
Kata-kata Ansell di dengar semua orang. Itu benar-benar membuat James malu. Selain malu, ia juga emosi.
Ansell bisa membalas ucapannya dengan santai, sedangkan kepala James sudah kepanasan sekarang. James tidak bisa menandingi Ansell.
"Apa katamu?! Coba kau katakan sekali lagi biar ku robek mulutmu!" ucap James dengan wajah yang sudah memerah karena marah. Walau penerangan di bar redup, tapi orang-orang bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Beberapa orang menertawakan James karena kalah telak dari Ansell. Selama ini, ia selalu menginjak-injak orang yang mendekati Thalia. Ia selalu mengandalkan para pengawalnya.
Orang-orang yang selama ini dihadapi James juga selalu kalah. Baru kali ini ada orang yang bisa menang dari James.
Perdebatan ini semakin menarik.
Ansell mengabaikan ucapan James. Ia terlalu malas berdebat dengan lawan yang tidak sepadan. Bisa-bisa James mati dengan mulut berbusa karena menghadapi Ansell.
"Thalia, coba kau sendiri yang kenalkan pria ini padaku. Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi dari mulut sampahnya. Suaranya menyakiti telingaku," ucap Ansell pada Thali, menyindir James habis-habisan.
James tidak sempat melawan lagi karena Thalia sudah berbicara.
"James adalah playboy paling terkenal di sini. Ia memiliki banyak simpanan wanita di tangannya, bukan hanya aku. Ia juga sering tidur dengan banyak wanita yang berbeda. Sepertinya hanya aku yang belum tidur dengannya," ucap Thalia, memperkenalkan James dengan detail, membuat orang-orang yang mendengarnya tercengang.
Para wanita yang berada di sana tertunduk malu. Apa yang diucapkan Thalia benar. Walau James terlihat selalu bersama Thalia, tapi James juga sering menghampiri wanita lain untuk melepaskan hasratnya pada Thalia.
"Selain itu, ia juga pria yang besar mulut. Ia tak bisa bertarung dan hanya bisa menyuruh pengawalnya. Sama sekali tidak layak dianggap seorang pria. Nyali juga hanya sebatas kandangnya. Di luar ini, ia tidak akan berani berbuat apa-apa," Thalia melanjutkan kata-katanya, semakin detail.
__ADS_1
Semakin banyak orang berbisik-bisik tentang James. Mereka baru tahu jika James ternyata lebih buruk dari bayangan mereka.
"Ternyata dia benar-benar sampah. Sepertinya satu-satunya hal yang bisa dibanggakan dari dirinya hanyalah uang. Bahkan, uang itu juga bukan miliknya. Sampah tetaplah sampah," ucap Ansell menertawakan James.
Mendengar itu, James merasa sangat terhina. Tidak hanya Ansell, tapi sekarang Thalia juga tidak segan merendahkannya, "Jangan bicara omong kosong! Kalian berdua sudah siap mati? Katakan padaku kalian ingin mati dengan cara apa?"
Thalia terkekeh, sangat puas melihat reaksi James, "Sebenarnya kau ini melakukan hal yang sangat menggemparkan dunia. Apa kau ingin tahu sesuatu?"
Thalia sengaja menjeda ucapannya.
Semua orang menunggu Thalia kembali bicara, sangat penasaran dengan hal menggemparkan itu.
"Ternyata kau mewarisi romantisme ayahmu. Kau sangat mirip dengannya. Dari wajah, sikap, perilaku, hampir tidak bisa dibedakan. Ayahmu juga memiliki banyak kekasih dan wanita simpanan. Dan diantara para kekasihnya itu, akulah yang paling dia cintai," ucap Thalia mengungkapkan rahasia yang sangat besar.
"Apa? Nona Thalia kekasihnya Ayah James? Aku tidak salah dengar?" kerumunan mulai ramai berbisik.
"Bagaimana jika ayahnya tahu?" yang lain penasaran.
"Nona Thalia benar-benar tak melepaskan anak maupun ayah. Ia wanita penggoda yang sesungguhnya," imbuh yang lainnya.
Vony yang masih berada di sana juga tidak bisa menahan keterkejutannya. Mendekati James saja adalah hal yang sulit baginya, tapi Thalia bahkan bisa mendekati ayahnya.
Ayah James bukan orang sembarangan. Thalia begitu hebat bisa menjadi kekasih yang paling dicintai.
__ADS_1
"James, kau juga terkejut, ya? Apa kau ingin mendengar hal lain lagi?" tanya Thalia memancing.
"Tutup mulutmu!" teriak James, tidak ingin Thalia melanjutkan kata-katanya. Ia tidak sanggup untuk mendengar hal lain.
Namun, Thalia mengabaikan James dan tetap berbicara, "Hahaha, ternyata kekasih ayahmu itu juga diurus oleh anaknya. Kau memang anak yang berbakti. Ayahmu harus tahu jika ia memiliki anak yang baik. Ia berhasil mendidik anaknya."
"Mengapa kau bisa tahu banyak hal? Darimana kau kenal ayahku? Mengapa kau melakukan ini? Kau sudah tahu hal ini sejak awal, kan? Apa kau sengaja merencanakan semua ini?" tanya James. Ia sangat takut jika ayahnya sampai tahu hal ini.
Mengencani kekasih ayahnya adalah hal yang sangat James hindari. Ia sudah tahu tabiat busuk ayahnya dan tidak ingin berurusan dengan itu.
Selama ini ia mati-matian mengejar Thalia dan ingin menjadikannya istri, tapi hampir saja Thalia yang menjadi ibu tirinya.
Otak James beku. Ia tak bisa menerima kenyataan ini dengan cepat. Hal-hal tak masuk akal terjadi begitu saja.
Jika ayahnya tahu James mengejar kekasihnya, apalagi kekasih yang paling dia cintai, mungkin James tidak akan hidup lagi sekarang. Ayahnya bukan orang yang bisa mentolerir hal itu.
"Siapa sebenarnya kau?" tanya James menatap Thalia dengan ngeri. Tubuhnya mulai bergetar.
***
Oke guys, setelah membaca komentar-komentar kalian, author sudah memutuskan untuk upload satu episode perhari lagi🙏🤗
Terima kasih atas saran dan masukannya😍❤️
__ADS_1
Maaf belum bisa membalas komentar kalian🙏🤗