KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
KERAGUAN DOKTER JOVIAN


__ADS_3

Christian menatap wajah pucat pasi milik wanita yang sudah dikenalinya selama dua tahun itu terbaring lemah diatas brankar rumah sakit.Kejadian yang sama juga pernah terjadi dua tahun silam,saat pertama kali dia mengenali wanita itu.


"Apa yang telah terjadi kepada kamu sebenarnya Tess?Dahulu kamu juga pernah terbaring lemah seperti ini.Kondisinya juga lebih kurang sama.Apa yang telah membebankan perasaan kamu sehingga menyebabkan kamu seperti ini?"Lirihnya sendiri.Tangan lentik milik Quen diramasnya dengan lembut.Terasa begitu dingin sekali.


Kata-kata dari teman sekaligus dokter di rumah sakit itu iaitu Dokter Jovian yang pernah merawat Quen dua tahun lalu juga turut kaget melihat kondisi wanita itu seperti tahun-tahun yang lalu.


Flashback on.


"Ada apa dengannya Jov?"Tanya Christian sebaik saja Dokter Jovian keluar dari UGD.


"Mengapa kondisinya seperti ini?Apa yang telah kau lakukan kepadanya?"Dokter Jovian bertanya kembali kepada Christian tanpa menjawab pertanyaan Christian.


"Soalan seperti apa tuh!"Ujar Christian sembari mengernyitkan alis matanya.


"Aku tidak mengerti arah perbicaraan kamu.Gak usah bertele-tele."Desak Christian dengan tidak sabaran.


"Tess mengalami hipertensi,depresi dan hampir saja kelumpuhan otak kerna hampir saja kekurangan oksigen pada otaknya.Katakan kepadaku apa yang telah berlaku kepadanya."Tukas Dokter Jovi.

__ADS_1


"Tadi aku dan dia ke acara ulangtahun keponakan aku.Setelah mengobrol seketika,kami lalu pulang.Baru saja seperempat perjalanan, Tess menelefon aku dengan mengatakan dia meminta tolong.Saat aku tiba disana,dia sudah terbaring lemah di lantai marmer dengan denyutan nadi yang begitu lemah.Itulah yang telah terjadi."Terang Christian dengan sejujur-jujurnya.


"Siapa yang dia temuai di acara keluarga kamu.Maksud aku kelakuannya disaat berbicara dengan orang-orang.Terutamanya ekspresi wajah seperti apa disaat ngobrol-ngobrol sama orang-orang."Siasat Dokter Jovi lagi.


"Kayaknya tidak banyak.Cuma beberapa orang termasuk Arga dengan tante Aldeberght."Jawab Christian lagi.


"Ada apa Jov,kamu sedang menakuti aku tau gak."Ucap Christian sembari menantap wajah Dokter Jovian dengan penuh menelisik.


"Sebenarnya Tess sedang mengalami pasca trauma perasaan yang berat.Aku tidak tahu trauma seperti apa.Tapi dari apa yang aku tahu,semuanya terhubung pada masa lalunya.Masa yang kelam yang dia ingin lupakan.Tapi hal itu mendatangi dirinya lagi.Apa kamu kenal dengan orang dimasa lalu Tess?"Tanya Dokter Jovian lagi.


"Setahu aku tidak ada.Sudah dua tahun aku kenal Tess,dia seorang yang tertutup dengan perihal peribadi.Bahkan aku tidak tahu masa lalunya seperti apa."Kemudian dia teringatkan akan sesuatu.


"Arga?Apa kaitannya sama Arga."Dokter Jovi mengernyit alisnya hairan.


"Begini loh,dua tahun lalu Tess pernah bekerja di kediaman orang tua Arga.Waktu aku sama Tess jalan-jalan di mall siang tadi,kita kebetulan ketemu sama tante Aldeberght.Yang aku hairan,mengapa tante Aldeberght memanggil Tess dengan panggilan sayang.Kemudian aku denger dia memanggil Tess dengan nama Quen.Saat tante Aldeberght berbicara sesuatu pasti Tess menyela perbicaraan tante.Apa itu sudah cukup?"


"Rasanya tidak semudah itu Chris.Pasti pernah terjadi sesuatu di kediaman Aldeberght beberapa tahun lalu.Aku mau kamu siasat masa lalu Tess.Mana tau kau akan dapetin jawabannya."Ucap Dokter Jovian mendadak ragu dengan keputusannya sendiri.

__ADS_1


"Yah, setidak-tidaknya kamu tahu siapa Tess sebenarnya kan?Pasti kamu penasaran dengannya."Goda Dokter Jovian.


"Kamu lah teman yang paling memahami aku.Aku akan lakukan apa yang kau ragukan itu.Aku pasti cari tau tentang punca yang menyebabkan Tess depresi."Sarkas Christian sebelum masuk ke dalam ruang rawatan di mana wanita itu sedang dirawat.


Flashback off.


Christian menghela nafas panjang.Kata-katandari Dokter Jovian tadi amat mengganggu akal pikirannya.Kemudian di menatap lama wajah cantik Quen yang masih pucat pasi dengan peralatan medis yang telah menempel di mana-mana bahagian tubuhnya.


Wanita yang berkeperibadian dingin itu diperkirakan sedang koma.Inilah yang menyebabkan Christian benar-benar khawatir.Khawatir Kerna dia tidak pernah mengenal siapa-siapa yang dekat dengan wanita itu apatah lagi jika menyangkut soal keluarga.


Huff!!


"Apa yang harus aku lakukan Tess.Apa aku perlu lakukan apa yang Jov katakan."Gumannya dengan lirih.


"Ponsel!Benar juga.Ngapain aku tidak kepikiran soal ini.Sudah pasti dia menyimpan nomor teman-temannya."Terbit secercah harapan buat Christian untuk mengetahui siapa yang harus dikhabarkan kepada teman-teman Quen yang dia pernah lihat beberapa waktu lalu.


"Mungkin aku bisa mengetahui masa lalu Quen dari mereka."Ujarnya lagi sambil mengotak atikkan benda pipih milik Quen yang ada ditangannya.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2