
Ansell melihat wajah Teo sudah memerah. Tangannya mengepal dengan erat. Namun, orang tua di belakang Teo tetap berwajah datar.
Ansell pernah bertemu dengan pria tua itu. Ansell tahu jika pria tua itu sedang menyelidikinya. Namun ia terlalu ceroboh sampai Ansell bisa menemukannya.
"Apakah dia adalah mata-mata kepercayaanmu?" tanya Ansell pada Teo, walau ia sudah tahu jawabannya. Ansell hanya ingin mengetes seberapa peka pria tua itu.
"Penglihatan dan penilaianmu sangat tepat," jawab pria tua di belakang Teo itu. Ia sudah memasang sikap bersedia, kalau-kalau Ansell akan menyerang.
Sebagai mata-mata kepercayaan, pria tua itu tentu sudah tahu Ansell. Ia pula yang selalu turun tangan jika sudah menyangkut dengan Ansell.
Selain menjadi mata-mata, kekuatan bertarungnya tidak bisa diremehkan. Ia berpikir kekuatannya berada di atas Ansell. Namun, ia tak ingin meremehkan Ansell seperti master tua.
Karena itu, ia sangat berhati-hati terhadap Ansell.
"Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau menyelidiki kami?" tanya Teo panik. Padahal pria tua itu terlihat biasa saja.
"Bukankah kau sudah dengar jika penglihatan dan penilaianku sangat baik?" Ansell malah bertanya balik yang membuat Teo malu.
__ADS_1
Teo pun terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi.
"Tuan Teo, apa kau sudah tahu jika Aliansi Axie mendekatiku?" tanya Ansell yang membuat Teo terkejut.
Belum reda keterkejutannya karena Ansell tahu pria tua di belakangnya adalah mata-mata, sekarang Ansell malah mengatakan Aliansi Axie mendekati Ansell.
"Apa maksudmu?" tanya Teo bingung.
Jika Aliansi Axie memang mendekati Ansell, bukankah artinya tujuan mereka bertentangan? Teo datang ke sini untuk membalas dendam, tapi Aliansi Axie malah mendekati Ansell. Lalu, untuk apa dia datang ke sini?
"Aku lupa statusmu tidak tinggi di Aliansi Axie. Tentu saja kau tidak tahu hal ini. Hanya orang-orang tertentu yang tahu. Benar, kan?" tanya Ansell, merujuk pada pria tua di belakang Teo.
Melihat pria tua yang hanya diam, Teo semakin bingung. Apakah yang dikatakan Ansell benar?
Ansell tersenyum tipis melihat musuhnya terdiam. Ia tahu dirinya tak terbantahkan. Ansell pun semakin membuat panas suasana.
"Selain itu, aku juga tahu rahasia Bivv Group. Apa kau ingin tahu satu?" tanya Ansell mencoba memancing Teo.
__ADS_1
Teo penasaran setengah mati tentang rahasia itu, apalagi ini adalah Bivv Group. Namun, ia tidak berani menjawab karena ada pria tua itu. Teo takut pria tua itu akan melaporkannya.
"Tapi aku tidak akan memberitahumu dengan gratis. Lalu, bagaimana dengan informasi ini? Bivv Group baru saja melukai dua orang anggotanya. Apa kau tahu?" tanya Ansell lagi memancing Teo.
Teo benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan Ansell. Teo ternyata tidak tahu apa-apa tentang Bivv Group. Situasi ini semakin membuatnya tertekan.
"Ck, ck. Aku sangat prihatin denganmu. Kau ini hanya pion yang digunakan Aliansi Axie untuk mencapai tujuan mereka. Jika kau sudah tidak berguna, maka kau akan dibuang," ejek Ansell. Ia menyilangkan tangan dengan angkuh.
Teo merasa malu, tapi ia tahu Ansell tidak mungkin berbohong. Tentang Aliansi Axie yang mendekati Ansell dan Bivv Group yang melukai dua orang, pasti hal ini benar.
Namun, tentang dia yang hanya dijadikan pion, sepertinya tidak perlu diperjelas.
"Apakah yang dia katakan benar?" tanya Teo pada pria tua di belakangnya. Ia tidak siap mendengar jawaban pria tua.
Pria tua itu menarik napas ringan dan mengangguk, mengiyakan pertanyaan Teo, "Itu benar. Semua yang dia katakan benar."
Kaki Teo langsung lemas. Pria tua mengatakan 'semua' benar. Artinya, Teo memang tidak berarti apa-apa untuk Aliansi Axie.
__ADS_1
Sedangkan Harry yang sejak tadi diam, menatap mereka dengan curiga.