
"Aku bukan satu-satunya anggota di Aliansi Axie. Master tua itu juga anggota aliansi itu," ucap Yasmin melanjutkan. Ia semakin genit kepada Ansell. Mereka yang tadi duduk dipisahkan meja, sekarang Yasmin menghampiri Ansell dan duduk di sampingnya.
Walau tidak mengatakannya secara langsung, tapi Ansell tahu jika Yasmin mengincar master tua itu. Ia juga tahu sebenarnya master tua itu juga merupakan anggota dari Aliansi Axie.
Hubungan Yasmin dan master tua tidak cukup akur. Ansell ingat pernah mendengar hal ini dari informannya saat ia ingin mencari tahu tentang Aliansi Axie.
"Apa kau juga tahu tentang hal itu? Aku pikir tentu saja kau tahu banyak hal," ucap Yasmin sambil menggandeng lengan Ansell. Ia memperhatikan Ansell lekat-lekat.
Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat ketampanan Ansell dari dekat. Kapan lagi ia akan berada di posisi seperti ini.
"Saat kau membunuh master tua, perasaan ku juga hampir sama seperti musuhnya. Aku merasa hal itu cukup menguntungkan bagiku," ucap Yasmin masih menatap Ansell lekat-lekat. Ia benar-benar candu dengan wajah tampan Ansell.
__ADS_1
Ansell menatapnya balik, tapi tidak peduli dengan raut wajah Yasmin. Walau Yasmin cukup cantik, hatinya tidak semudah itu untuk goyah.
Yasmin sedikit bergetar saat Ansell menatapnya. Ia sudah cukup terkejut dengan ketampanan Ansell saat pertama kali datang. Sekarang, ia bisa menatap wajahnya dengan puas, yang terlihat lebih tampan dari dekat.
"Kau memang tipeku," ucap Yasmin mengedipkan mata genit. Sebenarnya ia melakukan itu untuk menghilangkan kecanggungan.
Sudah banyak pria yang ditemui Yasmin, tapi mereka semua menatapnya dengan penuh hasrat. Namun, Ansell berbeda. Ada rasa nyaman dalama tatapannya, tapi Yasmin juga agak merinding jika semakin dalam menatapnya.
Yasmin menyandarkan kepalanya di bahu Ansell untuk mengalihkan pandangan dan berkata, "Aku akan menyerahkan diriku padamu karena kau telah membunuh master tua. Aku akan melakukan semua yang kau inginkan."
Mata Yasmin sedikit membesar mendengar pujian Ansell. Ia langsung duduk tegak dan berkata, "Kalau begitu, apakah kau ingin menjadi suamiku?"
__ADS_1
Yasmin mengatakan hal itu tanpa aba-aba. Ia tak mempedulikan gengsi untuk meminta Ansell menjadi suaminya. Selain ada kepentingan tertentu, Ansell memang sangat cocok dijadikan pasangan.
Ansell terkekeh kecil dan menjawab, "Kita baru berkenalan 10 menit yang lalu. Kau sudah ingin aku menjadi suamimu?"
"Lalu mengapa? Jika kau mau menjadi suamiku, maka itu tidak masalah. Aku juga akan menjadi istri yang baik bagimu. Kita tidak perlu berkenalan terlalu lama untuk menikah," jawab Yasmin dengan cepat. Ia merasa Ansell tertarik padanya.
Ansell menggeleng dan tersenyum, "Kau begitu yakin? Apa kau mengenalku? Coba sebutkan apa yang kau tahu tentang diriku."
Yasmin mengangkat sedikit kepalanya dan mulai berpikir.
Setelah mendengar berita kematian master tua, Yasmin langsung mencari tahu identitas pembunuhnya. Setelah ia tahu pembunuhnya adalah Ansell, ia sedikit mencari tahu tentang Ansell. Namun, ia tidak mencari tahu lebih dalam tentang Ansell. Hanya ada beberapa hal yang dia tahu.
__ADS_1
Setelah memikirkan hal itu, ia menjawab pertanyaan Ansell, "Ah, aku tahu sesuatu tentangmu. Kau baru saja bebas dari penjara belum lama ini, kan?"
Yasmin mengatakan hal itu tanpa berpikir lebih jauh.