Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Kehilangan Satu Botol Anggur


__ADS_3

Semua orang kaget karena Ansell membiarkan Thalia bertarung padahal ia adalah seorang wanita.


Namun, mereka lebih kaget lagi karena Thalia tidak menolaknya. Padahal, Thalia yang mereka kenal adalah wanita anggun yang lemah lembut. Thalia juga selalu baik pada pelanggannya.


Thalia sosok wanita sempurna.


Mereka tidak pernah membayangkan jika Thalia jago bertarung. Tidak ada bawahan Ansell yang tidak bisa bertarung.


"Nona Thalia, jangan mempermalukan kami. Kami ini pria sejati, tidak mungkin memukul wanita," ucap pengawal James tidak terima jika harus melawan seorang wanita.


"Benar. Kami juga masih menghormati Anda karena Anda adalah wanita Tuan James," imbuh pengawal lainnya.


"Aku bukan wanita James! Cepat maju kalian!" ucap Thalia lagi, sudah siap dengan kuda-kudanya. Keinginan bertarungnya semakin tinggi karena jengkel mendengar ucapan pengawal.


"Nona, kami sudah bilang tidak ingin melawan Anda. Lebih baik Anda duduk dan biarkan kami melawan pria itu!" ucap pengawal menunjuk Ansell.


"Kenapa? Kalian tidak cukup kuat untuk melawanku? Apakah kalia juga sampah sama seperti James?" tanya Thalia yang keputusannya tidak bisa diganggu gugat lagi. Ia mengabaikan semua yang mereka katakan. Walau ia wanita, ia sudah biasa bertarung.

__ADS_1


Tadinya James masih akan melepaskan Thalia karena rasa sayangnya. Walau Thalia adalah kekasih ayahnya, ia tetap bisa memperjuangkannya.


Namun, sepertinya Thalia benar-benar tak menganggapnya lagi. Ia menghina James lagi dan lagi.


Hal ini membuat James emosi dan membenci Thalia.


"Jangan pedulikan dia wanita atau bukan! Cepat habisi dia! Tunjukkan padanya kalau wanita lebih baik tunduk pada pria!" ucap James yang emosinya tidak bisa ditahan lagi.


Sekarang ambisinya bertambah, yaitu menundukkan Thalia. Ia tak mau menggunakan cara lembut lagi. Semakin ia lembut, semakin ia diinjak.


"Kau maju," ucap pengawal yang terlihat seperti pemimpin.


Lagipula, mereka tidak ingin terlalu kejam dengan wanita.


Namun, Thalia bukan seperti mereka yang masih memiliki rasa kasihan. Tanpa ragu, Thalia langsung mengambil botol anggur dan menghantam pengawal itu dengan botol.


Serangan mendadak Thalia tidak masuk dalam perhitungan pengawal itu. Penerangan yang remang-remang juga membuatnya tak menyadari jika Thalia sedang memegang botol anggur. Pengawal tak sempat lagi menghindar karena jarak mereka sudah terlalu dekat.

__ADS_1


Karena hantaman yang keras, kepala pengawal itu langsung menyemburkan darah. Bahkan karena terlalu keras, botol anggur itu sampai pecah.


Orang-orang yang menonton terkejut. Thalia yang selama ini mereka anggap sebagai wanita anggun dan lembut, ternyata bisa memiliki hati yang begitu kejam.


Ia tak memberi ampun pada lawannya sedikitpun.


Para pengawal lain juga kaget. Melihat dari pergerakan Thalia, mereka menyadari bahwa Thalia mungkin adalah seorang master.


Mereka terlalu meremehkan Thalia.


"Thalia, sayang sekali kau harus kehilangan sebotol anggur. Padahal anggur di barmu ini cukup enak. Sangat sia-sia menghabiskan itu padanya," ucap Ansell menyayangkan. Ia menonton pertunjukan yang seru itu sambil bermain ponsel.


Thalia tersenyum. Ia puas melihat serangannya tepat sasaran. Thalia menjawab, "Tenang saja. Aku masih memiliki banyak stok anggur. Kau bisa minum sebanyak yang kau mau. Satu botol saja tidak akan membuatku rugi. Walau memang sia-sia jika itu hilang karena mereka."


James membelalak lebar. Pengawalnya bisa dikalahkan Thalia hanya dengan satu serangan. Ia tahu kekuatan setiap pengawalnya. Apalagi yang ia bawa adalah pengawal elit.


"K-kau, bagaimana kau bisa mengalahkannya? Kau curang! Kau memakai senjata!" ucap James tidak terima.

__ADS_1


Ansell tertawa kecil melihat James.


"Kau sangat beruntung karena Thalia yang menghajar pengawalmu. Jika itu aku, mungkin kalian sudah mati!" ucap Ansell tersenyum.


__ADS_2