
Setelah melakukan beberapa latihan, Ansell menutup matanya dan memusatkan pikirannya pada dirinya sendiri. Dia mengambil beberapa napas dalam-dalam dan merenung sejenak.
Kultivasinya tampaknya meningkat dengan luar biasa hari ini. Dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak dia rasakan sebelumnya.
Dia membuka mata dan memandang ke arah tangan kirinya. Dulu, ia bisa merasakan aliran Qi yang mengalir dengan lembut di sekitar tubuhnya, tetapi sekarang, itu terasa jauh lebih kuat. Aliran Qi itu tidak lagi lembut, melainkan ganas dan kuat.
"Bagaimana bisa?" tanya Ansell pada dirinya sendiri.
Ansell merasa kagum dan senang sekaligus khawatir. Namun, dia tidak bisa menahan perasaan gembira saat dia menyadari bahwa kemampuannya meningkat dengan luar biasa.
Dia mulai memeriksa tingkat kultivasinya dan menemukan bahwa kultivasinya telah naik secara signifikan setelah melakukan latihan teknik kultivasi selama beberapa jam.
Dia terkejut melihat angka-angka ini. Kultivasi yang meningkat sebanyak ini tidak mungkin terjadi hanya dalam beberapa jam.
"Apakah ini benar-benar terjadi?" gumam Ansell, sambil mencoba memahami keadaannya. "Apa yang terjadi padaku?"
Ansell terus memeriksa dirinya sendiri dengan hati-hati, mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kenaikan drastis dalam kultivasinya. Dia memeriksa setiap bagian dari tubuhnya, setiap organ, setiap urat saraf, mencari tahu apakah ada yang berubah.
Dia akhirnya menemukan jawabannya saat ia merenungkan kembali latihan yang telah dilakukan. Selama latihan, dia merasa seolah-olah tubuhnya telah menyerap energi dari lingkungan sekitarnya dengan cara yang tidak biasa.
Dia juga merasa ada sebuah kekuatan misterius yang menyerap energi dari tubuhnya sendiri.
Ansell terus merenung tentang hal ini. Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya? Apakah dia sekarang memiliki kekuatan yang tidak wajar? Apa yang terjadi pada dirinya?
Namun, dia tidak bisa menemukan jawaban pasti.
Ansell memilih untuk membaca buku kuno lagi, berharap menemukan jawabannya. Barangkali, di dalam teknik pengobatan ada penjelasan tentang beberapa keadaan tubuh yang tidak wajar.
__ADS_1
Dia membaca setiap halaman dengan seksama, mencari jawaban atas pertanyaannya. Namun, bukannya menemukan jawaban, ia malah menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik.
Saat ia membalik halaman terakhir buku, Ansell melihat sebuah kertas berisikan gambar peta yang sangat tua.
Di atas peta tertulis dengan sangat jelas - Pulau Samudera.
"Hah? Apa-apaan ini?" Ansell terkejut bukan main. Peta ini adalah hal yang sangat berharga. Dengan peta ini, perjalanan Ansell ke sana akan lebih mudah.
Dengan hati yang berdebar-debar, ia mulai mempelajari setiap detail peta tersebut.
"Ada pelabuhan ... lembah kultivasi ... menarik," gumam Ansell sambil jarinya menyusuri peta.
Ketika Ansell meneliti peta, ia merasa ada kekuatan yang misterius yang terkandung di dalamnya. Dia merasa sangat dekat dengan jawaban yang dicarinya. Dia tahu ada sesuatu yang menarik tentang pulau Samudera.
"Apa Nichole tahu tentang hal ini? Mengapa peta ini bisa ada di bukunya? Peta ini tidak mungkin tersebar begitu saja," Ansell memikirkan banyak kemungkinan. Namun, ia tidak tahu kemungkinan mana yang cocok.
"Aku perlu bertanya langsung pada Nichole," gumam Ansell. Ia langsung beranjak ingin mengambil ponsel.
