
Suasana di ruangan VVIP club itu mengcengkam buat sesaat.Bahkan kini ada suara kusuk kasak bercerita dimana-mana saja.
Pertama mereka mengatakan begitu bertuah kerana melihat seorang wanita cantik bak bidadari yang bisa menghadiri pesta Tuan Maximus terkenal.Dan yang kedua mereka dikagetkan dengan kedatangan selebriti papa atas satu masa lalu yang penuh dengan kontroversi di semua media sosial.
Bidadari cantik vs selebriti terkenal.
Namun lain pada diri Arga.Ini merupakan perseteruan diantara kedua-dua wanita yang pernah hadir di dalam hidupnya dan paling miris tiada siapa yang mengetahui hal ini.Hanya Arga saja.Tapi malah kini Christian juga telah mengetahui rahasianya.
Arga dapat melihat dengan jelas wajah Christian dengan senyumanan yang menyiratkan seribu makna.
"Chris,sialan.Ternyata kamu yang mengajak Quen kemari.Habislah aku."Rutuknya pada diri sendiri.
Di depan ruangan VVIP,Quen dan Viona saling melemparkan tatapan maut dan mematikan mereka.Bahkan senyuman yang terukir dibibir kedua-duanya hanya palsu belaka.
"Viona,"
"Quen,"
"Long time not see you,"Ucap mereka serempak seraya menghulurkan tangan untuk bersalaman.
"Menarik,"Bisik Quen yang gumannya hanya didengari oleh Viona dan Christian.Bahkan pria disamping Quen ini juga turut menyugingkan senyuman tipisnya kearah Viona namun tidak menyapanya secara langsung.
__ADS_1
Apalah sangat dengan wanita didepannya ini.Tidak bisa dikatakan boleh melakukan kontribusi yang mengkagumkan buat perusahaan,tapi malah menyebarkan skandal dimana-mana saja.Sungguh merugikan jika memiliki artis seperti ini di perusahaan hiburan.
Berlainan dengan Quen,wanita yang memiliki karier yang cukup dan menguntungkan buat perusahaan.Hanya membawa wanita ini ke pesta, pasti banyak kolega ataupun pembisnis terkemuka berbaris untuk menggunakan jasa designer terkenal di DN GREDD DESIGNER ini.Satu keberuntungan memiliki Quen di dalam perusahaannya mereka.
"Nona Viona,tidak biasanya anda menghadiri pesta sekecil ini disini.Apa anda memiliki tujuan tertentu?"Quen mulai angkat bicara.Dia menyesep champagne pelan-pelan dihadapan Viona seraya menunjukkan gaya angkuhnya kepada rival masa lalunya itu.
Viona yang melihat pemandangan ini serasa ada darah tercekat ditenggorokkannya.Dia mendengus tidak suka.Dia juga tidak mau kalah dengan Quen.Dia harus memenangi perperangan ini.
"Aku mendapat khabar bahawa ada sesuatu milikku berada disini?"Sarkasnya dengan seulas senyuman mencemoh.
"Oh,yah?Aku tidak tahu apakah benda milik nona benar-benar ada disini.Apa yang ku lihat disini hanya ada selonggok batu yang tidak berguna."Sindir Quen tak kalah narsisnya.
"Hahaha,ku harap itu batu yang amat langka untuk ditemukan.Hanya saja jangan kecewa jika menemukan batu tongkol yang tidak berguna.Biarpun terlihat besar,belum tentu didalamnya bersinar.Jika sampah tetaplah sampah."Cibir Quen tampak sangat berpuas hati melihat wajah kesal Viona.
"Kamu!Quen,kamu camkan kataku ini.Dari dulu mahupun kini,Arga tetap bukan milik kamu.Kalian sudah lama bercerai,tetapi mengapa kamu harus kembali.Kamu harus ingat,orang yang Arga cintai itu adalah aku.Bukan kamu yang tidak pernah dianggap olehnya.Jika dia mau dekat dengan mu itu cuma akal-akaknya saja.Begitu kamu terjebak,setelah puas dia akan tinggalin kamu."Tukas Viona diam-diam.
