Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Membaca Pergerakan Musuh


__ADS_3

"Jadi, apa rencanamu selanjutnya? Apa kau sudah tahu bagaimana cara untuk mengalahkan mereka?" tanya Thalia penasaran.


"Aku sudah memikirkannya. Karena aku sudah tahu siapa lawanku nanti, rencana yang akan dibuat pasti lebih mudah. Setidaknya aku sudah punya gambaran siapa saja yang memiliki kekuatan dan berapa banyak kekuatan yang mereka miliki," jawab Ansell.


Ia akan mencari tahu lebih dalam lagi tentang negara pulau. Dengan begitu, rencananya dapat dibuat dengan lebih matang. Selain itu, ia masih perlu beberapa hal untuk disiapkan agar bisa menang melawan mereka.


"Kalau begitu, aku akan mencari informasi terbaru tentang negara pulau. Aku tidak akan duduk diam membiarkan kau melawan mereka sendiri," ucap Thalia bertekad.


Kemudian, ia bertanya lagi, "Lalu, bagaimana dengan Bivv Group? Apakah kita langsung mulai ke negara pulau atau mencari masalah dengan Bivv Group lebih dulu?"


"Kita tidak perlu bergerak. Menurut perkiraanku, tidak lama lagi pasti mereka yang akan mencari masalah denganku. Baik denganku langsung atau mengganggu orangku," ucap Ansell, tanpa keraguan sedikitpun di matanya.

__ADS_1


Membaca pergerakan musuh adalah keahliannya. Itu membuatnya satu langkah di depan musuh.


"Benar. Apalagi kau melawan mereka secara terbuka. Bivv Group tidak mau rugi begitu saja. Jika kau terus menerus mengganggu kedamaian Bivv Group, lama-lama mereka akan lemah. Mereka tidak bisa lagi menghasilkan uang untuk negara pulau," Thalia menimpali ucapan Ansell.


Ansell menjawab, "Menurutku, negara pulau tidak hanya ingin mendapatkan keuntungan. Itu hanya salah satu dari rencana mereka."


"Tidak hanya ingin mendapatkan keuntungan? Lalu apa lagi yang mereka incar?" Thalia sedikit terkejut.


"Mereka juga ingin memonopoli wilayah ini. Mereka hanya ingin menjadikan tempat ini sebagai bom waktu," jawab Ansell terus terang.


Thali takut akan terjadi perang besar cepat atau lambat. Ia bertanya, "Apakah aku perlu mengumpulkan Liga Bulu Hitam? Kita harus membicarakan hal ini secepatnya. Semua anggota harus bersiap untuk antisipasi."

__ADS_1


"Untuk sekarang tidak perlu," jawab Ansell.


"Kenapa? Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Jika sekarang kita diam, mereka semakin mudah merajalela," sangkal Thalia, tidak terima dengan ucapan Ansell.


Ansell tersenyum tipis. Thalia memang lihai dalam mencari informasi. Ia bisa mendapat informasi dari yang mudah sampai yang sulit dengan cepat. Namun, ia tidak seperti Ansell yang bisa membaca pergerakan musuh.


"Negara pulau tidak akan mengeluarkan master terkuat mereka saat ini. Mereka masih akan menyimpannya sampai keadaan semakin tidak kondusif," jawab Ansell mencoba membuat Thalia mengerti.


Namun, Thalia tetap tidak bisa menerimanya, "Meski begitu, kau tidak bisa melawan mereka sendiri. Apa gunanya kami sebagai anggota Liga Bulu Hitam jika tidak bisa membantu pemimpin? Kau selalu melindungi kami. Maka kami juga akan melindungimu."


Ansell tertawa kecil, "Yakinlah padaku, Thalia. Aku tidak pernah salah dalam menebak sesuatu. Keberuntunganku selalu bagus."

__ADS_1


"Tetap saja tidak bisa. Jangan gegabah dan melawan mereka sendiri. Walau kau memang kuat, kita belum tahu berapa banyak yang akan mereka kirim," Thalia masih menolak.


"Yang muncul nanti pasti orang-orang dari Bivv Group. Tenang saja. Jika itu mereka, aku masih bisa menghadapinya sendiri," ucap Ansell percaya diri.


__ADS_2