
"Sayang,yang mana kamu suka?Ini,ini atau yang ini."Tanya Arga dengan penuh antusias dan tanpa bosan.
Namun wanita yang ditanyainya itu hanya memutarkan bola matanya jengah dengan sikap pria yang disampingnya itu.
"Ini bagus juga.Gimana.Apa kamu suka?"Tanya Arga lagi.
"Terserah kamu."Jawabnya dengan malas.
Usai sarapan pagi tadi,Quen benar-benar melakukan apa yang dia katakan.Dia mengacak-acak isi kamar Arga sebagai balasan untuk melampiaskan kekesalan dan kemarahanmya pada pria itu sejak semalam.Setelah puas membuat isi kamar tidur Arga berantakan,dia keluar dari kamar Arga dengan senyuman yang amat puas sekali.
Namun sebaik saja dia keluar dari kamar tidur Arga,pria itu sudah berdiri tegak di ambang pintu dengan senyuman yang amat menyebalkan yang pernah Quen lihat.
"Sudah selesai mengacak isi kamarnya.Apa perlu bantuan?"semprot Arga sambil tertawa geli.
"Gak usah."Jawabnya ketus.
"Bersiap-siap lah.Kita akan pergi belanja.Aku punya mood yang baik hari ini.Kau bisa berbelanja sepuas-puas hatimu."Kata Arga lagi.Lagi dan lagi dia mendapat tatapan tajam dari wanita yang berdiri dihadapannya dengan wajah sanggar.
"Gak usah.Kamu bisa berbelanja sendiri.Aku gak punya waktu untuk nemanin kamu bermain."Tukasnya dengan nada tidak suka.
"Bersiap-siaplah.Jangan mempersulitkan keadaan."Sela Arga lalu masuk kedalam kamarnya.
Disaat Arga mau mencari pakaian yang mahu dia pakaikan untuk keluar nanti,dia begitu shock setelah mendapati semua pakaian santainya sudah robek semua oleh wanita tadi.Bahkan gunting yang dia gunakan untuk merusakkan pakaian Arga tertacap tajam di atas nakas.Serta merta darahnya menggelegak.
"Quen!"Teriakkannya menggema sehingga ke lantai dasar kerana pintu kamar tidurnya tidak tertutup.
Quen yang di dalam kamar tidurnya sendiri bahkan cekikikan dengan puas kerana mengubrak-abrikkan seluruh isi kamar termasuk pakaian kesukaan Arga.
__ADS_1
"
Brakk!!
Pintu kamar tidur Quen dibuka secara paksa.Tampak dengan begitu jelas wajah Arga yang pias kerana merasa dipermainkan oleh Quen.
"Quen,apa yang kau lakukan kepada pakaian ku?"Pekiknya dengan nyaring.
"Kenapa?Tidak suka?Bukankah kau mengatakan mau belanja.Kau begitu pelit sekali.Hanya pakaian sebegitu kau marah sama aku."Sindir Quen sembari memakaikan bathrobenya sebelum beranjak ke kamar mandi.
"Oh,kau benar.Apalah sangat pakaian sebegitu.Kali ini aku lepaskan kamu.Tapi tidak lain kali."Wajahnya yang marah tadi tiba-tiba berubah dengan amat cepat.Hanya sekilas saja wajahnya yang mendung tadi bertukar kembali cerah.
"Mau kemana kamu."Pekik Quen disaat Arga memegang tangannya.Matanya menatap nerta coklat gelap milik Arga dengan penuh curiga.
"Mau mandi bareng."Jawabnya dengan tersenyum senyam dihadapan Quen.
"Ishhh!me***m,"Pekik Quen lalu manabok kepala pria itu dengan tangannya yang satu lagi sebelum dia mengusir sekali lagi pria itu keluar dari kamarnya.
Dan sekarang disinilah mereka berada.Berada di pusat belanja yang terkenal serta mewah dengan harga yang fantasis ini.
Quen hanya mendesah pasrah kerana terpaksa mengikuti kemana-mana saja pria itu pergi.
Bermula dari toko pakaian,salon perawatan diri,toko perhiasan,toko elektronik,furniture bahkan sehingga showroom mobil sekali.
"Ayo,sayang.Jangan sungkan untuk memilih.Pilih yang mana kamu suka.Uang bukanlah masalah.Lagian ini kali pertama kita belanja bersama-sama.Harus semangat dong"Ucap Arga menyemangati Quen dengan tatapan memelas sambil menggoyangkan tangan Arga dan mengedipkan matanya berkali-kali kearah Quen.Begitu genit sekali dimata Quen.
"Argghh.Kau sungguh menyebalkan,Ga."Tukasnya lalu menyentak kembali tangannya dari dipegang oleh Arga sambil menggerutu sebal.
__ADS_1
"Haishh!Bukankah wanita itu temannya belanja.Tapi kamu malah tidak suka."Omel Arga dengan suara yang rendah dan menunjukkan raut wajah yang kesian.
"Emang wanita itu cuma satu?Aku itu tidak suka belanja.Mubazir."Katanya lagi lalu meninggalkan Arga yang masih berada di toko furniture.
Sekali lagi wajah pria itu jatuh.Namun cepat-cepat dia merubah ekspresi wajahnya agar terlihat cerah semula.Dia tahu bahawa Quen memang sengaja menyakiti hatinya agar acara shopping bersama-bersama itu tergendala di tengah jalan.Dia cepat-cepat mengekor langkah wanita itu dengan penuh semangat.
Sebaik saja mendekati Quen,dengan pantas dia menyelipkan tangannya ke celahan tangan Quen dan menggenggamnya dengan erat.
"Ada apa ini!"Quen mencoba untuk memberontak.Namun tenaganya kurang dari Arga dan akhirnya hanya membiarkan pria itu melakukan apa yang dia mahukan.
Pelakuan yang manis ini tidak dibiarkan oleh Arga begitu saja.Lantas dia merogoh saku celananya dan mengambil sesuatu disana.
"Nah,bukankah ini lebih baik."
Sebentuk cincin permata yang amat dikenali oleh Quen sudah tersemat rapih di jari manisnya.Quen membulatkan matanya dengan lebar kerana tidak percaya bahawa Arga sendiri melakukan hal ini kepadanya.Bahkan pria itu menautkan kembali jarinya di sela jari Quen tanpa ada rasa malu dan ragu.
"Ingat,jangan pernah melepaskannya lagi.Jika tidak,aku akan memberimu pelajaran."Ucap Arga lalu tersenyum penuh erti menatap nerta coklat gelap milik Quen yang kini terpaku menatap matanya.
Cupp!
Kucupan singkat berhasil Arga curi disaat Quen lengah.Dia tersenyum senang disaat melihat wajah Quen merona merah tersipu malu.
"Awas,kalau kamu macem-macem lagi.Jika tidak akan ku dorong kamu dari tangga ini.Biar sekalian jalan saja.Shuuih!disana."Ancam Quen dengan wajah pura-pura marah.
Namun Arga yang diancamnya malah turut tertawa senang sebelum tawanya padam begitu saja sebaik saja Quen menyiku perutnya agar berhenti daripada melakukan hal yang tidak-tidak.
Dari kejauhan,sepasang mata melihat kedekatan Quen dengan Arga dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1
"Arga,Quen.Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia."
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...