Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Penjaga Keamanan Perusahaan


__ADS_3

Brak!


Tanpa kesulitan, Sam berhasil membuka pintu dengan satu kali dobrak. Keahliannya dalam membobol pintu sungguh terlihat luar biasa, sehingga para penjaga keamanan yang berada di dalam ruangan menjadi terkejut dan bingung.


Suasana yang tadinya riuh dengan suara tawa dan kegembiraan kini berubah menjadi sunyi senyap, ketika Sam dengan sigap masuk ke dalam ruangan tersebut.


Para penjaga keamanan terkejut dengan kemampuan Sam yang mampu membobol pintu dengan sangat mudah, tanpa meninggalkan jejak apapun.


"Siapa kalian?" tanya seorang penjaga yang lebih dulu tersadar. Ia melihat 5 orang, dengan 1 orang yang paling mencolok berada di depan. Sepertinya itu adalah pemimpin mereka.


"Untuk apa kalian ada di sini?" tanya penjaga lainnya yang juga mulai sadar. Mereka merasa hal buruk akan terjadi.


Baru saja mereka merasa sangat bahagia dan sedang menikmati kegembiraan, namun sayangnya rasa bahagia tersebut tidak bertahan lama.


Mereka yang tadinya sedang tertawa riang dan membicarakan hal-hal yang membahagiakan, tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan dan kekhawatiran.


"Aku adalah malaikat mautmu. Aku ada di sini untuk mencabut nyawamu," jawab Sam lantang.


Dengan cepat dan tanpa ragu, Sam meluncur maju menyerbu para penjaga yang berada di sana. Dia tak gentar menghadapi dan tampak sangat percaya diri saat bergerak maju.


Tak hanya Sam, empat elit keamanan lainnya pun ikut mengepung para penjaga tersebut. Mereka menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mengatasi masalah ini, menunjukkan keterampilan mereka yang telah terasah dengan baik melalui pelatihan yang intensif.


Para penjaga keamanan di perusahaan tersebut terlihat sangat tidak siap menghadapi serangan yang dilakukan oleh Sam dan timnya.


Mereka tampak kewalahan dan tidak mampu melawan karena kekuatan lawan yang jauh lebih besar dan lebih terlatih. Serangan tiba-tiba yang mereka terima hanya bisa mereka terima dengan pasrah, karena mereka tidak memiliki persiapan apa pun untuk menghadapi situasi tersebut.


Bruk!


Brak!


Suara pukulan dan tendangan yang kencang bergema di seluruh ruangan saat Sam dan anggotanya menyerang para penjaga keamanan dengan kejam.


Para penjaga keamanan terdengar berguling kesakitan dan berteriak histeris karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan serangan tersebut.


"Tidak ada ampun untuk pengkhianat seperti kalian!" teriak Sam dengan nada marah saat ia terus menerjang para penjaga keamanan dengan kekuatan yang luar biasa.


Para penjaga keamanan yang terus menerima pukulan dan tendangan itu hanya bisa merintih kesakitan dan berusaha melindungi diri mereka sendiri.

__ADS_1


Mereka tahu bahwa mereka tidak punya kesempatan untuk melawan dan hanya bisa pasrah menerima nasib mereka.


"He-hentikan," rintih salah satu penjaga kesakitan. Keadaan ia dan penjaga lain tak jauh beda sama sekali.


"To-tolong hentikan," ucap penjaga lainnya.


Namun, Sam dan para elit tak mendengarkan ucapan mereka dan terus bertarung.


Tidak butuh waktu lama bagi Sam dan timnya untuk membuat jatuh para penjaga keamanan di perusahaan tersebut.


Dalam sekejap mata, para penjaga keamanan sudah terkapar dan babak belur di lantai. Sementara itu, Sam dan anggota timnya terlihat segar bugar dan tidak terluka sama sekali.


"Cukup," ucap Sam pada empat penjaga elit. Mereka langsung berhenti. Sam tidak ingin membunuh mereka karena Ansell tidak memerintahkannya.


Kalaupun mereka harus dibunuh, hanya Ansell yang berhak untuk membunuh mereka.


Sam menyadari betul pentingnya menjaga hubungan baik dengan Ansell, karena Ansell merupakan orang yang sangat dihormati dan diandalkan dalam dunia kejahatan.


