KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
TEMPAT INI


__ADS_3

Brukkk!!


Tubuh tinggi semampai Quen dibanting dengan sedikit kasar keatas kasur sehingga menimbulkan bunyi gedebuk yang kuat.


"Kurang ajar kamu yah.Kasar amat sama perempuan."Sungut Quen sambil mengusap pinggangnya yang terbentur pada kasur yang sedikit keras itu.


"Ck!Aku pikir kamu seorang yang lembut tapi ternyata seorang yang amat kasar."Cibir Arga tak mahu kalahnya.


"Ngapain kamu membawa aku kesini.Taukah kamu aku tidak suka disini."Kata Quen menekan setiap baris kata-katanya.


"Tidak suka?Suka atau tidak itu bukan keputusan kamu."Tukas Arga lalu membuka jasnya dengan sedikit kasar.


Quen yang melihat Arga membuka jasnya mulai berpikir yang tidak-tidak kepada Arga.


"A..apa yang kau lakukan?Mengapa kau buka jas mu disini."Quen kegalapan.


Apa lagi melihat Arga sudah maju kerahnya dengan senyum tersuging di bibir pria itu.Sontak itu Quen mundur ke kepala ranjang tanpa sadar.Dia tidak tahu apa yang pria itu coba lakukan.


"Berhenti disana.Apa yang kamu mahu lakukan!"Teriaknya sambil menudingkan jari telunjuknya kearah Arga.


Dengan lagak gaya yang sedikit m****m,Arga membuka kancing kamejanya satu persatu sambil mendekati Quen yang sudah ketakutan diatas ranjang.Kelakuan Arga ini tidak terlepas dari pandangan Quen.Biarlah orang mengatakan dia munafik.Bahkan dia juga menikmati permainan pria dihadapannya ini meskipun bibirnya menyangkal kata-kata hatinya.


"Argghh!"Pekik Quen lalu menutup matanya dengan bantal yang ada di atas kasur.

__ADS_1


"Aku tahu kamu menyukainya.Jangan menjadi orang yang munafik Quen."Bisik Arga ditelinga Quen.Deru napas hangat yang menerpa leher Quen membuatkan daun telinga wanita ini menjadi merah.Dia malu dengan dirinya sendiri.Tak urung juga merutuki kekhilafannya sendiri kerana terbuai dengan tubuh six pax milik Arga.


Katakan mereka masih lagi sah suami istri,apa salahnya dia menikmati pahatan sempurna ciptaan Tuhan yang disuguhkan kepada dirinya.Dia juga bukan wanita yang sama lima tahun lalu yang pikirannya masih lagi polos dan lugu.Namun jika Arga memaksa meminta haknya,dia juga akan menolak.


Dia tidak akan mudah terjatuh kedalam pelukkan pria yang dulunya begitu b*****k dimasa lalunya itu.Sehingga setiap pelakuan kasar pria ini dia masih mengingatinya.


Quen mendorong tubuh Arga kebelakang.Namun tangannya terpeleset kesamping dan nasnya Arga terjatuh keatas tubuhnya.Bantal yang menutupi wajahnya sudah terbang entah kemana.Sejak kapan bantalnya hilang juga dia tidak tahu saking gugupnya berhadapan dengan Arga seperti ini.


Cuppp!


Kucupan hangat mendarat di bibir kenyal milik Quen.Mata Quen membola besar disaat Arga bermain-main di bibirnya.


"Kurang ajar!"Guman Quen lalu menolak tubuh Arga dan kemudiannya menojok bibir yang kurang ajar itu kerana mencuri ciuman di bibirnya.


"Quen,kamu."


Suara rigis yang tertahan dari Arga menyebabkan Quen panik sesaat.Dia juga turut menyesal kerana melakukan kekerasan kepada Arga.Namun pria itu juga pantas mendapatkannya.Siapa yang suka dimanfaatkan kesempatan seperti ini.


"Ga,maaf,maaf.Aku gak sengaja.Siapa juga sih bikin aku kesel."Sungut Quen lagi sambil mengusap dagu Arga yang ditinjunya sebentar tadi.


Perasaan yang kesel tadi bertukar hangat disaat Quen meraba dagunya dengan perasaan bersalah.Bahkan tangan hangat milik Quen juga menyebabkan detak jantung Arga berdetak dengan laju.


"Yuk,kita tidur."Kata Arga secara tiba-tiba.Hal ini membuatkan Quen terpekik kaget.

__ADS_1


"Tidur di kamar kamu sendiri."Sarkas Quen lalu berdiri ditepi ranjang dan melotot tajam menatap wajah tampan pria dihadapannya ini.


"Tapi,ini udah melem Quen.Kamukan masih lagi istriku.Gak salahkan kalo aku tidur disini."Ujar Arga memelas.


"Modus.Alasan!Sudah keluar sono."Kata Quen lalu mendorong tubuh kekar Arga keluar dari kamarnya dengan bertelanjang dada.


"Quen,buka pintunya dong.Please!"Rayu Arg di depan pintu kamar tidur Quen.Namun tidak digubris oleh wanita di dalam sana.


Di dalam kamar tidur,Quen sudah cekikikan geli melihat kelakuan Arga.Apa lagi disaat dia mengusir pria itu keluar dari kamar tidurnya dengan bertelanjang dada.


Quen berjalan pelan menuju meja riasnya.Sudah dua tahun dia meninggalkan tempat ini,namun keadaan di dalam kamar ini tidak pernah berubah sejak kali terakhir dia meninggalkan tempat ini.


Diluar kamar Quen,Arga mengeluh pasrah.Niatnya untuk berbaik-baik dan memanfaatkan kesempatan ini dengan Quen telah ditolak mentah-mentah oleh wanita itu.Apalagi diusir pertama kalinya dia membawa kembali istrinya pulang kerumah setelah dua tahun menghilangkan diri.


"Tuan muda,mengapa anda diluar sini?"Tanya Pak Billy setelah mendapati Arga di luar kamar Quen dalam keadaan yang luar biasa.


Jika sesiapa yang melihat keadaannya seperti ini,pasti akan berlaku kesalahpahaman.


"Ah,gak papa,pak Billy.Saya kembali ke kamar dulu."Kata Arga dengan wajah yang malu-malu.


"Gak nyangka ya pak.Tuan muda akhirnya berjaya menemukan nyonya muda dan membawanya pulang.Meskipun dalam keadaan yang luar biasa."Kata Bi Som sambil tersenyum bahagia.


"Ya,bi.Semoga saja mereka tidak bergaduh dan membuat keributan lagi."

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2