Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Segepok Uang


__ADS_3

Ansell memikirkan kira-kira James berasal dari keluarga mana. Jika mereka sangat berani muncul di permukaan, kemungkinan besar keluarga itu tidak terlalu hebat di dunia gelap.


"Apa kau tahu siapa keluarganya?" tanya Ansell.


"Sebenarnya bukan rahasia umum lagi. Tapi jika kau belum tahu, aku tidak bisa memberitahumu. Dinding bar ini berbicara," jawab Vony.


Ia menambahkan, "Tapi aku akan memberimu petunjuk. Keluarganya memegang saham terbesar di salah satu organisasi yang juga terkenal."


Ansell mengangguk. Ia akan mencari informasi tentang James nanti. Sambil mendengarkan ucapan Vony, Ansell juga tetap mendengarkan obrolan Thalia dan James.


"James, apa kau tahu tentang bisnis yang baru buka di wilayah selatan?" tanya Thalia dengan suara berbisik. Masih ada orang lain di sekitar mereka. Thalia tidak ingin mereka mendengarnya.


James sadar wanita-wanita itu belum pergi dari tempatnya, karena itu Thalia berbisik. James pun mengusir mereka, "Kalian ingin pergi sendiri atau diantar pengawalku?"


James mengancam mereka.


Para wanita itu pun segera pergi. Mereka tahu pengawal James sangat mengerikan. Mereka tidak pandang bulu sedang berhadapan dengan siapa. Baik pria atau wanita, mereka tetap kejam.

__ADS_1


Setelah memastikan para wanita itu pergi James menjawab pertanyaan Thalia, "Bisnis di wilayah selatan? Aku pernah mendengarnya, tapi aku tidak yakin. Jika kau mau, aku bisa mencarikan informasinya untukmu."


"Terima kasih," jawab Thalia dan tersenyum manis. James adalah ladang informasi gratis untuk Thalia.


"Jangan sungkan. Aku akan melakukan apa pun untukmu," jawab James. Ia malah senang jika Thalia meminta bantuannya. James merasa ia menjadi prianya Thalia jika Thalia sedang membutuhkannya.


Ansell yang masih duduk bersama Vony dihampiri oleh pelayan bar karena melihat anggur yang dibawa Vony tadi sudah habis.


"Tuan, apakah Anda ingin memesan sesuatu?" tanya pelayan itu ramah. Ia memegang beberapa lembar menu karena melihat Ansell adalah orang baru.


Namun, Ansell hanya melambaikan tangannya. Pelayan itu pun membungkuk sedikit dan segera ingin pergi. Masih banyak pelanggan lain yang harus ia layani.


"Ya, Nona?" ucap pelayan itu membalikkan tubuh. Ia tersenyum ramah menanggapi panggilan Vony.


"Apa kau bisa membantuku menyampaikan pesan pada Nona Thalia?" tanya Vony pada pelayan. Ia kembali memakai embel-embel nona. Jika tidak, pelayan itu akan menganggap Vony tidak sopan pada bos mereka.


"Tentu saja," jawab pelayan itu tidak keberatan. Ia sudah sering mendapat pesanan seperti ini.

__ADS_1


Vony pun mulai membisikkan sesuatu pada pelayan. Ia berpikir Ansell tak bisa mendengarnya. Padahal dengan kekuatannya, Ansell bisa mendengarnya dengan mudah.


"Kalau begitu terima kasih," ucap Vony setelah selesai. Ia melirik Ansell yang sedang sibuk melihat sekeliling bar. Vony menghela napas lega, bersyukur karena Ansell bukanlah orang yang kepo.


Saat pelayan itu akan pergi, Ansell menahannya, "Tunggu."


"Ya, Tuan?" ucap pelayan itu.


Ansell mengeluarkan segepok uang untuk pelayan itu. Ia berkata, "Tolong beritahu Thalia bahwa aku datang. Katakan padanya namaku adalah Ansell."


Pelayan itu langsung menerima uang dengan bahagia. Jarang sekali ia bisa beruntung seperti ini. Orang yang mencari Thalia memang selalu royal.


"Tentu saja, Tuan. Aku akan langsung menyampaikannya," ucap pelayan itu langsung pergi menjalankan perintah Ansell.


Vony terkejut melihat Ansell mengeluarkan banyak uang dengan mudah. Ia agak menyesal karena tak memberi kesan baik pada Ansell.


"Apakah kau ingin merebut wanita milik James?" tanya Vony.

__ADS_1


Ansell tersenyum, "Jika Thalia tahu aku yang datang, ia pasti akan menemuiku."


__ADS_2