Sam selalu berusaha untuk tidak menimbulkan masalah dengan orang yang sangat dihormati tersebut.


"Biarkan saja mereka dalam keadaan seperti ini. Jangan bunuh mereka," ucap Sam lagi.


"Si-siapa sebenarnya kalian? Mengapa kalian tidak bunuh kami saja? Penyiksaan ini lebih sakit dari kematian," tanya salah satu penjaga yang masih memiliki sisa tenaga. Ia terbatuk-batuk dan hampir kehabisan napas.


Perutnya terasa nyeri dan tubuhnya mau remuk.


"Ka-kalian te-terlalu kejam dengan musuh. Ja-jangan siksa ka-kami lagi," ucap penjaga lainnya.


"Renungkan kesalahan kalian. Sekarang, kalian angkat kaki dari perusahaan ini sebelum aku berubah pikiran untuk membunuh kalian!" ucap Sam tegas.


Dengan sisa tenaga yang ada, para penjaga di sana berusaha bangkit. Mereka berjalan tertatih-tatih keluar dari perusahaan. Mereka memutari ruangan untuk menghindari bertemu orang lain di perusahaan.


"A-apa sebenarnya kesalahan kita?" tanya penjaga kepada temannya.


"Entahlah. Pa-pasti orang itu sangat dendam pada kita hingga melakukan i-ini," jawab penjaga lain.


Walau belum tahu apa kesalahan mereka, tapi mereka tidak berani melawan lagi. Tenaga dan kekuatan mereka sama sekali tidak cukup. Walaupun mereka tidak terluka, mereka belum yakin bisa mengalahkan Sam dan anggotanya.

__ADS_1


Sambil berjalan, sambil mereka berpikir mengapa mereka sampai bisa dipukuli tanpa ampun.


*


Setelah berhasil membereskan para penjaga keamanan yang mengkhianati Nichole, Sam dan empat elit keamanan lainnya kembali ke tempat semula.


Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan hasilnya kepada Ansell. Ansell yang telah menunggu, mendengarkan laporan mereka dengan serius.


"Tuan, masalah penjaga sudah beres," ucap Sam memberi laporan. Ia bangga bisa menyelesaikan satu masalah untuk Ansell.


"Kerja bagus," Ansell mengangguk ringan.


Sam dan timnya merasa lega mendengar ucapan tersebut, karena mereka tahu betul betapa pentingnya tugas tersebut.


Ia menatap empat elit yang datang bersama Sam. Ia bertanya, "Apakah kalian adalah elit keamanan yang dikirim Reynard ke sini?"


Beberapa dari mereka mengangguk.


Salah satu pemimpin mereka menjawab, "Kami adalah elit keamanan yang dikirim Tuan Reynard ke sini untuk membalas kebaikan atas penyelamatan nyawa jenderal tua."


Sebenarnya para elit merasa bahwa tugas menjaga keamanan perusahaan hanyalah pekerjaan sepele, dan tak sebanding dengan keahlian dan kemampuan mereka.


Sebagai elit keamanan yang handal, mereka terbiasa mengatasi misi-misi berbahaya dan berisiko tinggi.


Mereka khawatir, jika mereka melaksanakan tugas tersebut, mereka akan menjadi sasaran ejekan dan dianggap remeh oleh orang lain. Mereka merasa bahwa menjadi penjaga keamanan perusahaan biasa adalah pekerjaan yang tidak memuaskan.


Menjadi elit bukanlah hal mudah. Mereka melewati latihan fisik yang keras. Bahkan mereka adalah orang-orang terpilih yang menjadi penjaga pribadi Reynard.


Namun, karena Reynard yang mengatakan hal ini, mereka tak bisa menolak. Mereka tetap mematuhi perintahnya walau berat.


"Apakah kalian benar-benar datang ke sini untuk membalas kebaikan? Atau hanya perintah dari Reynard?" tanya Ansell. Setelah mengamati gestur mereka, Ansell tahu mereka enggan menjadi pengikut Ansell.


Apalagi menjadi penjaga perusahaan biasa.


Pemimpin itu tidak menjawab pertanyaan Ansell dan hanya diam. Anggotanya juga tidak berani menjawab.


"Tapi sebenarnya aku tidak suka menyimpan sampah," ketus Ansell. Ia tak ingin mereka berpikir Ansell begitu membutuhkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2