
Pria yang bersama Ansell bernama Royce.
Ia merupakan dosen biasa di salah satu Universitas G. Ansell telah lama mengenal Royce. Royce juga menjadi salah satu orang kepercayaan Ansell.
Oleh sebab itu, Ansell menyerahkan masalah senjata palsu pada Royce karena ia yakin Royce bisa menyelesaikannya.
Selain karena alasan tersebut, sebenarnya Royce bukan sekedar dosen biasa. Penampilan dosen hanyalah alat untuk menutupi identitasnya sebagai algojo.
Di balik layar, Royce adalah algojo yang kejam.
Ia bisa membuat lawan mengaku hanya dengan satu teknik yang disebut 'kutukan'. Ini adalah teknik hukuman Royce yang paling terkenal. Tidak ada yang bisa menahan rasa sakitnya jika Royce sudah menggunakannya.
Namun, Royce tidak selalu menggunakan teknik itu. Dia lebih suka membuat lawan menderita dengan hukuman-hukuman 'kecil'.
Masalah senjata palsu bukan hal yang bisa disepelekan.
Jika kita akan berperang dan ternyata senjata yang kita gunakan palsu, tentu saja musuh akan jauh lebih unggul. Ansell tidak ingin hal ini sampai terjadi karena pasti mengorbankan nyawa banyak orang.
Ia hanya bisa menunda dan memperbaiki sampai peperangan benar-benar terjadi.
*
Ansell sedang dalam perjalanan ke rumah Nichole. Di tengah jalan, ia mendapat pesan dari Thalia.
[Kau terlihat aneh tadi. Apa ada yang salah dengan laboratorium? Kau bisa memberitahuku.]
Ansell membaca dengan tenang dan mengatakan jika tidak ada apa-apa. Kemudian, ia mematikan ponselnya dan melaju menuju rumah Nichole.
*
Ansell masuk ke ruang kerja Nichole yang masih terang. Di tengah malam seperti ini, Nichole terlihat masih bekerja dengan keras. Bahkan, ia tidak menyadari jika Ansell masuk.
Ansell tetap diam dan menatap Nichole untuk waktu yang lama. Wajahnya yang cantik terlihat sangat lelah. Tataan rambutnya juga sudah berantakan, seolah menyatakan ia juga sedang berantakan.
Ketika itu, Ansell bertemu dengan Nichole karena Nichole adalah penyelamatnya.
Dulu, perusahaan Ansell begitu sukses. Ia memiliki banyak mitra bisnis dan sering bekerjasama dengan perusahaan asing. Namun, hal itu membuat Ansell memiliki banyak musuh.
Ia sering dijebak dan selalu menemui pembunuh di tengah jalan. Sampai puncaknya, saat itu Ansell tertembak dan dibuang ke hutan.
__ADS_1
Tidak tahu mengapa Nichole bisa berada di sana, ialah yang menyelamatkan Ansell. Nichole membawanya ke sebuah rumah yang sangat sederhana dan mengobatinya.
Ternyata, Nichole memiliki kemampuan pengobatan. Ia bisa mengeluarkan peluru dan menghentikan pendarahan dengan cepat di tubuh Ansell. Namun, ada yang aneh dengan teknik Nichole. Tetapi Ansell tidak memikirkannya saat itu.
Ansell menghilang selama beberapa bulan dari dunianya. Ia tinggal bersama Nichole di rumah sederhana itu. Pertemuan mereka yang intens menimbulkan benih-benih cinta yang akhirnya membuat mereka sampai bertunangan.
Ketika Ansell kembali ke dunianya, ia memaksa Nichole ikut. Ia tak ingin meninggalkan Nichole sendiri di rumah itu. Ia juga langsung mengumumkan pertunangannya pada seluruh publik.
Kemunculannya yang tiba-tiba serta kabar pertunangannya yang tak pernah diduga, membuat para musuhnya kembali menyusun strategi. Setelah sekian banyak hal yang dilalui Ansell untuk melawan musuh, ia tetap kalah.
Hingga akhirnya, Ansell dinyatakan bersalah dan harus dipenjara selama 5 tahun.
Saat Ansell berada di waktu-waktu terburuknya, Nichole juga tak pernah meninggalkannya. Ia selalu peduli pada Ansell dan membantu mengurus perusahaannya. Sedangkan Ansell yang putus asa di penjara bertemu dengan Victor.
Ia mulai belajar beladiri agar menjadi lebih kuat.
"Akhirnya selesai juga," gumam Nichole sambil merentangkan tubuh. Suara tulang belakangnya terdengar renyah saat ia meliukkan tubuh.
