
Setelah menghabiskan malam dengan berendam dalam ramuan herbal, Ansell merasakan bahwa tubuhnya terasa lebih ringan saat bangun pagi sekarang. Ia merasakan bahwa ramuan herbal tersebut telah membantu mengurangi beban pada tubuhnya dan memperbaiki kesehatannya secara keseluruhan.
Setelah membaca beberapa bab dari buku tersebut, ia merasa tertarik dengan banyak hal yang ingin segera ia praktikkan. Salah satunya adalah mencoba rendaman herbal yang dijelaskan di dalamnya. Tanpa berpikir panjang, ia segera mencoba mencampurkan bahan-bahan yang diperlukan.
Setelah berendam, ia merasa mengantuk dan akhirnya tertidur pulas. Ia baru terbangun pagi ini, setelah tidur panjang semalaman. Ia tak sempat mencoba hal lain.
Sebenarnya Victor juga pernah memberinya resep herbal. Namun, ketika ia membaca buku kuno Nichole, ia merasa bahwa resep-resep yang terdapat di dalamnya lebih menjanjikan dan lebih terpercaya.
Meskipun begitu, ia menyadari bahwa setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam hal obat-obatan dan pengobatan alami.
Mungkin resep herbal yang diberikan oleh Victor cocok untuk kebutuhannya, tetapi resep herbal dari buku kuno Nichole mungkin lebih cocok untuk orang secara keseluruhan.
Di buku Nichole juga tidak hanya ada teknik pengobatan, tapi juga resep herbal. Sekali lihat, Ansell tahu buku ini sudah berusia ratusan tahun karena beberapa bahan herbal yang tertulis di sana tidak bisa ditemukan lagi di zaman sekarang.
Ansell pun segera bersiap. Ia ingin mencoba hal baru dari buku itu.
*
Setelah selesai sarapan, Ansell kembali ke kamarnya dan mengunci diri. Ia juga mematikan ponsel agar tidak ada yang menggangunya.
Ia harus fokus untuk meningkatkan diri sebagai persiapan ke Pulau Samudera.
Ansell mengambil beberapa gulungan yang berisi teknik kultivasi yang diberikan oleh Victor. Gulungan ini adalah yang terbaik untuk Ansell setelah Victor melihat kemampuannya secara keseluruhan.
Ia mulai membuka gulungan yang sudah usang itu.
Gulungan yang ia buka pertama berisi teknik 'Langkah Seribu Belantara'. Teknik kultivasi ini berguna untuk menyesuaikan diri dengan suara alam dan memperdalam pendengaran melalui meditasi dalam keheningan.
Selama di Pulau Samudera, ia harus mendapatkan banyak informasi yang nantinya bisa ia manfaatkan untuk menjatuhkan musuh.
Dengan begitu, ia juga bisa tahu dengan jelas mengapa beberapa orang dari Bivv Group itu bisa jatuh tiba-tiba. Ansell memiliki dua asumsi.
Yang pertama, ia berpikir jika setiap orang di Bivv Group pasti memiliki pertahanan atau perlindungan setelah kalah telak dari musuh, yaitu membunuh diri sendiri. Yang kedua, ia berpikir ada yang salah dengan dirinya.
__ADS_1
Masih ada banyak kemungkinan lain, tapi Ansell paling yakin dengan dua hal itu.
Ansell memulai meditasi dengan mencari posisi duduk yang paling nyaman untuknya. Ia berusaha untuk merasakan kenyamanan dan ketenangan di dalam dirinya.
Setelah menemukan posisi duduk yang cocok, Ansell mulai menutup matanya dengan lembut, menghilangkan penglihatannya dari dunia luar.
Selama meditasi, Ansell berfokus pada indera pendengarannya. Ia mencoba mengabaikan seluruh indera yang lain dan memusatkan perhatiannya pada suara-suara di sekitarnya.
Ansell merasakan napasnya yang dalam dan tenang, dan membiarkan tubuhnya terlepas dari segala kegelisahan dan tekanan.
Ia mulai mengalihkan pikirannya dari kekhawatiran dan kecemasan yang mungkin mengganggu meditasinya, dan membiarkan pikirannya melarikan diri ke dalam keheningan dan ketenangan.
Ansell membiarkan dirinya meresapi suara-suara alam. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam kedamaian dan ketenangan.
Dengan memusatkan perhatian pada indera pendengarannya, Ansell dapat merasakan getaran dan harmoni yang ada di dalam suara-suara sekelilingnya.
Setelah beberapa waktu, Ansell membuka matanya. Ia merasa segar dan lebih tenang.