"Ck!Kau pandai bermulut manis.Siapa juga yang mau kembali kepadanya.Dan untuk siapa yang berhak,itu bukan keputusan kamu.Itu terserah kepada Arga.Oh,aku lupa,jika kau pinter, seharusnya kau tidak meninggalkan Arga setelah aku pergi.Jadi jangan salahkan orang lain atas kekhilafan yang kamu sendiri perbuatkan."Ujar Quen tersenyum sinis.
"Kau meremehkan aku Quen,aku bisa saja kembali bila-bila masa saja jika aku mau.Apa kau tidak tahu,bahawa aku sudah melahirkan anak untuknya?"Sarkas Viona pula.
"Anak?"Quen pura-pura cemberut.Membiarkan Viona tenggelam dalam egoisnya sendiri sebelum kata-kata lain menampar wajahnya sendiri.
__ADS_1
"Ya,kau pasti tidak tahu bukan?Jadi jangan pernah bermimpi disiang hari."Ejek Viona lagi.Namun kata-kata ini tidak digubris oleh Quen sama sekali.Viona menyangka dia tidak tahu tentang Qarin.Tapi kata-katanya ini akan membalikkan keadaan kepada Quen sendiri.
"Oh,anak yang dipanggil Qarin itu.Ck!Ck!kau sungguh arogan sekali mengatakannya kepadaku.Aku kasih tau ke kamu,siapa yang Qarin panggil mama.Orang itu adalah 'AKU'.Sedangkan kamu ibu kandungnya sudah mencampakkan dia tanpa belas kasih sedikit pun.Itu yang kau banggakan?Tameng mu itu tidak kuat,nona Viona.Bahkan kamu sendiri yang menghancurkan kepercayaan Arga.Lalu kamu mau melampiaskannya kepada ku?Itu tidak akan terjadi lagi."Quen tersenyum sinis menampakkan smirk evilnya kepada Viona.
"A..apa yang kau mau lakukan?"Ucapnya terbata-bata.Jujur saja dia begitu kaget melihat perubahan sikap wanita yang lugu dan polos ini satu masa dulu.Kini dia kembali dan benar-benar menjadi seseorang yang lain.Orang yang tidak bisa dia remehkan seperti lima tahun lalu.
"Ku peringatkan kepada mu,nona Viona."Quen menjeda ucapannya.
"Dua tahun lalu aku memberikan kalian peluang untuk bersama.Tapi kamu menyia-nyiakan kesempatan yang sudah aku berikan.Baik juga Arga mahupun kamu.Aku sudah melepaskan semuanya untuk kalian.Tetapi sejak Arga mencariku kembali untuk memperbaiki keadaan masa lalu,aku secara terang-terangan menolaknya.Namun setelah kau muncul,aku merubah kembali pikiranku.Aku akan merebut kembali Arga dari kamu kerana seharusnya itulah yang aku lakukan sejak dulua"Ujar Quen dengan rasa puas dihatinya.
"Apa hak kamu melakukan itu?"Bentak Viona tanpa sadar.Bahkan tamu yang hadir juga dia sudah tidak pedulikan lagi.
"Apa,hak aku?Sememangnya apa lagi hak yang aku miliki jika aku masih istri sah Arga.Dan sekarang aku seharusnya menendang pa****or seperti kamu yang sudah merusak rumahtangga orang.Kau pikir kami sudah bercerai?Mimpi saja."Tukas Quen dengan bariton dalamnya.
Viona yang mendengar pengakuan Quen merasa begitu kaget sekali.Namun disaat dia mau mencelah, tiba-tiba Arga sudah berdiri menjulang tinggi diantara mereka.
"Arga!"
"Sayang!"
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...
__ADS_1