Ia menoleh ke arah pintu, tanda keheranan jelas terlihat di wajahnya. Siapa yang datang pada saat seperti ini? Padahal, dia sudah memperingatkan para penjaga agar tidak membiarkan siapapun masuk.
Bagaimana para penjaga ini bisa melepas orang itu?
"Ansell! Ansell! Buka pintunya!" teriak seorang wanita, yang tak lain adalah Nichole. Seperti tahu sedang dicari, Nichole malah datang sendiri.
"Nichole? Untuk apa dia datang?" Ansell membuka pintu dan melihat keadaan Nichole yang agak berantakan. Ia diikuti oleh penjaga di rumah Ansell.
"Tuan, maafkan kami. Nyonya Muda memaksa masuk. Kami sudah memberi penjelasan, tapi Nyonya Muda tetap bersikeras," ucap penjaga itu merasa bersalah, mengingat perintah Ansell untuk tidak membiarkan siapapun masuk.
__ADS_1
"Ansell, aku harus bicara padamu tentang hal penting!" ucap Nichole tak membiarkan penjaga itu mengusirnya lagi. Ia memandang Ansell dengan tatapan cemas.
Melihat gelagat Nichole, Ansell sudah bisa menebak apa yang ingin dikatakan Nichole. Namun, dia memilih untuk pura-pura tidak tahu.
"Kalau begitu kalian pergilah," ucap Ansell melambaikan tangan ke para penjaga. Dengan sigap dan hormat, para penjaga segera pergi dan kembali bekerja.
*
Ansell segera membawa Nichole masuk dan menyuruhnya duduk. Ia mengunci kamar, kemudian mengambilkan segelas air untuk Nichole agar bisa merasa lebih tenang dan nyaman.
"Minumlah perlahan," ucap Ansell sambil menyodorkan gelas, yang langsung diterima dengan cepat oleh Nichole.
Nichole meminum air dengan buru-buru. Napasnya juga masih tersengal-sengal. Ia menoleh ke arah Ansell dengan tatapan yang penuh kekhawatiran, "Ansell, kau jangan pergi ke Pulau Samudera! Pulau itu sangat berbahaya untuk orang luar sepertimu!"
Ansell mengelus lembut punggung Nichole untuk menenangkannya, "Tenangkan dulu dirimu. Kita bicarakan pelan-pelan."
Nichole menarik napas berkali-kali. Tadi, ia datang dengan buru-buru, takut kalau Ansell sudah pergi ke Pulau Samudera sebelum ia sempat memberikan peringatan.
Ansell melihat Nichole yang tampak lebih tenang setelah beberapa saat. Setelah itu, Ansell memutuskan untuk bertanya.
"Bukankah sebelumnya kau bilang tidak tahu tentang Pulau Samudera?" tanya Ansell dengan suara perlahan agar tidak membuat Nichole kembali cemas. "Mengapa sekarang kau bilang bahwa pulau itu sangat berbahaya bagiku?"
"Saat kau mengatakan tentang pulau itu, sebenarnya aku merasa tidak asing. Setelah ku ingat-ingat, ternyata aku tahu jelas pulau itu," jawab Nichole antusias.
Ansell menunggu Nichole melanjutkan ceritanya dan bertanya dengan nada heran, "Bagaimana kau bisa tahu tentang Pulau Samudera? Siapa yang memberitahumu?"
Ansell tahu jika informasi tentang Pulau Samudera bisa dicari secara umum. Namun, jika Nichole mengatakan ia tahu jelas pulau itu, artinya ia tahu detail pulau itu secara khusus.
__ADS_1
Namun, siapa yang memberitahu Nichole?
"Kau sudah membaca buku kuno itu, kan? Di dalam buku itu ada peta Pulau Samudera. Pulau kelahiranku!" ucap Nichole yang membuat Ansell terkejut setengah mati.