
"Kau ingin menangkapku karena sekelompok bawahanmu kemarin atau kau datang ingin membalaskan dendam master tua?" tanya Ansell secara langsung. Jika ia membiarkan masalah ini berlarut-larut, sepertinya Teo akan bertindak lebih jauh.
Teo membeku seketika mendengar pertanyaan Ansell.
Ia tak menyangka Ansell tahu jika ia berada di sini untuk membalaskan dendam master tua. Ia pikir Ansell tidak tahu jika master tua adalah orangnya.
Ia terlalu menyepelekan Ansell sebelumnya.
Sebenarnya Teo memang datang untuk hal itu. Namun, ia tak ingin berterus terang. Apalagi ada Harry dan Alexia di sini. Jika sampai mereka tahu master tua mati di tangan Ansell, Teo akan merasa malu.
Namun, karena Ansell sudah mengatakan itu, ia akan melanjutkan.
"Apa kau punya penjelasan tentang itu? Aku akan menunggu penjelasanmu," jawab Teo. Ia tak ingin gegabah kali ini. Jika sebelumnya ia menyepelekan Ansell, tapi tidak untuk hari ini.
__ADS_1
Teo juga tahu kekuatan Ansell. Jangan sampai ia juga mati di tangan Ansell seperti master tua. Ia harus bertanya baik-baik lebih dulu.
Sedangkan Ansell menyilangkan lengan dengan angkuh. Ia menatap Teo datar dan sedikit mengerutkan dahi.
Lalu, ia menjawab dengan malas, "Untuk apa aku menjelaskan perbuatanku pada orang lain? Aku bisa melakukan semua hal sesukaku, tidak memerlukan pendapatmu."
"Aku hanya tidak ingin kita salah paham. Lebih baik aku mendengarkan penjelasanmu lebih dulu. Semakin bagus kau menjelaskan, semakin baik kesepakatan kita nanti," ucap Teo membalas dengan sombong juga.
"Lalu bagaimana jika aku tidak ingin menjelaskan? Apa kau ingin mempersulitku? Apa kau akan membunuhku? Lagipula, statusmu di Aliansi Axie tidak tinggi. Untuk apa kau ingin tahu tentang apa yang aku lakukan? Apa urusanmu dengan itu?" ucap Ansell menghina Teo.
Sesuai dugaan Ansell, Teo langsung tersulut emosi. Walau apa yang dikatakan Ansell memang benar, tapi ia tetap marah. Status ini adalah hal yang paling sensitif untuk Teo.
"Kau memang pantas dihina oleh Nona Alexia karena kesombonganmu. Dan sepertinya kau tidak ingin pergi dari sini hidup-hidup. Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah mengungkit statusku?" ucap Teo mengancam Ansell.
__ADS_1
Demi harga diri, ia tak memikirkan kekuatan Ansell lagi. Selama ia bisa membunuh Ansell, itu adalah hal yang paling melegakan.
"Hahaha," Ansell tertawa memandang rendah Teo.
"Kau tidak salah bicara? Atau aku yang salah dengar? Kau ingin membunuhku? Hahaha," Ansell kembali tertawa meremehkan Teo.
Padahal Teo tahu Ansell bukanlah lawannya. Ansell juga malas berurusan dengan orang lemah. Menahan emosi saja ia tidak bisa, apalagi menahan pukulan Ansell.
"Jangan terlalu sombong, anak muda. Kau belum pernah keluar dari cangkang, ya? Kau belum melihat dunia luar? Apa kau pikir kau begitu hebat karena bisa mengalahkan master tua? Kau harus ingat, di atas langit masih ada langit. Selain master tua, masih banyak yang lebih hebat daripada dia di Aliansi Axie," ucap Teo mencoba merencanakan Ansell.
"Benarkah? Lalu bawa orang itu padaku," jawab Ansell santai.
"Tadinya aku hanya akan memotong lenganmu untuk menghargai Tuan Harry. Namun, aku tak menyangka kau lebih ingin mati," ucap Teo marah. Ancamannya semakin mengerikan.
__ADS_1
"Ah, aku takut sekali, hahaha," Ansell menertawakan Teo habis-habisan. Ia berpikir Teo ini begitu percaya diri. Ia tak bisa melihat jarak yang terbentang lebar di antara mereka.