
Tak butuh waktu lama, Sam yang tadinya sudah berada di dalam perusahaan, menyadari sinyal dari Ansell.
Ansell bisa memberi sinyal dengan auranya. Asalkan orang itu mampu, artinya sinyalnya bisa dibaca.
"Ayo kita keluar," ucap Sam pada para elit lainnya yang terlihat terduduk lesu. Mereka masih saja memikirkan tentang seragam yang mereka pakai.
"Kapten, apa yang akan kita lakukan? Kami sedang tidak bersemangat sekarang," ucap pemimpin mewakili perasaan anggotanya.
"Apa kalian tidak ingin melampiaskan emosi? Aku tahu kalian menahan diri sejak tadi," jawab Sam lagi.
Namun, para elit itu tidak mengerti maksud Sam, "Tuan, katakan dengan lebih jelas. Kami tidak ingin berpikir jauh saat ini."
"Ayo kita memukul tikus yang ada di depan perusahaan," jawab Sam lagi. Tanpa memperdulikan para elit itu mengerti dengan maksudnya atau tidak, ia langsung bergegas ke luar perusahaan.
Untungnya, para elit itu sudah mengerti. Mereka pun segera menyusul Sam ke luar perusahaan.
__ADS_1
*
"Jika kalian berani bergerak satu langkah, maka kalian tidak akan lepas dari penjaga keamanan perusahaan ini," ucap Ansell terkekeh santai.
Ia ingin melihat kinerja para elit itu setelah apa yang ia katakan pada mereka. Jika mereka mendengarkan, pasti mereka akan menyelesaikan masalah ini dengan maksimal.
"Apa kau pikir kami selemah itu? Di mana penjaga keamanan perusahaan yang kau banggakan itu?" si pria botak kembali menantang Ansell.
Ia sangat percaya diri dengan ucapannya, karena kekuatan pria botak tidak lemah. Tadi ia bisa merasakan sinyal yang diberikan Ansell.
Tepat saat pria botak berkata seperti itu, Sam dan ketiga elit lainnya datang. Mereka menatap tajam ke arah pria botak dan para anggotanya.
"Kami adalah penjaga perusahaan di sini. Kenapa? Kau sudah siap mati?" tanya Sam seolah tidak takut apapun.
"Kalian penjaga keamanan perusahaan? Pfft, hahaha," pria botak tertawa terbahak-bahak diikuti anggotanya yang lain.
__ADS_1
"Ini yang kau sebut penjaga keamanan perusahaan? Hahaha satpam seperti mereka bahkan ada yang sangat tua. Kalian tidak memiliki anak muda lagi ya sehingga harus menjadikan orang tua sebagai satpam? Hahaha aku kagum dengan perusahaan ini," ucap si pria botak menghina Sam dan elit lainnya.
"Jangan hanya bisa bicara. Apa kau tidak sadar dengan penampilanmu sendiri sehingga menghina kami tua? Jika pun kami tua, setidaknya kami punya rambut," ucap Sam membalas hinaan pria botak.
Ia tak memikirkan apa yang pria botak katakan. Mental Sam cukup kuat hanya untuk ucapan rendahan seperti itu.
Namun, Sam tak akan melepaskan mereka hanya dengan kata-kata, "Maju dan serang mereka!"
Para elit segera maju dan menyerang mereka. Mereka menghajar bawahan pria botak tanpa belas kasihan. Dalam setiap pukulan mereka, ada rasa marah yang tadi mereka rasakan pada Ansell.
Karena mereka tak bisa melampiaskannya pada Ansell, mereka menghajar habis sasaran gratis yang diberikan pada mereka.
Tak butuh waktu lama, semua bawahan pria botak akhirnya tumbang. Mereka kewalahan menghadapi para elit. Padahal, jumlah mereka lebih banyak.
Tapi mereka kalah telak sekarang. Amarah dan rasa kesal para elit membuat kekuatan mereka semakin bertambah.
__ADS_1