
Ansell menghela napas pelan. Ternyata hal inilah yang dipikirkan Nichole.
Bagi orang biasa seperti Nichole, Aliansi Laut Langit memang terlihat begitu mengerikan. Mereka terkenal sebagai penjahat yang kejam dan bagi beberapa orang sebagai malaikat terbaik.
Ansell berkata, "Jika mereka tidak mudah diganggu, maka suamimu ini lebih tidak bisa diganggu."
Nichole tersipu mendengar ucapan Ansell. Mereka belum benar-benar menikah, tapi Ansell sudah mengatakan seperti itu.
"Kau jangan main-main. Seriuslah dalam masalah ini," ucap Nichole memukul manja lengan Ansell.
Ansell berpura-pura kesakitan, mengimbangi candaan Nichole, "Ah, sakit sekali."
"Sudah cukup," ucap Nichole. Wajahnya kembali berubah menjadi serius lagi. Nichole tetap mengkhawatirkan Ansell. Baginya, Ansell adalah segalanya. Ia tidak ingin lagi kehilangan Ansell selama bertahun-tahun.
"Ansell, Aliansi Laut Langit ini sangat berbeda dengan paman keduamu. Mereka memiliki relasi yang sangat luas. Orang-orang di dalamnya juga begitu loyal. Aku sangat takut mereka akan mengejarmu dan menjebakmu lagi," ucap Nichole lirih. Ia menghela napas panjang.
Kemudian, ia melanjutkan, "Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi. Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kali. Tolong jangan anggap remeh masalah ini. Sepertinya kita sudah terlalu menyinggung mereka tadi. Kita harus meminta maaf agar mereka tidak dendam."
__ADS_1
Hati Nichole begitu polos. Walau bisnis itu licik, tapi dunia hitam seperti Aliansi Laut Langit lebih gelap dibandingkan yang pernah dilewati Nichole.
Kalau pun mereka minta maaf, Aliansi Laut Langit tidak akan melepaskan mereka begitu saja. Namun, itu tidak akan terjadi karena Ansell sudah berbeda sekarang.
Ansell cukup kuat untuk melawan mereka. Bahkan, ia tak perlu ragu dengan kekuatannya. Aliansi Laut Langit juga sudah tahu Ansell. Mereka tidak akan merugikan diri sendiri dengan mencari masalah dengan Ansell.
"Nichole, percaya padaku. Aku tidak akan melakukan hal yang melewati batas. Tenang saja. Semua akan baik-baik saja," jawab Ansell menenangkan Nichole. Saat ini ia hanya bisa mengucapkan kata-kata. Nichole belu:m waktunya tahu tentang kekuatannya.
"Baiklah. Aku akan percaya padamu seperti biasa. Tapi jangan kecewakan aku," ucap Nichole setuju dengan Ansell.
"Tentu saja," Ansell tersenyum hangat.
"Terima kasih," ucap Ansell pada pelayan.
"Selamat makan," ucap Nichole tersenyum manis. Suasana hatinya sangat bahagia sekarang. Hal-hal yang paling ia rindukan dengan Ansell, satu persatu mulai mereka lakukan lagi.
"Jangan pikirkan tentang Aliansi Laut Langit lagi, ya?" ucap Ansell mengelus pipi Nichole. Nichole mengangguk patuh.
__ADS_1
Mereka menikmati makan malam dengan bahagia. Ini adalah malam paling membahagiakan setelah bertahun-tahun mereka berpisah.
"Nichole, aku akan membayar dulu. Tunggu sebentar, oke?" ujar Ansell dan berdiri. Ia berjalan dengan tubuh tegap dan menaikkan sedikit lengan bajunya.
*
Tak butuh waktu lama untuk tiba di kasir.
"Nona, aku ingin membayar bill di meja C-12," ucap Ansell pada pelayan.
"Baik, Tuan. Aku akan mengecek terlebih dahulu," jawab pelayan itu. Ia mengambil beberapa buku dan mengecek komputer.
"Mohon, maaf, Tuan. Tagihan untuk meja C-12 sudah dibayarkan oleh seorang tamu," ucap pelayan itu setelah selesai mengecek.
"Benarkah? Siapa?" tanya Ansell yang sedikit terkejut.
"Nona tersebut meninggalkan sebuah catatan untuk Anda," pelayan memberikan catatan kecil pada Ansell dari tamu wanita yang membayarkan tagihan mereka.
__ADS_1
"Nona tersebut juga mengatakan ingin mengajak Anda duduk," lanjut pelayan memberitahu.
Ansell menerima catatan kecil itu dan membacanya. Ia terkekeh kecil melihat isi kertas itu.