mulai gencar menggerakkan bibirnya menari diatas bibir Arga.Bahkan dia menggoda isi didalamnya untuk mengajak Arga menari sama.


Ibarat mengantuk disorongkan bantal,Arga menyambut ciuman hangat Quen dengan penuh antusias.Apa lagi saat ini Quen mangambil inisiatif sendiri untuk menyerangnya.Dasar Arga yang tidak melewatkan kesempatan yang ada.


Decepan demi decepan kedengaran memenuhi ruangan kamar Quen.Ciuman yang bertempo sederhana mulai menjadi ciuman hangat sehingga membangkitkan sesuatu di dalam diri Arga.Bahkan tangannya mulai berani merambat kedalam piyama Quen tanpa sadar.


"Maaf,maafin aku kerna udah keras dengan kamu."Lirih Quen setelah tautan bibir mereka terlepas.Arga yang penuh semangat tadi kini menjadi luntur disaat mendengar kata maaf dari Quen.Keinginanya yang penuh gelora tadi meluap hilang entah ke mana.


"Quen,apa yang kau katakan?"Tanya Arga sekali.


"Maaf,kerana udah bikin kamu khawatir.Aku udah terlalu keras dengan mu.Meskipun banyak kali kamu meminta maaf,hatiku tidak bisa memaafin kamu dengan mudah.Biarpun begitu aku tidak bisa membenci kamu,kerna kamu selalu ada di dalam hatiku."Ujar Quen sebelum dia pingsan sekali lagi kerana nyeri di kepalanya efek dari menangis sebenar tadi.


Flash off.


"Apa lagi yang kau maukan?"Tanya Quen lagi.


"Aku mau makan kamu.Sekarang giliran ku untuk memakan dirimu.Semalam kamu sudah puas memakan diriku.Sekarang terimalah hukuman mu.Gerrrrr,"Terkam Arga pada tubuh Quen yang masih dibawah selimut.

__ADS_1


"Kyaaaa,Ihhh...Arga me****m,"Pekik Quen dan hanya kekehan renyah Arga kedengaran menyambut teriakkan dari wanita yang dinikahinya selama lima tahun itu.


❤️❤️❤️❤️❤️Bersambung...


__ADS_2