Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Ucapanmu Cukup Meyakinkan


__ADS_3

Yasmin mengatakan hal yang sebenarnya pada Ansell. Kali ini ia tulus. Ia menggunakan hati, bukan otaknya.


Bagi Yasmin, tak bisa lagi berdebat dengan Ansell jika ia terus keras kepala. Jika tidak, tujuannya tidak akan tercapai.


"Kali ini tolong bekerjasama denganku. Apa pun akan aku lakukan. Aku akan bersamamu dan tak akan meninggalkanmu," ucap Yasmin sekali lagi meyakinkan Ansell.


Ansell berpikir sejenak.


Aliansi Axie memang bukan musuh Ansell. Namun, tak ada salahnya juga jika ia berhasil mengalahkan organisasi gelap seperti mereka. Dengan sedikit bantuan, Ansell bisa menyingkirkan orang-orang yang sudah di list olehnya.


"Baik kalau begitu. Aku menghargai niat baikmu," jawab Ansell setelah mempertimbangkan banyak hal.


Yasmin tersenyum lebar dan berbinar, "Terima kasih, Tuan, atas kemurahan hatimu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kesetiaanku."


Yasmin merasa sangat bahagia dengan hal ini. Jika ia bisa mewujudkan satu impiannya, impian lainnya tidak akan tertunda. Ia akan segera bisa melanjutkan rencana.

__ADS_1


"Kalau begitu apa rencanamu? Aku ingin dengar dan kita akan menggabungkan rencana," ucap Ansell.


Melihat rasa percaya diri Yasmin, Ansell tahu ia sudah menyiapkan rencana yang matang. Orang seperti Yasmin pasti memiliki tidak hanya satu rencana.


Rencana-rencana itu biasanya tak hanya sekedar rencana, tapi juga sudah dipertimbangkan dengan baik. Ansell ingin mendengarkan apa yang sudah ia siapkan.


Yasmin melihat sekitar dan merasa aman. Ia mulai membicarakan semua hal yang sudah ia rencanakan. Ia menjabarkan satu per satu rencana yang ia catat dalam ponselnya.


"Jika kita melakukan hal ini, aku sangat yakin kita akan berhasil. Tidak ada keraguan sama sekali," ucap Yasmin bersemangat.


Hal yang sudah ia siapkan selama berbulan-bulan akan membuahkan hasil. Ia sangat percaya dengan kemampuan Ansell. Ia juga sangat percaya dengan rencana yang sudah ia siapkan.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Yasmin pada Ansell.


"Kau yakin akan melakukan hal itu? Apa kau benar-benar bisa memegang ucapanmu tadi?" tanya Ansell mengetes mental Yasmin.

__ADS_1


Biasanya seseorang mudah mengucapkan janji saat merasa senang. Saat hal-hal kembali seperti semula, ucapan mereka sendiri akan dilupakan.


"Tentu saja aku yakin. Aku menjamin akan memperlakukanmu layaknya teman lama. Bahkan jika Aliansi Axie melakukan hal berlebihan, aku akan berada di garis terdepan yang akan membelamu. Jangan ragukan kesetiaanku. Jika aku sudah bertekad melakukan satu hal, maka aku akan bertahan sampai akhir," jelas Yasmin panjang lebar.


Ia tidak tahu sudah berapa kali meyakinkan Ansell dengan hal ini.


Namun, Ansell agak bingung dan ragu melihat keyakinan Yasmin. Ia adalah wanita yang keras kepala dan tidak mudah menyerah.


"Ucapanmu cukup meyakinkan. Tapi bukankah tidak perlu sampai memutuskan untuk melawan Aliansi Axie demi dirimu? Itu bukan hal yang menguntungkan bagiku," ucap Ansell menolak secara halus.


"Hal itu tidak akan terjadi. Aku yang akan menjamin kau tidak akan menjadi musuh Aliansi Axie. Aku berjanji dengan hal itu," jawab Yasmin.


"Bagaimana kau bisa menjamin hal itu?" tanya Ansell.


"Lihat, rencana ini," ucap Yasmin menunjuk rencana yang ada di ponselnya.

__ADS_1


"Kau hanya perlu bergerak dari belakang, mengendalikan bawahan dan tidak perlu menunjukkan wajah. Yang dibutuhkan dalam rencana ini hanya strategimu. Dengan begitu, Aliansi Axie tidak akan tahu jika kau lah yang ada di balik layar," jawab Yasmin.


__ADS_2