Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Diperebutkan Banyak Pria


__ADS_3

"Tidak punya waktu? Apa Thalia begitu sibuk di bar ini? Setahuku, ia masih bisa menemui orang walaupun sedang sibuk," ucap Ansell tidak percaya dengan ucapan Vony.


Sepertinya Vony sengaja mempersulit Ansell untuk bertemu dengan Thalia. Ia menahan Ansell agar tetap bersamanya.


"Huh, dasar pria. Kalian ini memang penggila wanita cantik, ya? Jika aku bilang Thalia tidak bisa menemuimu, maka ia tidak bisa menemuimu," ucap Vony terlihat kesal.


Semua pria yang ia temui pasti mencari Thalia. Padahal sudah ada dirinya di depan mereka, tapi tetap saja Thalia yang menjadi topik pembicaraan.


Vony merasa muak dengan Thalia.


"Aku sudah bilang Thalia tidak menarik di mataku. Mengapa? Kau terlihat iri dengannya," ucap Ansell yang membuat Vony meliriknya tajam. Sikap Vony memang terlalu mencolok, seperti riasannya. Ansell mudah membacanya.


"Iri? Untuk apa aku iri dengan wanita murahan seperti dia. Ia diperebutkan banyak pria seperti bola. Tidak ada yang perlu dibanggakan dengan hal itu," Vony membantah ucapan Ansell. Namun, bantahannya malah membuat hal itu semakin jelas.

__ADS_1


"Pria seperti apa yang memperebutkannya? Aku tidak melihat apa-apa di sini. Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing," kata Ansell sambil menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Kau buta, ya? Kau lihat di sana," ucap Vony menunjuk salah satu kerumunan pria. Ada seorang pria yang terlihat lebih menonjol di antara yang lain. Ia lebih banyak dikelilingi wanita.


Kemeja yang ia pakai dilipat sampai ke siku. Ia duduk dengan menyilangkan kaki sambil menggoyangkan gelas anggur. Walau banyak wanita di sekelilingnya, ia tak terlihat bahagia.


Matanya juga tidak fokus, seperti sedang mencari seseorang.


Vony bukanlah pekerja di bar ini. Ia sama seperti Ansell, hanya seorang tamu. Ansell tahu Vony memiliki tujuan lain di sini.


Ansell melihat ke arah pria itu dan terkekeh, "Itu selera Thalia?"


Bagi Ansell, pria itu biasa saja. Ia hanya pria hidung belang yang sering tidur dengan wanita. Tidak ada yang istimewa dari pria itu. Wajahnya juga tidak terlalu tampan.

__ADS_1


Para wanita mengelilinginya pasti karena harta.


"Apa kau tidak tahu? Thalia adalah wanita penggoda. Ia mengedipkan mata kepada semua tamu pria agar para pria itu berpikir mereka bisa memilikinya. Setelah itu, para pria akan datang ke barnya setiap hari dan dia akan mendapat keuntungan," ucap Vony dengan cahaya jijik di matanya.


Ansell menyadari kebencian Vony kepada Thalia. Ia bertanya, "Jika kau membenci Thalia, mengapa kau tetap datang ke sini? Kau membencinya, tapi tetap ingin tahu tentangnya."


"Tentu saja aku datang ke sini untuk mengambil kembali semua tamuku yang sudah direbut oleh Thalia. Aku tidak akan melepaskan mereka begitu saja," jawab Vony jujur.


Kemudian, ia mendekati Ansell dan ingin menyentuhnya, "Tuan, apa kau ingin pergi bersamaku?"


Ansell langsung pindah tempat duduk sebelum tangan Vony mendarat di tubuhnya. Ketika itu, ia melihat kerumunan mulai mengelilingi satu titik.


"Itu Thalia," ucap Ansell yakin, melihat satu orang wanita yang naik ke atas panggung.

__ADS_1


__ADS_2