KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
KOMA


__ADS_3

Arga berjalan mundar-mandir di luar ruangan UGD dimana Qarin sedang dirawat kini.Hatinya mencemaskan keadaan anaknya.Namun dia juga mengkhawatirkan keadaan Quen yang yang tidak baik-baik sejak kali terakhir mereka berbicara.


'Oh,God.Please,don't let anything happen to them."Rapal Arga di dalam hati.


"Syukurlah tuan muda ada disini."


Pekikan bi Som benar-benar mengkagetkan Arga dari lamunannya.Dia melihat dengan jelas wajah paruh baya yang sudah bekerja di kediamannya dengan raut wajah benar-benar cemas dan khawatir.


"Loh, ngapain kemari bi."Tanya Arga kehairanan.Belum sempat menjawab pertanyaan Arga, tiba-tiba kedengaran suara kedua-dua orang tuanya datang menyela dengan wajah yang sama cemas dan gusar.


"Mah,Pah.Kok kalian kesini?"Tanya Arga semakin hairan dengan situasi yang dihadapinya kini.


"Gimana dengan cucu dan menantu mamah."Tanya nyonya Aldeberght cemas.


"Qarin masih diruang UGD mah.Quen,ada di rumah."Jawab Arga pula.


"Tuan muda,nyonya digiring ke rumah sakit dengan ambulans.Dia pingsan di kamar dan suhu tubuhnya begitu tinggi dan kehilangan kesadarannya.Sekarang lagi dirawat di unit kecemasan."Kata Bi Som mengklasifikasi kejadian yang terjadi kepada Quen sewaktu Arga pergi dengan Qarin.


"A..apa!"


Mendadak tubuhnya terasa lemas.Pikirannya mendadak kosong.Sewaktu meninggalkan rumah tadi,wanita baik-baik saja.Tapi tidak menyangka kejadian ini malah lebih buruk daripada apa yang mereka sangkakan.


"Ga,apa yang terjadi sebenarnya?Siang tadi Quen baik-baik saja sama mamah pergi belanja.Mama enggak tau dia malah masih lagi kurang sehat.Semoga menantu mamah baik-baik saja."Tanya Nyonya Aldeberght menyadarkan Arga dari lamunannya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, kedengaran suara kusuk kasak yang berasal dari dokter yang menangani Quen.


"Gimana pun,cepat hubungi dokter Jovian,pasiennya sedang dirawat di unit kecemasan dalam keadaan tidak sadarkan diri."Ucap salah satu dokter disana.


"Dokter Jovian?Bukankah itu dokter dari keluarga Christian.Apa ada keluarga Chris yang sedang dimasukkan ke rumah sakit?"Guman Arga sendiri.


"Mah,Pah,aku ke tempat Quen dulu yah.Apa mama sama papa bisa nungguin Arin disini?"Pinta Arga.


"Pergilah,ada mama sama papa disini.Kamu gak usah mengkhawatirkan Arin.Kamu nengokkin menantu mama dulu."Ujar nyonya Aldeberght lagi.


"Bi,tunjukkan jalannya.Dimana Quen sedang ditanganin oleh dokter."Pinta Arga kepada bi Som.


"Sini,tuan muda."Ujar ni Som lalu memimpin jalan ke ruangan dimana Quen sedang ditangani oleh ahli medis di rumah sakit itu.


Jantungnya mendadak berdebar-debar dengan agak kencang.Arah tuju mereka sekarang adalah sama dimana dokter Jovian sedang berada sekarang.


"Tidak mungkin pasien dokter Jovian itu Quen bukan?"Arga menerka-nerka di dalam hati.Tidak urung juga dia benar-benar mencemaskan keadaan Quen.


"Aku harap pasiennya bukan Quen."Guamannya lagi.


Setelah hampir satu jam menunggu dalam keadaan cemas dan gelisah,akhirnya pintu ruangan kecemasan dibukakan.Tampaklah sosok beberapa ahli medis termasuk dokter Jovian sebagai ketuanya keluar dari ruangan kecemasan.


"Dok,gimana dengan nyonya saya?"Tanya bi Som sebaik saja dokter Jovian keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Kamu,"


"Dok,gimana dengan keadaan istri saya."Sela Arga lantas membuat Jovian terkaget besar.


"Tuan Arga?Apa aku tidak salah.Jadi wanita di dalam sana istri anda?Sungguh tidak percaya."Kata dokter Jovian seolah-olah menyindirnya.


"Ya,Quen adalah istri saya."Jawabnya lirih.


"Jadi bagaimana keadaannya?"Tanya Arga tanpa memperdulikan tatapan mengintimidasi dari dokter Jovian.


"Oleh kerana kamu suaminya jadi saya akan berterus-terang saja sama anda.Kondisi nona Quen sekarang dalam keadaan yang tidak baik.Saya boleh katakan yang dia sekarang sedang koma."Perkataan yang diucapkan oleh dokter Jovian benar-benar menampar wajahnya sendiri dengan keras.


"Tidak mungkin dia koma.Aku dan Quen hanya berarguman kecil.Tidak mungkin separah ini."Bisiknya membatin.


"Apa yang dokter katakan ini.Tadi dia baik-baik saja di rumah.Lalu mengapa dia bisa koma.Apa yang sudah terjadi padanya?"Pinta Arga agar dokter Jovian memberi pencerahan kepada dirinya,apa yang sudah terjadi kepada Quen sebenarnya.


"Ini sudah kali ketiga dia koma sejak dua tahun lalu.Saya adalah dokter yang bertanggungjawab untuk kesehatan dia sebelum dia berangkat ke London tahun itu.Kali kedua dia koma,beberapa bulan lalu.Dan kali ini saya tidak tau,beberapa lama dia harus dalam keadaan seperti ini.Saya boleh katakan dia memiliki riwayat depresi yang kuat satu masa lalu.Dia memiliki trauma yang tidak bisa dia hilangkan.Kerana itu dia mudah kehilangan kesadaran diri berada di bawah tekanan perasaan yang berat.Aku tidak tau apa yang sudah terjadi kepada kalian.Tapi aku saranin,kamu harus memperhatikan perasannya."Kata dokter Jovian.


"Jadi berapa lama Quen akan koma dok?"


"Itu tergantung pada dirinya.Sering-seringlah mengajaknya berbicara.Selalunya saat kita berbicara pada orang yang koma,secara tidak langsung otak kita bekerja di bawah alam sadar.Meskipun mereka tidak merespon apa yang kita katakan, setidak-tidaknya mereka mendengar apa yang kita katakan."Kata dokter Jovian sebelum pergi dari tempat itu.


Setelah dokter Jovian pergi, akhirnya Arga ambruk ke lantai.Rasanya jiwanya terlepas dari raganya.Tubuhnya menjadi lemah.Akhirnya dia menangis tergugu-gugu disitu kerana tidak mengetahui keadaan Quen bisa separah itu.Tak ayal juga menyalahi dirinya sendiri kerna sudah berbuat kejam kepada istrinya waktu masa lalu.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2