
Seminggu kemudian.
Sudah seminggu berlalu sejak kehadiran utusan dari Bivv Group, yaitu Daniel dan 10 bawahan lainnya. Namun sampai saat ini, kematian mereka masih menjadi misteri. Saat itu, Ansell memang tidak melakukan apapun pada mereka. Ia juga heran mengapa mereka bisa terbunuh dan siapa yang membunuh mereka.
Untungnya, tidak ada orang lain yang melihat kejadian itu. Hari itu hanya ada Ansell dan para elit. Mereka pun tidak bertanya pada Ansell. Sepertinya mereka mengerti keadaan Ansell.
Selama seminggu juga Ansell telah mencaritahu apa penyebab kena mereka. Namun, tak ada petunjuk satupun.
Kematian mereka benar-benar aneh.
Ansell sangat yakin jika ia tak mengeluarkan kekuatan apapun. Ia juga tak merasakan ada kekuatan aneh di sekitarnya pada saat kejadian itu.
"Siapa sebenarnya yang membunuh mereka? Bagaimana mereka bisa terbunuh?" Ansell bertanya-tanya.
Ketika Ansell memeriksa jasad mereka, ia tak menemukan luka luar. Namun, saat Ansell memeriksa tubuh mereka menggunakan kekuatan pengobatannya, Ansell begitu terkejut.
Ternyata seluruh organ dalam mereka hancur.
Bahkan Ansell bergidik ngeri. Ia belum pernah melihat keadaan seperti ini sebelumnya. Ia juga tak pernah mendengar tentang teknik pembunuhan seperti itu.
"Ah, sisa energi mereka juga tidak ada?" Ansell bergumam semakin heran.
Ia tahu mereka merupakan master dengan peringkat 100 besar. Energi kekuatan mereka pasti sangat besar. Walau mereka sudah mati, seharusnya masih ada sisa energi yang bisa dirasakan.
"Bagaimana bisa kekuatan mereka menghilang seolah tak pernah ada kekuatan sama sekali?" Ansell berkutat dengan pikirannya sendiri.
Tidak ada orang yang bisa ia tanyai.
Ia sudah mendekam di kamarnya selama seminggu. Ia tidak keluar kamar sama sekali, bahkan untuk makan atau minum. Anehnya, ia tak merasakan apapun pada tubuhnya.
Ansell seolah bisa menahannya lagi selama sebulan.
Setiap hari, Nichole selalu datang ke kamar Ansell, tapi Ansell tidak mengizinkannya masuk. Ia juga selalu menenangkan Nichole jika ia baik-baik saja.
__ADS_1
Namun, siapa yang akan percaya jika Ansell baik-baik saja setelah seminggu tidak makan atau minum apapun? Mungkin juga ia tidak cukup tidur selama seminggu ini.
"Ansell, aku mohon makanlah walau hanya sedikit. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu," ucap Nichole memohon, seperti pagi sebelumnya.
"Aku akan keluar hari ini, Nichole. Kau bisa pergi kerja dengan tenang," jawab Ansell, yang tak pernah diduga Nichole.
Di luar kamar, mata Nichole berbinar mendengar jawaban Ansell, "Ansell, apakah itu benar? Kau berjanji padaku?"
"Ya, aku berjanji padamu," jawab Ansell.
"Kalau begitu aku akan menunggumu," ucap Nichole, yang tak lagi mendapat jawaban dari Ansell.
Tidak hanya kematian orang-orang itu yang aneh, Ansell juga tak dapat membohongi diri jika ia pun merasakan keanehan pada tubuhnya.
Salah satunya, ia tidak merasa lapar, haus, atau mengantuk. Kekuatannya seolah bertambah kuat setiap harinya tanpa berlatih.
Ansell hampir gila memikirkan semua ini.
Ansell juga menyadari, Bivv Group tak lagi bergerak.
"Apakah Bivv Group juga menyadari ada yang janggal dengan kematian mereka? Jika begitu, berarti memang benar hal ini tidak wajar," gumam Ansell.
Ansell memejamkan mata, mencoba mengingat kembali kejadian hari itu. Ia berharap dapat menemukan pelaku dalam ingatannya.
Namun, nihil. Ia tak merasakan siapa pun pada saat itu.
"Sepertinya hanya orang itu yang bisa memberiku jawaban," ucap Ansell yakin.
*
Hari ini adalah hari ke-8.
Ansell sudah keluar kamar sejak kemarin. Ia juga sudah makan dengan baik dan mencoba tidur, walau hanya bisa tidur beberapa menit.
__ADS_1
"Ansell, kau akan pergi ke mana pagi-pagi sekali?" tanya Nichole penasaran. Ansell sudah tidak keluar kamar selama seminggu, tapi ia langsung pergi setelah keluar.
"Aku akan menemui teman lama. Tenang saja, tidak akan lama," jawab Ansell tersenyum.
Nichole agak tertegun melihat senyum Ansell. Senyum yang selalu ia rindukan selama beberapa hari ini.
"Baik, jaga dirimu baik-baik," jawab Nichole membalas senyum Ansell.
Hari ini, Ansell akan kembali ke penjara untuk menemui gurunya, yaitu Victor. Setelah dipikir-pikir, sepertinya hanya Victor yang bisa memberikan Ansell jawaban untuk keanehan-keanehan ini.
Ansell tahu Victor sangat jenius dan tahu banyak hal. Karena itu, Ansell begitu mengaguminya. Ia juga lebih kuat daripada Ansell, walau ia tidak terdaftar di peringkat dunia.
*
Di penjara.
Ansell merasakan nostalgia dengan suasana di penjara. Bagaimanapun, ia sudah berada di penjara selama 5 tahun. Ia juga sudah akrab dengan sipir-sipir penjara.
"Wah, G-G, aku tidak menyangka kau akan datang," ucap seorang sipir penjara yang langsung mengenali Ansell. Ia bahkan belum melupakan kode Ansell.
"Ya, aku ingin menemui guru," jawab Ansell sambil menepuk pundaknya.
Beberapa sipir di penjara juga berguru dengan Victor, salah satunya sipir di depan Ansell sekarang. Jadi, Ansell tidak ragu mengatakan hal jujur padanya.
"Ayo, ikuti aku," ucap sipir yang langsung mengerti maksud Ansell.
Tidak sulit untuk menemui Victor. Ia masih berada di sel yang sama seperti terakhir kali Ansell berada di sini.
Victor adalah tahanan dengan kasus pembunuhan. Namun, ia bebas dari hukuman mati dan mendapat hukuman seumur hidup. Ansell tidak tahu pasti siapa yang dibunuh oleh Victor.
Ansell berpikir Victor tidak seharusnya berada di penjara. Pasti Victor memiliki alasan tersendiri untuk membunuh orang. Apalagi ia adalah seorang master. Ia tak akan membunuh orang sembarangan.
"G-G, kau datang," ucap Victor yang langsung menyadari kehadiran Ansell.
__ADS_1