
Pemimpin dengan cepat menyadari jika ia melakukan kesalahan fatal. Ia langsung meminta maaf pada Ansell.
"Tuan, tolong maafkan aku. Aku terlalu sombong dan gegabah. Aku sadar kekuatanku sangat jauh dari Tuan. Aku terbawa emosi dan tidak bisa mengendalikan diri. Tuan, tolong terima permintaan maafku," ucap pemimpin itu menyesal dengan apa yang dia lakukan.
Ia tahu lukanya parah, tapi ia tak ingin terlihat semakin lemah di depan Ansell. Ini memang kesalahannya. Ia tak mencari informasi lebih banyak tentang Ansell. Ia juga terlalu sombong.
Pemimpin lupa jika di atas langit masih ada langit.
"Kedepannya, kalian hanya perlu mengikutiku saja. Jika kalian bertemu musuh, langsung bunuh dia dan jangan beri kesempatan hidup. Namun, jika aku sampai tahu kalian melakukan sebaliknya yaitu berbelas kasihan pada mereka, maka jangan salahkan aku yang tidak akan berbelas kasihan pada kalian," jawab Ansell.
Ia tidak ingin memiliki penjaga yang lemah mental. Ia yakin dengan kekuatan mereka, tapi jika mental mereka lemah, maka Ansell tidak akan memakai mereka.
Apalagi musuh Ansell akan semakin banyak kedepannya. Ia tidak takut dengan keamanannya sendiri. Ia khawatir dengan keamanan Nichole. Ansell tak ingin Nichole terlibat dengan masalahnya.
"Baik, Tuan. Kami akan melakukan apa yang Anda katakan," jawab ke empat elit dengan hormat.
__ADS_1
Sekarang, rasa hormat tertanam dalam hati mereka. Sebagai petarung, mereka menghormati yang kuat.
Walau mereka belum tahu seberapa kuat Ansell, tapi mereka tahu jika Ansell lebih kuat dari mereka dengan melihat kekalahan pemimpin.
Apalagi Ansell memiliki jiwa sadis. Ia tipe orang yang tidak memberi ampun pada musuh. Mereka semakin yakin dengan Ansell.
"Kau tahu kesalahan utamamu?" tanya Ansell pada pemimpin. Ansell tahu jika pemimpin tidak pernah memikirkan hal ini.
Pemimpin hanya bisa menggeleng. Ia hanya berpikir jika kesalahannya adalah ingin melukai Ansell.
"Kau itu terlalu cepat terbawa emosi dan mudah terpengaruh. Sekuat apa pun dirimu, jika tidak bisa mengendalikan diri, maka kekuatanmu itu akan melemah. Kalian mengerti?," ucap Ansell menjelaskan kesalahan utama pemimpin.
Walau ini adalah hal kecil, tapi sangat berpengaruh dalam kekuatan. Pengendalian diri adalah hal utama. Jika tidak bisa mengontrol emosi, maka lawan yang akan mengontrolmu. Apalagi jika tidak mengontrol kekuatan, tidak hanya lawan yang terluka, tapi juga orang sekitar.
Ansell sedikit demi sedikit memberi pelajaran pada mereka. Ia tak ingin elit yang mengikutinya adalah orang yang mudah terpengaruh.
__ADS_1
Jika bawahannya mudah terpengaruh, maka musuh bisa dengan mudah menjatuhkannya lewat para elit itu.
"Aku mengerti, Tuan. Aku mengakui kesalahanku," jawab pemimpin. Ia tak mampu lagi berdebat dengan Ansell. Dan ia juga tak ingin.
Rasa sakit di dadanya masih ia tahan sekuat tenaga. Walau tangannya masih terasa mati rasa, ia tetap berusaha bangkit untuk terlihat kuat di depan Ansell.
Ia ingin membuktikan diri pada Ansell jika ia layak.
"Kami juga mengerti, Tuan," sambung ketiga elit lainnya.
Jika pemimpin saja tunduk pada Ansell, artinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Selain Reynard, mereka juga takut pada pemimpin.
Sekarang, orang yang mereka takuti bertambah, yaitu Ansell.
"Bagus. Kalau begitu aku akan memberikan kalian waktu satu bulan untuk membuktikan diri. Jika kalian berhasil, aku akan menerima kalian. Jika gagal dan tidak memenuhi persyaratan, maka kalian pergi dari sini," ucap Ansell memberi persyaratan untuk menjadi penjaganya.
__ADS_1