
Sam dan para elit sudah berganti pakaian. Mereka mengambil seragam di divisi keamanan. Mereka juga sudah memiliki ruang keamanan tersendiri.
"Wah, kita terlihat gagah memakai seragam ini," ucap Sam bangga. Walau pakaian ini lebih terlihat seperti satpam, tapi ia tak merasa malu.
Namun, reaksi para elit berbeda dengannya.
Para elit yang biasanya memakai jas atau setelan hitam gagah, kini mereka harus memakai seragam penjaga biasa. Harga diri mereka benar-benar hancur.
Mereka bahkan tak berani melihat cermin.
"Apa kalian tidak senang dengan seragam baru ini?" tanya Sam memperhatikan raut wajah mereka. Walau ia sudah tahu jawaban mereka, tapi ia tak ingin anggotanya terus memikirkan tentang pakaian.
"Tidak, tidak. Kami tidak berani tidak senang," jawab pemimpin buru-buru. Ia tak ingin menyinggung Ansell lagi jika mengeluh tentang pakaian.
Apalagi, ia tahu jika Sam adalah dokter jenius. Selain medis, ia juga ahli dalam bertarung. Jika tidak, tidak mungkin Ansell menjadikannya kapten mereka.
Ansell pasti punya penilaiannya sendiri.
"Bagus kalau begitu," jawab Sam mengangguk dan tersenyum.
Tak lama, ia melihat Ansell dan Nichole berjalan keluar dari perusahaan. Ia segera menyapa mereka dengan hormat.
"Selamat malam, Tuan, Nona," sapa Sam sambil membungkuk hormat.
"Selamat malam, Tuan, Nona," ucap para elit yang juga ikut menyapa. Mereka membungkuk hormat.
Ansell mengangguk ringan.
__ADS_1
Sedangkan Nichole mengerutkan dahinya dan bertanya, "Ansell, apakah mereka adalah penjaga baru?"
"Benar. Mereka akan menjagamu dan perusahaan ini," jawab Ansell tersenyum lembut.
"Ah, begitu. Memangnya ada apa dengan penjaga yang lama?" tanya Nichole polos.
Ansell terdiam sejenak sebelum menjawab, "Mereka adalah pemberian dari Reynard karena aku telah menyelamatkan ayahnya. Aku tidak mungkin menolak."
Nichole mengangguk seolah ia tidak tahu.
Sebenarnya, Nichole sudah sadar sejak awal. Ia langsung teringat penculikan yang pernah ia alami. Ia berpikir penculikan itu tidak masuk akal karena penjagaan di sini sangat ketat.
Selain orang dalam perusahaan, Nichole yakin penculikan itu juga melibatkan penjaga keamanan perusahaan.
Nichole tersenyum senang melihat Ansell yang selalu menjaganya dalam diam. Ansell tak pernah mengatakan ia akan melakukan banyak hal untuk Nichole.
"Baiklah, ayo kita pergi," ucap Nichole semakin erat menggandeng tangan Ansell.
Saat Ansell dan Nichole tiba di luar perusahaan, mereka melihat empat mobil hitam terparkir rapi.
Ansell memiliki firasat jika orang-orang itu tidak baik.
Tak lama, seorang pria botak turun dari mobil. Ia memakai setelan jas hitam rapi. Dari mobil lainnya juga turun para bawahannya.
Ansell memperhatikan mereka satu per satu. Ia melihat plat dan beberapa tanda di mobil mereka. Ansell juga sudah mengetahui bahwa ada tanda pengenal di tubuh mereka.
"Siapa kau? Apa kau juga dari perusahaan ini?" tanya si botak melihat Ansell dengan sinis.
__ADS_1
Ansell mengerutkan dahi, "Seharusnya aku yang bertanya kau siapa. Apa tujuanmu datang ke sini?"
"Bukan urusanmu," jawab pria botak ketus. Ia melihat tubuh Ansell yang lebih kecil darinya. Ia juga tak merasakan aura kekuatan dari Ansell.
Karena itu, ia meremehkan Ansell.
"Kalian datang dengan tidak sopan dan masuk tanpa izin. Kalian pikir kalian siapa?" ucap Ansell dingin. Nichole sudah berlindung di balik tubuhnya.
"Kau tidak berhak tahu siapa kami. Kau yang bukan siapa-siapa!" teriak si pria botak.
"Apa kalian menganggap perusahaan ini akan diam saja karena kalian menerobos masuk? Akui kesalahan kalian dan berlutut, setelah itu aku akan membiarkan kalian pergi," ucap Ansell lagi. Ia akan mengusir mereka dengan cara ini.
Ia tahu mereka pasti mengincar Nichole.
"Hei, kau terlalu sombong! Jika kau tahu siapa kami, kau akan mati berdiri!" teriak bawahan si botak yang tidak suka melihat kesombongan Ansell.
Ansell hanya terkekeh melihatnya.
Si botak semakin panas melihat Ansell menertawakannya. Ia mengangkat tangan dan berkata, "Masuk! Bawa Nichole pergi!"
Nichole yang berada di belakang Ansell semakin merasa takut. Trauma penculikan yang sebelumnya ia alami belum hilang sepenuhnya.
Sekarang, sekelompok orang ingin membawanya pergi dengan paksa lagi. Ia merasa de javu dengan ketakutan ini.
Namun sebenarnya, hal ini sangat berbeda dengan penculikan itu. Sekarang Nichole sedang bersama Ansell. Jadi, Ansell tidak mungkin membiarkan Nichole dibawa begitu saja.
"Tenang, Nichole. Penjaga keamanan kita yang baru akan menyelesaikan mereka," ucap Ansell menenangkan Nichole.
__ADS_1
Sebenarnya ia bisa saja melawan mereka sendiri. Namun, ia tidak ingin melakukan itu di depan Nichole.