Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Tatapan Berbeda


__ADS_3

Vony berpikir Ansell hanya membual. Biasanya pria memang akan menyombongkan diri di depan wanita untuk menunjukkan bahwa dia hebat.


Vony sudah terlalu sering ke sini. Ia juga sangat hapal dunia bar. Karena ia merasa Thalia adalah saingan, jadi ia tahu banyak tentang Thalia.


Banyak pria yang ingin menemui Thalia, seperti Ansell. Namun, Thalia hanya mau bertemu dengan sedikit orang, James salah satunya.


Apalagi Vony lihat Ansell ini adalah orang baru. Cukup mustahil Thalia mau bertemu dengannya.


"Kalau begitu kita tunggu dan lihat saja apakah Thalia mau menemuimu atau tidak," ucap Vony meremehkan Ansell.


Ansell hanya tersenyum tipis.


Mereka sama-sama memperhatikan pelayan yang tadi disuruh Ansell. Pelayan itu berjalan mendekati meja Thalia dan James.


"Nona, aku ingin menyampaikan pesan," ucap pelayan itu dengan hormat. Ia sedikit berjongkok mendekati Thalia. Hal ini harus dibicarakan pelan-pelan karena ada James di sana.


Pelayan itu tidak berani menyinggung James.


"Katakan," ucap Thalia mendekatkan telinganya ke pelayan itu. Ia berpikir pelayan hanya ingin menyampaikan hal biasa.

__ADS_1


James tak terlalu peduli dengan pesan itu. Thalia memang sering menerima pesan dari orang lain. James yakin Thalia sudah muak mendengar pesan yang hampir sama setiap hari.


Jadi, James hanya menunggu dengan santai.


Bagaimana pun, ia adalah pemenang karena Thalia selalu menemuinya. Thalia memperlakukannya dengan lebih istimewa.


"Nona, seseorang bernama Tuan Ansell sedang menunggumu. Ia ada di meja sebelah sana," ucap pelayan berbisik pelan, sambil menunjuk ke arah Ansell.


"Ansell?" Thalia membeku sesaat mendengar nama itu.


Nama orang yang selalu ia tunggu dan ia nantikan setiap hari. Setelah sekian lama, akhirnya orang itu datang.


Thalia tak bisa membendung rasa bahagianya.


Hal itu membuat Thalia tersipu. Baginya, senyum Ansell sangat memabukkan. Thalia tak bisa menahan pesonanya.


James bingung melihat Thalia yang tersipu. Thalia bukanlah wanita yang mudah tersipu. Walau ia dekat dengan banyak pria, tapi James yakin ekspresi Thalia kali ini lebih nyata. Bahkan Thalia tak pernah sekalipun tersipu saat sedang bersama James.


Ia melihat ke meja yang ditunjuk pelayan, penasaran dengan pria seperti apa yang bisa menaklukkan Thalia.

__ADS_1


James memandang Ansell.


Vony juga baru tahu ternyata Ansell tidak sesombong itu. Ia pikir Ansell adalah pria dingin dan angkuh. Namun, sikapnya lebih hangat ketika melihat Thalia.


Tatapan Ansell ke Thalia juga beda dibandingkan saat Ansell menatap Vony. Vony meremas gelasnya erat, merasa semakin iri dengan Thalia.


Ia merasa Thalia merebut semua pria darinya.


Wanita murahan! Semua pria kau dekati. Padahal aku sudah mengincar Ansell. Aku yakin Ansell lebih kaya dari James. Tapi kau juga merebutnya dariku, batin Vony emosi.


Sedangkan Thalia segera bangkit dan berjalan menuju meja Ansell. Raut wajah bahagianya tak dapat disembunyikan.


"Ansell!" teriak Thalia girang, seperti baru bertemu dengan kekasihnya.


Orang-orang yang berada di sana sangat terkejut melihat sikap Thalia. Sangat jarang ada orang yang bisa membuat Thalia menghampirinya.


Biasanya Thalia akan menolak orang itu dengan halus. James lah yang lebih sering ditemui Thalia.


"Thalia, kau mau ke mana?" tanya James mencoba menahan Thalia.

__ADS_1


"Aku akan menemuinya dulu," jawab Thalia melepas pegangan James.


Thalia berlari dengan bersemangat dan langsung menghamburkan diri ke pelukan Ansell.


__ADS_2