Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Mempersiapkan Segala Hal


__ADS_3

Pulau Samudera adalah tempat dimana penduduk pulau tinggal.


Itu adalah pulau di tengah lautan yang keamanannya sangat dijaga ketat, baik lewat laut, darat, maupun udara. Walau para penduduk di pulau itu berkultivasi untuk menjadi master, tapi teknologi mereka sudah sangat maju.


Ansell belum pernah ke pulau itu. Ia juga baru mengetahui tentang pulau itu sejak ia menjadi kuat saat di penjara. Setelah ia menjadi master, seluruh informasi di dunia gelap dapat ia ketahui. Ia juga tahu wilayah mana dan siapa saja yang merupakan master hebat.


Sebelum pergi ke Pulau Samudera, Ansell harus mempersiapkan segala hal dengan matang. Ia juga tidak bisa meninggalkan masalah yang terbengkalai begitu saja.


Setidaknya, Ansell bisa pergi setelah orang-orang di sekitarnya aman.


Setelah pulang dari penjara, Ansell tidak langsung kembali ke rumah. Ia pergi ke laboratorium yang pernah ia dirikan.


"Thalia, di mana kau sekarang?" tanya Ansell saat menelepon Thalia.


"Aku berada di laboratorium. Aku tidak bisa meninggalkan para ilmuwan sendiri saat sedang membuat senjata," jawab Thalia, sambil melihat beberapa desain senjata di depannya.


Thalia sudah berada di laboratorium sejak Ansell memberinya perintah untuk membuat senjata. Ia juga sesekali mampir ke Liga Bulu Hitam untuk melihat perkembangan para master.


"Aku akan ke laboratorium hari ini. Aku sedang dalam perjalanan," ucap Ansell memberitahu.


Thalia tampak gembira. Ia menjawab dengan antusias, "Baik. Berhati-hatilah."


Ansell datang ke laboratorium untuk melihat beberapa senjata yang mungkin bisa ia bawa ke Pulau Samudera, walau ia tidak yakin bisa memasukkan senjata ke pulau itu, apalagi dengan identitasnya sebagai orang asing.

__ADS_1


Bahkan, Ansell masih belum tahu apakah ia bisa masuk ke pulau dengan aman.


*


Di laboratorium.


"Dengar, semua! Tuan Ansell akan tiba sebentar lagi. Persiapkanlah diri kalian untuk menyambutnya," ucap Thalia dengan bersemangat.


Para ilmuwan dan penjaga di sana semuanya merasa senang. Sangat jarang Ansell datang berkunjung ke laboratorium. Bahkan jika Ansell berkunjung, mereka belum tentu bisa bertemu.


"Nona, bagaimana kita harus menyambut Tuan Ansell? Kita selalu sibuk beberapa hari ini. Keadaan laboratorium juga sangat kacau," ucap salah satu ilmuwan yang memakai kacamata.


"Tuan Stev jangan khawatir. Tuan Ansell bukanlah atasan yang perhitungan. Ia pasti bisa memahami keadaan kita," jawab Thalia santai, mengerti dengan sikap Ansell.


Para ilmuwan lain mengangguk setuju dan langsung bubar untuk membenahi diri. Beberapa ilmuwan lain menyiapkan alat-alat yang akan mereka pamerkan ke Ansell.


Laboratorium ini didirikan Ansell atas saran Victor. Dengan bantuan rekan Victor yang berada di luar penjara, Ansell berhasil membuat laboratorium yang perkembangannya sangat pesat.


Ia merekrut orang-orang kepercayaan Victor untuk menjadi ilmuwan, karena saat itu ia belum mengenal siapa-siapa. Jadi, bisa dibilang, 70% orang di laboratorium adalah orang Victor.


Berbeda dengan Liga Bulu Hitam yang ia dirikan sendiri.


Ansell merekrut orang-orang berbakat dari berbagai wilayah. Tidak ada yang bisa menyuap untuk masuk ke Liga Bulu Hitam. Semua dipilih dan dites sesuai prosedur.

__ADS_1


Dalam hal ini, Ansell selalu turun tangan saat perekrutan anggota.


Saat di dalam penjara, Ansell setidaknya bisa keluar seminggu sekali dengan bantuan Victor. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melatih anggota-anggota di Liga Bulu Hitam.


*


Setelah berkendara beberapa menit, Ansell akhirnya tiba di laboratorium.


Ia berdiri di depan agak lama dan menatap pintu laboratorium bawah tanah itu. Sudah cukup lama ia tidak datang karena banyak masalah yang harus dia selesaikan.


Laboratorium itu tetap sama.


Pintu masuknya merupakan toko kecil bahan herbal yang tampak lusuh. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang curiga jika sedang ada pembuatan senjata di bawah tanah.


Tidak ada yang mencolok.


Penjaga toko juga langsung mengenali Ansell saat ia datang. Tapi, responnya juga sangat bagus, tidak membuat kehebohan yang bisa menimbulkan kecurigaan.


"Tuan, Anda ingin mencari bahan herbal apa?" tanya penjaga toko itu.


"Aku ingin akar kehidupan," jawab Ansell mengucapkan kode.


"Silahkan masuk, Tuan. Aku akan mengantarmu melihat akar kehidupan," ucap penjaga toko itu tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2