Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Sebelum menemui tamu wanita yang mengundang Ansell, ia terlebih dahulu menemui Nichole yang masih menunggunya.


"Nichole, aku masih harus menemui klien. Ayo kita kembali sekarang," ucap Ansell menatap Nichole dalam.


"Tentu saja," jawab Nichole. Ia tak ingin mempertanyakan apa yang akan dikerjakan Ansell dan siapa klien yang akan dia temui. Nichole menghargai privasi Ansell.


*


Setelah mengantarkan Nichole pulang, Ansell kembali ke restoran tadi. Ia berjalan masuk menuju ruangan yang dimaksud tamu wanita.


Ansell membuka pintu perlahan. Terlihat seorang wanita cantik sedang duduk menyilangkan kaki sambil memegang gelas anggurnya.


Ia menggoyangkan pelan gelas itu.


Ansell duduk menghampirinya. Ia menatap wanita itu tenang. Sedangkan wanita itu tersenyum cerah melihat kehadiran Ansell. Akhirnya orang yang ia tunggu datang.


"Selamat datang dan selamat malam. Senang bertemu denganmu," sapa wanita itu ramah. Ia meletakkan gelas anggurnya yang kosong dan mengisinya lagi.

__ADS_1


Ia juga memberikan segelas anggur pada Ansell.


"Ayo, salam perkenalan," ucap wanita itu mengangkat gelas.


Ansell mengangguk dan juga mengangkat gelas. Ia menghabiskan segelas anggur dalam sekali tegukan.


"Sambutanmu cukup bagus," ucap Ansell meletakkan gelasnya.


Wanita itu tersenyum. Tangannya mengambil tisu dan dengan lihai membersihkan sisa anggur di bibir Ansell.


Ansell tidak merasa terganggu dengan tindakan Yasmin. Sudah biasa seorang wanita menggunakan rayuannya untuk bekerjasama.


"Aku adalah anggota dari Aliansi Axie. Kau tentu pernah mendengar tentang aliansi itu, kan?" Yasmin duduk dengan anggun dan meminum sedikit anggur.


Ia yakin Ansell tahu tentang aliansi itu. Walau Aliansi Axie tidak muncul di publik, tapi mereka sangat terkenal di dunia gelap. Tidak mungkin seseorang yang bermain di dunia gelap tidak tahu tentang aliansi itu.


"Aku pernah mendengarnya. Aliansi yang memiliki ribuan anggota, dengan satu pemimpin yang dipilih berdasarkan yang paling kuat, dan bertujuan untuk menjadi aliansi paling ditakuti, kan?" Ansell tersenyum tipis dan menuangkan anggur untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum lebar. Namun, ia merasa agak terkejut karena Ansell tahu tentang detail aliansi mereka. Ia berpikir Ansell seperti kebanyakan orang yang hanya pernah mendengar nama aliansi itu.


"Aku memang tidak salah orang. Orang yang berhasil membunuh master tua itu memang bukan orang sembarangan," ucap Yasmin seolah bangga dengan hal ini.


"Kau tahu tentang hal ini?" tanya Ansell tenang. Ia sudah memperkirakan kabar ini akan cepat tersebar. Namun, ia sudah mempersiapkan diri dan tidak ada yang ia takuti.


"Hahaha semua orang tahu hal ini," Yasmin terkekeh.


"Caramu membunuhnya membuat banyak orang kagum. Apalagi musuh-musuh master tua yang tidak pernah mengalahkannya, mereka menjadikanmu panutan dan merasa kau adalah pahlawan. Meski kematiannya membuat pro dan kontra, tapi aku tahu orang yang membunuhnya pasti tidak pandang bulu," jelas Yasmin pada Ansell.


Sebagai orang yang cukup penting dalam aliansi, mengetahui hal seperti itu sangat mudah. Informasi biasanya datang sendiri padanya tanpa dicari.


"Apa kau ingin membalas dendam padanya?" tanya Ansell pada Yasmin. Meskipun peringkat master itu terlalu rendah bagi Ansell, tapi ia tetap dihormati di dunia petarung. Apalagi ia aktif dalam berbagai pertarungan.


Relasinya yang kuat membuat ia cukup terkenal.


"Tidak. Aku tidak ingin membalas dendam padanya. Bukan dia orangnya," jawab Yasmin menggeleng. Ia berbicara terus terang pada Ansell.

__ADS_1


__ADS_2