Ketika matanya beralih dari komputer, ia sangat terkejut dengan kehadiran Ansell, "Hah? Ansell! Sejak kapan kau berada di sana?"
Ansell tersenyum dan menghampirinya, "Sejak satu jam lalu."
Nichole terlalu fokus mengurus keuangan perusahaan yang agak berantakan. Mereka telah mendapat bantuan yang besar dari Teo. Namun, karena mereka belum cukup pengalaman dan dana yang mereka dapat terlalu besar, hal ini membuat laporan keuangan kacau.
"Apa kau lelah?" tanya Ansell sambil memijat pundak Nichole.
"Tidak. Apa kau sudah makan? Aku akan memasak untukmu," jawab Nichole yang ingin langsung bangkit dari kursi kerjanya. Namun, Ansell langsung menekannya dan menyuruhnya duduk.
"Malam ini aku yang akan melayanimu," ucap Ansell tersenyum tulus. Ia menggendong Nichole masuk ke kamarnya.
"Ansell, ada apa denganmu?" tanya Nichole heran. Walau Ansell memang tipe pasangan yang romantis, tapi ia jarang melakukannya secara mendadak.
Ansell meletakkan tubuh Nichole di atas kasur dan menatapnya dengan intens, "Pergilah mandi. Aku akan memasak untukmu."
Tanpa menunggu jawaban Nichole, Ansell pergi begitu saja. Nichole yang bingung hanya bisa menghela napas.
Namun, sebenarnya ia merasa bahagia bisa kembali melakukan hal romantis dengan Ansell. Karena kedekatannya dengan Ansell tidak seperti dulu.
Ansell sudah berubah, Nichole juga menyadari hal itu. Ansell menjadi orang yang kuat dan memiliki tanggung jawab besar. Setiap Nichole ingin mengeluh, ia selalu berpikir tentang Ansell yang bekerja keras. Jika mengingat itu, semangat Nichole akan kembali.
__ADS_1
Prinsip itu juga yang membuat Nichole bertahan selama 5 tahun ini.
Nichole melepas kalungnya dan beranjak ke kamar mandi. Tubuhnya sudah sangat lengket sekarang. Rambutnya juga terasa sangat lepek.
Kesibukan Nichole hampir membuatnya menjadi gembel.
*
Ansell memasak dengan bahan apa adanya. Ia membuka kulkas dan memikirkan apa yang harus ia buat dengan bahan yang ada di kulkas. Namun, karena hanya ada sayur dan bawang-bawangan, Ansell akhirnya memilih untuk memasak mi instan.
Ia mulai mengiris semua bahan dan merebus mi. Setelah itu, ia mencampurkan bumbu-bumbu dan sayur yang sudah dia potong.
Tak lama, Ansell merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Ansell tersenyum dan tak perlu menebak lagi jika itu adalah Nichole.
"Aroma masakanmu sangat menggoda. Aku jadi merasa lapar," ucap Nichole, menyandarkan kepalanya di punggung Ansell.
"Siap, Tuan Putri. Aku akan menghidangkannya untukmu," jawab Ansell terkekeh sedikit. Ia mulai mengambil piring dan membagi makanan. Lalu, ia membawa makanan dan minum ke dalam kamar.
Nichole duduk di kasurnya dan melihat Ansell menyiapkan segalanya. Kemudian, Ansell mengambil kursi dan duduk menghadap Nichole.
"Ansell, sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Apakah kau sedang melakukan kesalahan? Mengapa sikapmu seperti ini?" tanya Nichole mulai merasa curiga.
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun," jawab Ansell, tanpa menatap mata Nichole. Matanya fokus kepada mi di tangannya.
Ia mulai mengambil sesendok dan menyuapkannya ke Nichole. Dengan senang hati, Nichole menerima suapan itu.
"Bagaimana? Apakah enak?" tanya Ansell antusias melihat Nichole mengunyah makanannya dengan lahap.
"Tentu saja enak. Lagipula ini adalah mi instan," jawab Nichole terkikik.
"Kau benar," Ansell tersenyum kecut. Tangannya terus memberi suapan kepada Nichole. Sesekali membersihkan noda makanan di bibir Nichole.
"Ansell, lebih baik kau jujur padaku," ucap Nichole yang belum menyerah ingin mengetahui tujuan Ansell.
Ansell tersenyum dan memberi suapan terakhir. Ia menjawab, "Aku tidak pernah membohongimu. Apa yang harus aku katakan?"
Nichole mengunyah dengan cepat dan berkata, "Kau tidak pernah membohongiku, kan? Lalu apa yang terjadi? Apakah kau akan pergi?"
Ansell sedikit membeku. Ucapan Nichole tepat sasaran.
__ADS_1