
Arga merenung jauh keluar jendela sembari menghela napas panjang.Dia mengangkat tubuh Quen dari atas ranjang dan lalu meletakkan diatas sofa empuk yang sudah disiapin khas buat mereka berdua disaat bersantai-santai seperti ini balkon kamar mereka.
Balkon ini terus menghadap ke arah laut yang terbentang luas.Segala keindahan alam dapat dilihat dari atas balkon ini, termasuklah dapat melihat matahari terbenam di ufuk barat.
"Sayang,sekarang kita istirehat di balkon yah.Udara pagi ini amat nyaman dan dingin sekali.Bagus untuk aliran pernapasan kamu dan juga kesehatan kamu."Ucapnya lalu mengelus pipi Quen dengan lembut sebelum melabuhkan kucupan hangat pada dahi wanita yang dicintainya itu.
"Dulu aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.Dulu aku menikmati kebahagiaan sesaat.Bahagia kerana merasa bodoh dengan cinta yang tidak pernah aku gapai sebelumnya.Jika dulu aku mengatakan iya nya cinta,maka aku salah.Kerana dulu itu bukan cinta yang sesungguhnya.Iyanya adalah obsesiku terhadap sesorang lalu memberikannya apa-apa saja tanpa peduli memperjuangkan banyak hal asalkan uang jadi taruhan segala-galanya.Sekarang meskipun aku memiliki banyak uang,semuanya cuma sia-sia jika tidak bisa membuat kamu sadar kembali dari koma kamu."
Kemudian Arga menyugar rambut panjang milik dengan celahan tangannya.Similir angin berhembus lalu menerpa rambut panjang wanita itu sehingga poninya jatuh ke dahi sehingga menambahkan efek cantik dari wajah istrinya.Arga sempat terpaku.Dadanya bergetar hebat.Saat dia bersama-sama Quen dia selalu membandingkan wanita itu dengan mantannya.
"Ck!Aku jahat sekali.Mengapa harus aku membandingkan kamu dengan wanita iblis itu."Gumannya tanpa sadar.
"Sayang,apa kau mau tau.Vila ini ku beri nama sempena nama kamu.Vila Quen Albrich.Cantik gak namanya.Iya,iyalah.Masa gak cantik.Pemilik namanya aja udah cantik,masa vilanya gak cantik.Semuanya sesuai dengan citarasa kamu,sayang."Kata Arga lalu membawa tubuh Quen kedalam pelukkannya.
__ADS_1
"Sayang,kapan kamu mulai sadar.Apa kam gak pernah bosan seperti ini terus? Bangunlah sayang.Aku mohon.Aku mau Quen ku ceria seperti kali pertama aku melihat dia lima tahun lalu sebelum dia menjadi pembantu rumah di kediaman Aldeberght.Kau tau aku pernah menyukaimu sejak kali pertama kita ketemu.Waktu itu aku pikir kamu adalah tamu mama.Tapi setelah mengetahui kamu datang ke keluarga ku lalu menjadi seorang pembantu,aku pikir kamu memiliki siasat yang lain.Aku semakin tidak menyukai ku,disaat kamu dan mamah merencanakan sesuatu untuk memisahkan aku dengan Vio.Namun akhirnya aku sadar setelah kamu pergi.Mama menceritakan semuanya kepadaku.Tapi semuanya sudah terlambat.Dan aku tidak pernah menemui kamu lagi sejak kamu mengirimkan surat cerai itu melalui Pak Billy."Arga menarik dan menghembus nafasnya berkali-kali.Ada rasa sesak menghimpit dadanya.
"Sayang,aku tidak pandai merayu sesorang dengan tulus.Meskipun dulu aku pandai mengombal,tapi semuanya itu palsu.Akuntidak pernah menganggap apa yang ku ucapkan itu sesuatu yang serius aku ucapkan, meskipun orang itu adalah Vio sekalipun.Kerana dia adalah wanita matre yang bisa dibeli dengan uang.Asal semua itu berkaitan dengan harta dan kuasa,dia tidak akan minta yang lain."
Sekali lagi air matanya sudah bergenang di pelupuk mata.Bersama dengan Quen,membuatkan dirinya mudah rapuh dan patah hati.Dia tidak pernah merasakan begitu hebatnya hubungannya ini dengan Quen sehingga dia sanggup melakukan apa pun demi wanita ini.Contohnya mencari tau asal usul Quen.Siapa dengannya berteman,apa kesukaan wanita itu malah hal-hal yang kecil juga dia ambil peduli.
"Quen,aku tidak pernah mengharapkan lebih dari kamu.Tapi seandainya diberi peluang sekali lagi,aku mohon terimalah kata maaf ku.Maaf kerana pernah menyakiti hatimu suatu masa lalu.Aku mau mencipta kenangan hebat dan manis bersama-sama kamu.Mengharungi rasa getir dan pahit bersama-sama kamu.Yang penting,semuanya haruslah ada kamu disini.Aku mau orang pertama mengucapkan selamat pagi disaat kamu membuka mata.Orang pertama yang mengucap selamat malam disaat hari sudah malam."Guman Arga lagi dengan deraian air mata.
Di sisi yang lain.Mimpi panjang Quen yang masih dibawah alam ketidaksadarannya.
Saat ini dia sedang berjalan di sebuah taman bunga yang indah dan berjalan tanpa alas kaki serta berjalan diatas rerumput yang amat memanjakan telapak kakinya.
Di hujung taman dia melihat sosok pria berjubah putih gading yang sedang berdiri mematung di depan danau seraya mengeluarkan segala unek-unek di dalam hatinya.Seakan-anak membaca puisi pilu yang ditujukan kepada si cinta hatinya.
__ADS_1
"Suaranya begitu merdu didengari oleh telingaku.Tetapi mengapa dia begitu sedih sekali.Apakah yang mengganggu pikirannya.Kepada siapakah jiwanya merana.Dan mengapakah dia begitu menderita?"
Tanpa sadar Quen meneteskan air matanya.Kata-kata pria itu benar-benar membuatkan hatinya teriris pilu sehingga dia dapat merasakan segala kepedihan dan kesedihan pria itu.
"Sayang,kembalilah.Aku mohon.Aku amat mencintaimu.Aku tidak bisa hidup tanpa mu.Jantungku,hatiku,jiwaku dan ragaku semuanya milikmu."
Dan tanpa sadar seperti namanya dipanggil dan dirayu-rayu oleh pria yang menyedihkan itu sehingga dia melebarkan langkah kakinya mendekati pria itu dan kemudian memeluknya.
Alam ketidaksadaran Quen berakhir dengan memeluk dan terisak di dakapan pria yang tidak dikenalinya.Namun aroma samar-samar dari tubuh pria itu seakan-akan benar-benar dikenalinya.
Matanya yang begitu dipejamkan saat menangisi pria itu akhirnya terbuka dengan pelan-pelan.
"Aku disini.Kamu jangan menangis lagi."
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...