Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Lebih Baik Tidak Menjadi Musuh


__ADS_3

Harry yang sejak tadi mengamati dalam diam, ia tidak terlihat terlalu terkejut. Ia juga sudah tahu tentang Bivv Group.


Setahu Harry, Bivv Group adalah perusahaan besar yang dikelola oleh seorang mafia. Akan sangat sulit jika harus berurusan dengan Bivv Group. Apalagi jika mereka sudah menargetkan sesuatu, maka mereka harus mendapatkannya.


Namun, Harry tidak menyangka ternyata Bivv Group menyerah di depan Ansell. Kekuatan Ansell benar-benar bisa menaklukkan kesombongan Bivv Group.


Tidak salah Harry memilih berada di pihak Ansell. Untungnya ia tidak berpihak pada orang yang salah. Jika sampai ia menjadi musuh Ansell, mungkin ia sudah mati sejak lama seperti master tua.


"Alexia, jangan sampai kau menyinggung Ansell lagi. Aku harap kau tutup mulutmu sampai ini berakhir," bisik Harry pelan sekali ke telinga Alexia.


Alexia diam tak bergerak. Nada bicara ayahnya terdengar begitu serius. Ia tak berani menjawab apa pun.


Melihat Alexia diam, sepertinya ia mengerti maksud Harry. Ia pun lanjut memerhatikan percakapan mereka. Walau begitu, Harry tidak berani bergabung dalam obrolan mereka. Ia membiarkan Hans menghadapi Ansell sendiri.

__ADS_1


"Kalian menginginkan Yasmin?" tanya Ansell memastikan. Tadinya Ansell berpikir mereka akan meminta Ansell untuk membantu mereka. Ia tak menduga ternyata Yasmin yang mereka inginkan.


Sepertinya Yasmin sangat penting untuk mereka.


"Benar. Aku tahu dia telah menemuimu. Ia juga sudah meminta kerja sama denganmu. Tapi aku berharap kau tidak ikut campur dengan urusan antara Bivv Group dan Yasmin," jelas Hans.


Pengkhianatan Yasmin sudah tersebar di seluruh Bivv Group. Orang-orang di Bivv Group tidak akan melepaskan Yasmin apa pun yang terjadi. Karena ia sudah meminta perlindungan Ansell, maka Bivv Group akan bernegosiasi dengan Ansell.


"Yasmin begitu penting bagi kalian sehingga kalian sangat menginginkannya?" tanya Ansell memancing Hans. Ia tidak membiarkan negoisasi ini berjalan dengan lancar.


"Kami sudah menyerahkan Teo sebagai balasannya. Kami hanya tidak ingin kau ikut campur dengan masalah ini. Lebih baik Bivv Group dan kau tidak menjadi musuh," jawab Hans, tidak mengatakan seberapa penting Yasmin untuk mereka.


"Lalu, apakah kalian akan menyerang Yasmin? Kapan kalian akan menemuinya?" tanya Ansell lagi. Ia harus tahu tentang hal ini karena Ansell tidak akan melepaskan Yasmin kepada mereka.

__ADS_1


Ansell bukan orang yang akan mengingkari ucapannya. Jika ia berkata akan melindungi Yasmin, pasti Yasmin akan aman. Jika ada yang menginginkan nyawa Yasmin, maka Ansell akan mengambil nyawa orang itu lebih dulu.


Ansell melakukan ini bukan karena memiliki perasaan pada Yasmin, tapi karena mereka sudah sepakat untuk bekerjasama.


"Tentu saja kami akan menyerangnya," jawab Hans sambil mengangguk.


"Kami akan melakukannya malam ini. Kami akan menunjukkan padanya dan pada anggota Bivv Group yang lain bahwa kami tidak pernah mentolerir pengkhianatan. Siapa pun yang berkhianat akan mati dengan mengenaskan," lanjut Hans menjelaskan. Nada suaranya penuh kemarahan yang kental. Ia terlihat siap menghabisi Yasmin kapan saja.


Ansell merasa Yasmin begitu malang, bergabung dengan perusahaan psikopat yang tidak pandang bulu.


"Jika kalian akan melakukan itu, tentu saja aku tidak bisa melarang. Aku tidak berhak mengontrol apa yang ingin Bivv Group lakukan," ucap Ansell.


Lalu, ia melanjutkan, "Tapi, kalian juga tidak berhak melarang apa yang ingin ku lakukan. Kita seharusnya saling lepas tangan."

__ADS_1


__ADS_2