
Kenya dan Hans terbiasa dihormati.
Ketika orang-orang di sekita mereka tahu jika mereka adalah anggota dari Aliansi Axie dan Bivv Group, sikap semua orang berubah drastis.
Mereka semakin dihormati, disegani, bahkan dimuliakan. Padahal, dulunya mereka hanya anggota biasa, tapi sudah mendapat perlakuan seperti itu.
Apalagi sekarang pangkat mereka sudah sedikit tinggi. Tidak hanya orang di sekitar mereka, anggota baru dan rekan-rekan mereka juga selalu menghormati mereka. Bahkan, ada beberapa yang takut dengan mereka.
Kenya dan Hans cukup berpengaruh di organisasi itu. Meskipun kekuatan mereka tidak bisa dibandingkan dengan master tua, tapi mereka masih punya otak yang lebih baik daripada master tua.
Mereka sering melakukan hal-hal licik bersama dan mencapai tujuan yang mereka inginkan. Tak jarang juga mereka mengorbankan rekan sendiri, Yasmin contohnya.
Bagi mereka, yang kuat yang akan dihormati, yang cerdas yang akan disegani. Tidak peduli cara sehat atau curang, yang mereka inginkan hanya mencapai tujuan menjadi orang besar di Aliansi Axie dan Bivv Group.
Kehormatan dan kemuliaan yang biasa mereka dapat tidak ada apa-apanya di depan Ansell. Ansell tak menganggap serius mereka dan meremehkannya.
Walau mereka tahu kekuatan Ansell, tapi mereka tetap tidak akan tinggal diam jika harga diri mereka diinjak-injak. Lagipula, mereka dua orang sekarang.
Dua lawan satu, sepertinya sudah bisa ditebak hasil akhirnya.
__ADS_1
Hans yang masih mengepalkan tangan, melangkah maju menghadap Ansell dengan angkuh. Ia berkata, "Aku akan mengetes seberapa mampu kau melawanku. Jangan kau pikir aku tak punya kekuatan."
Dengan berani, Hans menantang Ansell. Harga dirinya terasa lebih berharga daripada nyawanya sendiri. Ia tetap akan melawan Ansell padahal tahu kekuatan Ansell.
Sedangkan Yasmin yang masih bersembunyi di belakang Ansell semakin gemetar ketakutan. Ia tahu kekuatan Hans dan pernah melihatnya bertarung.
Walau berdasarkan informasi yang ia dapat Ansell adalah pria yang kuat yang bisa membunuh master tua peringkat dunia, tetap saja Yasmin khawatir dengan keselamatan Ansell.
Jika Ansell tidak selamat, maka ia akan menderita lebih parah lagi.
"Ansell, jangan gegabah. Kau tidak boleh melawannya. Lebih baik kita pergi dan bersembunyi sekarang," ucap Yasmin memperingatkan Ansell.
"Ternyata kau begitu mengkhawatirkanku," ucap Ansell tersenyum dingin. Ia sudah bisa menebak maksud dan tujuan Yasmin. Ansell tak sebodoh itu menghadapi wanita seperti Yasmin.
Yasmin yang tidak merasa sedang disindir, ia malah kegirangan dan berpikir Ansell mau mendengarkannya, "Ya, benar, aku sangat mengkhawatirkanmu. Kalau begitu lebih baik kita kabur sekarang, ya?"
"Jangan banyak bicara!" ucap Hans yang tidak tahan dengan perbincangan mereka. Ia mengumpulkan kekuatan dan menerjang ke arah Ansell.
Dengan sigap, Ansell mendorong Yasmin menjauh darinya.
__ADS_1
Ia mengeluarkan pisau yang ada di lengan bajunya dan dengan santai melemparkan ke arah Hans yang sedang berlari ke arahnya.
"Apa? Kau membawa senjata?" teriak Hans marah. Ia segera menghindari pisau dan terjatuh ke samping karena larinya yang begitu kencang.
"Untungnya aku masih bisa menghindar. Hanya itu kekuatanmu?" napas Hans memburu karena ia menghindari serangan mendadak.
"Reflekmu cukup bagus, tapi matamu sepertinya agak rabun," sindir Ansell. Ia terkekeh kecil dan memegang sebuah garpu di tangannya.
Hans tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang dingin di lengan kanannya. Ia langsung melihat dan menyadari jika garpu Ansell sudah menembus bajunya.
"Kapan kau melempar garpu?" teriak Hans segera membuang garpu itu. Untung saja ia tidak terluka.
Tadi ia sangat yakin jika Ansell hanya melempar pisau. Tidak ada benda lain di tangan Ansell. Bagaimana bisa garpu tiba-tiba menancap di lengan bajunya?
Ansell benar-benar membuatnya malu. Ternyata bukan benda tajam yang tak bisa Hans hindari, tetapi hanya peralatan makan.
"Ah, sekarang aku ingin melempar garpu lagi," ucap Ansell, kali ini memberitahu pergerakannya. Dengan lihai dan santai, satu garpu melayang ke arah Hans.
Hans masih tercengang dan tidak sadar situasi. Dia terdiam di tempat melihat garpu terbang itu. Sedangkan Kenya yang lebih dulu sadar segera mendorong Hans agar garpu tidak mengenai tubuhnya.
__ADS_1
Namun sayang, seperti bisa berbelok, garpu Ansell tetap tak bisa dihindari, bahkan memberi luka yang dalam di wajah Hans.