
Wajah Hans tetap datar mendengar jawaban Ansell. Sepertinya ia belum mengerti maksud Ansell yang mengatakan bahwa Bivv Group juga tidak berhak melarang apa yang ingin Ansell lakukan.
Ia berpikir Ansell setuju dengan tawarannya dan mereka akan saling lepas tangan. Namun, bukan itu maksud Ansell sebenarnya.
Karena itu, Ansell melanjutkan ucapannya, "Nanti malam aku berencana untuk ke rumah Yasmin dan mengobrol beberapa jam dengannya. Jika obrolan kami sangat seru, aku akan menginap di rumahnya dan lanjut mengobrol sampai pagi."
Hans mengerutkan kening dan wajahnya terlihat agak muram. Ia menjawab, "Lebih baik kau berpikir jernih sebelum bicara. Kau juga harus tahu apa yang baru saja kau katakan."
Jawaban Ansell cukup membuat Hans terkejut. Dari ucapannya, kelihatannya Ansell benar-benar bersikeras.
"Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh datang ke rumah Yasmin? Jarang bisa menginap di rumah wanita cantik," ucap Ansell, membuat Hans semakin muram.
Nada bicara Ansell yang santai, hampir membuat Harry percaya jika Ansell benar-benar bermalam di rumah Yasmin. Harry tidak tahu siapa Yasmin, tapi jika Ansell ingin melindunginya, artinya Yasmin juga rekan Harry.
__ADS_1
"Apa kau bertekad untuk melindungi Yasmin?" tanya Hans menekan ucapannya. Ia sudah mengerti makna ucapan tidak langsung Ansell.
Jika Ansell bersikeras melindungi Yasmin, Hans akan menghentikan negosiasi dan melakukan cara terakhir.
"Benar," Ansell mengangguk mengiyakan.
"Mengapa kau mau melindunginya? Apa yang sudah ia tawarkan padamu? Kecantikannya? Tubuhnya? Atau ia menyerahkan hidupnya padamu?" Hans bertanya lagi, tidak percaya jika Ansell benar-benar akan melindungi Yasmin.
Hans masih berharap Ansell bercanda dengan ucapannya. Ia pikir tawaran yang ia berikan kalah dengan yang diberikan Yasmin.
Ansell menggeleng, "Bukan karena itu. Wanita tidak bisa membuatku tunduk. Aku memiliki prinsip sendiri."
"Aku bisa melihat ketulusan Yasmin. Karena kami sudah bekerjasama, aku tidak akan membiarkan orangku menjadi pion yang kalian tinggalkan. Aku tidak peduli jika harus menyinggung Bivv Group. Aku akan melindunginya sampai akhir," jawab Ansell apa adanya.
__ADS_1
Teo terkejut dengan jawaban Ansell. Teo sendiri tahu seberapa kuat dan mengerikannya Bivv Group.
Teo jadi sangat penasaran seberapa kuat Ansell sebenarnya sampai ia tidak ragu melawan Bivv Group demi Yasmin. Padahal jika dibandingkan dengan tawaran yang disebutkan Hans, Yasmin tidak ada apa-apanya.
Sedangkan Harry menonton pertikaian ini dengan antusias. Kekagumannya dengan Ansell semakin bertambah. Namun, lawan Ansell kali ini sepertinya cukup sulit.
Alexia, andai saja kau mendengarkanku dan mendekati Ansell sejak awal, kau pasti tidak akan menyesal. Kau lihat, kan seberapa hebat dia? batin Harry sambil menatap Alexia penuh arti.
Hans mengepalkan tangan erat dan berkata dengan nada penuh tekanan, "Kami sudah terlalu berbaik hati padamu. Kau jangan berlebihan."
"Aku melakukan sesuatu yang wajar. Lagipula, negosiasi itu tidak harus selalu berakhir sepakat. Jika aku tidak mau, kalian tidak bisa memaksa," jawab Ansell. Ia menyeruput lagi tehnya yang hampir habis.
Menyadari itu, Harry buru-buru menghampirinya dan menuangkan teh untuk Ansell.
__ADS_1
"Apa kau yakin dengan keputusanmu? Kau akan menolak semua tawaranku dan memilih melindungi Yasmin?" tanya Hans memastikan ucapan Ansell.
Ansell menatapnya dan menyeringai kecil, sambil menggoyangkan gelas tehnya yang sudah terisi kembali.