KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
SADAR


__ADS_3

Tidak terjangkau oleh Arga disaat kebahagiaan datang dengan sendirinya.Setelah badai yang menerpa dengan hebat, akhirnya hujan juga turut mereda.Kini tergantikan dengan sinar matahari yang cerah.Di balik awan mendung,jika angin bertukar haluan,pasti sinarnla tetap ada disitu.Yang pasti jangan pernah berhenti berharap dan putus asa.


Isak tangis Arga terhenti disaat satu tangan dingin terulur merambat di rahang kokohnya yang terlihat semakin tirus.


"Aku disini.Kamu janganlah menangis lagi.'Lirih suara merdu itu menyelusup ke indera pendengarannya.


Tidak disangka,saat ini wanita dipelukkannya itu akhirnya sadarkan diri dari tidur yang lena.Entah mimpi apa wanita itu mimpikan sehingga betah berlama-lama di alam sebelah sana.


"Oh,thanks God.Akhinya kamu kembali."


Tangisan Arga bukannya mereda.Namun malah dia tergugu-gugu disitu sambil memeluk tubuh Quen sehingga ada air matanya menetes jatuh menimpa wajah Quen.


"Kamu berisik tau gak,Ga."Celetuknya.


"Kemari,ku lihat wajahmu dengan jelas."ujar Arga lalu melepaskan dakapannya dan lalu meraba pipi mulus Quen dengan sisa air mata di pipinya.


Ada kerinduan yang mendalam jelas terpancar di dalam mata pria yang menatap Quen saat ini.Dalam lena yang panjang,siapa yang menyangka dia memiliki seseorang yang berada disampingnya saat dia terjaga.


Quen mengulur tangannya lalu menggenggam tangan Arga yang masih betah berada di pipinya.


"Sampai kapan kita berada di luar seperti ini terus?Aku kedinginan."Bisiknya lagi.


Tanpa menunggu waktu yang lama,Arga lalu mengendong tubuh Quen dengan hati-hati dan meletakkan tubuh Quen diatas ranjang dengan pelan-pelan, seolah-olah takut akan melukai tubuh wanita itu.


Kemudian dia menarik selimut sehingga ke paras dada Quen sebelum bangkit untuk memanggil ART masuk ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?"


"Kamu mau minum?Ku ambilkan air untuk mu."Bukannya menjawab pertanyaan Quen,tapi malah menanyakan apa yang Quen mahukan.Dangan satu anggukan,Arga dengan patuh melakukan apa yang dia katakan sebentar tadi.


"Ga,duduklah disini sebentar."Katanya lirih.


"Nanti saja.Apa kamu tidak lapar?Aku akan minta bi Som buatkan makanan untuk kamu."Sekali lagi Arga mengabaikan permintaan Quen.


Bukannya dia sengaja melakukannya,tetapi saat ini dia salah tingkah kerana sudah tertangkap menangis kencang dihadapan Quen.Malah wanita itu merasa senang atas kekonyolannya.Buktinya dia tersenyum-senyum melihat Arga salah tingkah dan canggung.


"Ga,kemarilah."Pintanya dengan nada yang lembut.Ibarat tarikan magnet,dia menuruti permintaan Quen.


"Berapa lama aku sudah tidak sadarkan diri?"Tanyanya singkat.


"Sudah satu bulan."Jawab Arga sama singkatnya dengan pertanyaan Quen.Malah kini dia menatap langit kamar yang menurutnya lebih indah dari wajah cantik Quen.


Elusan Quen pada rahangnya menyebabkan ketegangan pada semua tulang temulang dan sendinya.Malah jantungnya berdetak dua laki lebih kencang kerana perilaku romantis Quen.


"Ngapain kamu sudah kurus-kurusan seperti ini?Apa kamu capek yah ngurusin aku selama sakit dan tidak punya waktu untuk makan tepat waktu."Tanya Quen lirih sambil tersenyum.


Degg!!


Serasa cinta pandang pertama,Arga merasa dia diperlakukan layaknya seorang kekasih.Jika dulu Viona melakukan hal ini kepadanya,sudah tentu ada maunya.Oleh itu hubungan mereka hanya sebatas materi dan kebutuhan biologis semata-mata dan bukan rasa cinta sebenarnya.


"Tidak,aku tidak pernah melewatkan masa makan ku.Aku malah amat senang dapat mengurusin dirimu sendiri ketimbang dari orang lain yang menguruskan dirimu."Jawabnya jujur.

__ADS_1


"Ga,ini dimana?"Tanya Quen lagi setelah dia mendapati mereka bukan berada di Vila yang sebelumnya.


"Kita berada di vila yang aku siapin khas buat kita.Hadiah daripada ku sempena kepulangan kamu kembali.Selama ini aku tidak pernah kasi kamu hadiah apa-apapun.Dan Vila ini ku berikan atas namamu,Vila Quen Albrich."Katanya dengan penuh semangat dan tersenyum hangat serta penuh erti.


"Lalu vila yang lama."


"Sudah ku jual.Aku tidak mau kamu mengingati kenangan pahit sewaktu kamu berada disana,jadi aku memutuskan untuk menjualkan dan membeli vila yang baru mengikut sesuai citarasamu.Aku pasti kamu pasti menyukainya."Kata Arga antusias.


"Tempat ini cantik sekali."Puji Quen.


"Cantik dan indah itu hanya untuk kamu sayang.Aku senang kamu menyukainya."Ucap Arga sambil bergombal.


"Sayang,maafin semua silap ku dimasa lalu yah.Aku tau aku pernah menyia-nyiakan wanita sebaik kamu.Jadi kasi aku kesempatan untuk menanta kembali pernikahan kita agar hubungan yang kelam nan suram dulu dipenuhi dengan pelangi cinta dimana terdapat banyak warna di dalamnya."Ucap Arga dengan penuh harapan.


Dia menatap netra coklat gelap milik Quen dengan dalam.Meminta persetujuan dari wanita itu agar pekerjaan mereka nanti akan menjadi lebih mudah.


Dengan anggukan kecil,Quen tersenyum menanggapi ucapan Arga.Betapa bahagiannya dirasakan oleh Arga disaat dia menerima khabar baik ini dari wanita yang sudah lama menjadi istrinya itu.


"Sayang,terima kasih.Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Sayang,i love you so much."Kata Arga pada akhirnya sebelum mendaratkan kucupan ringkas dibibir merah muda milik Quen.


Mereka berpelukan lagi.Tidak puas rasanya bermadu kasih setelah melewati beberapa minggu waktu yang sukar buat mereka sehinggalah...


Klekk!!!


"Tuan muda,"

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2