
Tugas Thalia adalah menyediakan informasi.
Semua informasi tentang musuh berasal dari Thalia. Ia berkelana ke sana ke mari demi sebuah informasi. Untungnya ini memang keahliannya. Thalia sangat pandai dalam memanipulasi orang dan membuat orang menyukainya.
Dengan begitu, ia bisa mendapatkan informasi dengan mudah.
Jika Liga Bulu Hitam sudah memiliki informasi yang dimiliki musuh, mereka bisa bertarung dengan lebih santai karena mengetahui kelemahan musuh.
Selain karena memiliki gudang informasi yang lengkap, para anggota Liga Bulu Hitam tidak takut dengan orang lain karena mereka memiliki Ansell. Mereka tahu Ansell akan selalu melindungi mereka.
Ansell adalah panutan di hati setiap anggota Liga Bulu Hitam. Ia dihormati dan disegani tidak hanya karena kekuatannya, tapi juga karena loyalitasnya pada anggota. Jika ada yang bertanya siapa idola mereka, mereka akan menyebutkan nama Ansell tanpa ragu.
__ADS_1
Thalia berkata, "Apa kau tahu? Sebenarnya Bivv Group didominasi oleh penduduk pulau. Mereka adalah penduduk asli negara pulau. Penduduk pulau semuanya adalah master. Karena itu Bivv Group sangat kuat. Apalagi Raja Hantu merupakan pemimpin mereka."
"Bivv Group hanya dipakai sebagai identitas lain penduduk pulau. Mereka tidak ingin terlalu mencolok dan menggunakan nama Bivv Group," kata Ansell.
Thalia mengangguk setuju dengan ucapan Ansell, "Bivv Group memang hanya alat. Negara pulau pandai memanfaatkan situasi."
Ansell mencibir, "Negara pulau mendirikan Bivv Group supaya para master bergabung dengan mereka. Negara pulau tidak akan mendapatkan begitu banyak master jika mereka bergerak sendiri. Harus ada tangan lain yang mereka gerakkan."
Negara pulau mencari aman dengan mendirikan Bivv Group. Mereka terlihat tidak melakukan apa-apa, padahal merupakan dalang di balik semua ini.
"Bukankah mereka sudah memiliki banyak master? Mengapa mereka ingin mencari master lain?" tanya Thalia bingung.
__ADS_1
"Para master dimanfaatkan Bivv Group untuk menghasilkan uang. Dan pada akhirnya, uang itu akan mengalir ke negara pulau. Penduduk pulau ini sangat licik. Tidak hanya menjadikan mereka sebagai sumber uang, tapi mereka memakan daging dan darah para master!" Ansell melanjutkan ucapannya.
Niat membunuh Ansell semakin kuat. Raja Hantu dan negara pulau semakin membuatnya bergejolak ingin bertarung.
Kekejaman mereka tidak akan ada habisnya jika mereka tidak dimusnahkan. Jika apa yang mereka lakukan terus berlanjut, bisa-bisa tidak ada lagi yang mau menjadi master dan dunia ini akan kacau karena tidak ada yang melindungi.
"Negara pulau memang sangat licik. Mereka hanya memikirkan kelompok sendiri. Aku dengar, mereka meningkatkan kekuatan dengan cara tidak wajar. Mungkin salah satu alasan mereka mencari banyak master adalah untuk menyerap kekuatan mereka," ucap Thalia.
"Aku akan segera memusnahkan mereka. Tidak akan ada lagi orang-orang bengis seperti mereka," ucap Ansell bertekad.
Namun, Thalia khawatir, "Jangan bertindak terlalu cepat. Kita belum tahu kekuatan mereka sebenarnya. Apakah di antara penduduk pulau itu ada yang lebih kuat daripada Raja Hantu? Kekuatan mereka semuanya mengerikan."
__ADS_1
Ansell tersenyum tipis, " Mungkin saja ada. Segala hal bisa terjadi. Misalnya, guruku Victor. Aku tetaplah bukan lawan Victor sampai sekarang. Namun, Victor tidak masuk peringkat dunia. Artinya, tetap ada langit di atas langit."