Setelah itu, Ansell mengambil gulungan teknik yang lain. Kali ini, gulungan itu berisi teknik 'Cakar Naga Membara'. Teknik ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan fisik, daya tahan dan membentuk pelindung seperti cakar naga di sekitar tubuh.
Ansell mulai memvisualisasikan cakar naga di dalam tubuhnya. Ia membayangkan energi yang terbakar seperti api biru muda, mengalir melalui seluruh tubuhnya. Ia merasakan panas dan kekuatan yang berasal dari dalam tubuhnya.
Ia fokus pada kedua tangan dan membayangkan cakar naga yang terbentuk pada ujung jari-jarinya. Ia mempraktikkan gerakan pukulan dengan cakar naga yang mengeluarkan api, dan merasakan kekuatan dalam pukulannya.
Selain latihan pukulan, ia juga latihan gerakan pertahanan dengan cakar naga. Ia membayangkan cakar naga yang melindungi dirinya dari serangan lawan, dan merasakan energi yang terkandung dalam cakar naga membara memberikan perlindungan dan kekuatan pada tubuhnya.
Setelah beberapa kali melakukannya, Ansell kembali membuka mata dan tersenyum lebar. Teknik yang kali ini ia lakukan terasa lebih kuat daripada pertama kali ia melakukannya.
Mungkin ini adalah efek dari rendaman herbal.
Setelah cukup puas dengan dua gulungan itu, Ansell beralih ke buku kuno. Ia memilih beberapa teknik pengobatan yang mungkin akan berguna dalam perjalanannya.
Ia tertarik dengan satu judul, yaitu Teknik Tenaga Penyembuh. Di dalam buku dikatakan jika teknik ini mengandalkan energi dalam tubuh untuk memulihkan luka baik pada diri sendiri maupun orang lain.
__ADS_1
Teknik ini bekerja dengan cara memanipulasi dan mengalirkan energi yang ada di dalam tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan dan meredakan rasa sakit.
Walau belum pernah melakukannya, Ansell akan mencoba dengan cara ekstrim. Ia akan melukai diri sendiri untuk menguji teknik ini.
Ansell mempersiapkan diri dengan melakukan meditasi dan memusatkan pikiran untuk mengumpulkan dan memanipulasi energi yang ada di dalam tubuhnya.
Dia adalah orang yang cepat tanggap. Ia bisa langsung praktik walau hanya membaca di dalam buku.
Ansell mulai melukai lengannya.
Dia menempatkan tangannya di atas luka di bagian lengan kirinya dan mulai mengalirkan energi ke dalam tubuhnya.
Dia merasakan panas yang memancar dari telapak tangannya dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Namun, ketika ia mencoba memindahkan energi ke luka di lengannya, ia merasakan rasa sakit yang amat sangat.
Ansell mencoba untuk menghilangkan rasa sakit tersebut dan terus mengalirkan energi ke luka di lengannya, tetapi semakin ia mencoba semakin sakit yang ia rasakan.
"Terlalu sakit! Tidak mungkin aku bisa melakukannya!" Ansell berteriak dalam hati. Padahal ia sudah terbiasa terluka, tapi proses penyembuhan ini malah terasa menyakitkan.
Dia memutuskan untuk menghentikan teknik tenaga penyembuh dan membuka matanya. Ketika ia melihat ke bawah, luka di lengannya jauh lebih parah daripada sebelumnya. Darah mengucur keluar dan membasahi lengan kirinya.
"Sepertinya aku membuat kesalahan," gumam Ansell.
Ansell tidak ingin menyerah dan melakukannya lagi. Ia tetap fokus pada aliran energi yang mengalir dalam tubuhnya dan mulai memanipulasinya untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
Ansell memvisualisasikan energi yang mengalir ke area yang terluka, membantu mempercepat proses penyembuhan. Meskipun rasa sakit yang ia rasakan semakin parah, ia terus memusatkan pikiran dan mengalirkan energi ke area yang terluka.
Setelah beberapa saat, Ansell merasa bahwa luka pada lengannya mulai sembuh. Ia mengangkat tangan dan merasakan energi yang mengalir melalui tubuhnya, memberikan perasaan lega dan damai.
"Akhirnya," Ansell tertawa puas. Ia merasa kagum melihat bahwa tidak ada bekas luka yang tersisa di tangannya. Ia sangat terkesan dengan keampuhan teknik ini, meskipun harus merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika pertama kali mencobanya.
Setelah berhasil menerapkan teknik tersebut, Ansell merasakan tubuhnya begitu berkeringat. Ia mengusapnya dengan lembut sambil merasa lega bahwa teknik yang dilakukannya telah berhasil.
***
__ADS_1
Bagaimana dengan bab ini? Apakah terlalu membosankan? Ayo berikan masukan untuk author di kolom komentar!