Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Lalat Pengganggu Kencan


__ADS_3

Chiko begitu terkejut dengan pernyataan Ansell. Walau Aliansi Laut Langit terkenal, tapi sangat jarang orang tahu tentang mereka hanya dengan sekali lihat.


Biasanya, mereka harus memperkenalkan diri terlebih dahulu setiap bertemu dengan orang baru. Apalagi, mereka juga tidak mudah dikenali. Tanda yang mereka pakai tidak bisa dilihat dengan mata biasa.


Harus memiliki aura yang kuat baru bisa melihat tanda Aliansi Laut Langit.


Chiko tak ingin terpana berlarut-larut. Ia juga tak ingin membiarkan masalah ini semakin lebar. Jika tidak, Teo akan membuatnya dalam masalah.


"Benar, Tuan. Aku berasal dari Aliansi Laut Langit. Tuan memiliki penglihatan yang bagus," jawab Chiko memuji Ansell. Ia harus melakukan hal baik untuk memikat Ansell.


"Tuan Teo sangat menghargai Anda. Ia ingin berteman dengan Anda. Karena itu ia mengirimku ke sini untuk menyampaikan hal ini," jelas Chiko lagi.


"Cih," Ansell tersenyum miring.


"Ternyata seperti ini cara orang Aliansi Laut Langit berteman. Aku pikir mereka sangat terhormat. Ternyata, mereka mengirim pembuat onar agar aku mau berteman dengan mereka," cibir Ansell. Cara Aliansi Laut Langit benar-benar rendahan.


Meskipun Ansell tak ingin dihormati, tapi ia tidak bisa terima jika ada yang mencari masalah dengan orangnya. Terlebih lagi orang itu adalah Nichole.


Ansell merasa Nichole sudah terlalu banyak masuk ke dalam masalahnya. Ia tak ingin Nichole semakin menderita karenanya.


"Setelah apa yang kalian lakukan, apa kalian pikir aku masih mau melakukan apa yang kalian inginkan?" tanya Ansell ketus.


Chiko merasa panik. Memang Teo tidak pernah menyuruhnya untuk mencari masalah di sini. Namun, Teo juga selalu mengatakan jika ia tak ingin memiliki bawahan yang lemah.


Chiko selalu menuruti perintah atasan. Ia melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Kegagalannya dalam bekerja bisa dihitung jari. Karena itu Chiko bisa sampai di posisi sekarang.

__ADS_1


Jika saat ini Chiko gagal, ia akan lebih marah ke dirinya sendiri daripada orang lain.


Untuk menghindari hal itu, ia buru-buru menjelaskan pada Ansell, "Tuan, semua ini salah paham. Ini tidak seperti yang Anda bayangkan."


"Menurutmu apa yang aku bayangkan?" Ansell bertanya lagi.


"Tuan, aku mencari Nona Nichole karena sebelumnya tidak mengenali Anda. Setelah aku berbicara dengan Anda, aku akhirnya tahu jika Anda lah orang yang dicari Tuan Teo. Aku tidak pernah berpikir untuk menyakiti Nona Nichole," jelas Chiko panjang lebar.


"Kau tidak ingin menyakitinya, tapi kau ingin memaksanya?" Ansell terus bertanya.


Jika wanitanya masih bisa disakiti saat bersamanya, maka ia akan menghancurkan orang tersebut, setelah itu dirinya sendiri.


"Tuan, ini ...," belum selesai Chiko menjelaskan alasan yang telah ia pikirkan, Ansell memberi perintah pada Sam.


"Habisi dia," ucap Ansell singkat.


Namun, kekuatan Chiko juga tak mengecewakan Sam. Akhirnya Sam menemukan lawan yang hampir seimbang. Chiko dikirim ke sini bukan tanpa alasan.


Teo tak mungkin mengirim orang lemah ke hadapan Ansell.


Sayangnya, walau kekuatan fisik Chiko kuat, tapi emosionalnya benar-benar tak terkendali. Sam dengan mudah menyerang titik lemah fan celah di tubuhnya.


Chiko yang sudah biasa bertarung tak berdaya melawan Sam.


"Ampuni aku," ucap Chiko sambil terbatuk- batuk.

__ADS_1


Ansell mengangkat tangannya dan Sam langsung berhenti memukuli Chiko. Ansell berkata, "Kembali dan katakan pada Teo jika ia terlalu pemilih dalam berteman."


"Baik, Tuan. Akan aku sampaikan," ucap Chiko buru-buru. Ia memegangi dadanya yang sakit yang menarik para bawahan yang masih bisa melarikan diri.


Ansell melepaskan Chiko kali ini. Ia tak ingin terlalu kejam di depan Nichole. Ia belum ingin Nichole tahu siapa dirinya sekarang.


"Maaf, Nichole. Lalat-lalat itu benar-benar mengganggu kencan kita. Apakah kita bisa pergi sekarang?" tanya Ansell membuka pembicaraan.


Nichole yang masih terdiam segera sadar. Ia menatap Ansell dalam. Ada banyak pertanyaan dalam benaknya untuk Ansell. Namun, ia tak ingin bertanya karena menunggu Ansell yang menceritakannya sendiri.


Nichole merubah raut wajahnya dan menjawab, "Ayo kita pergi sekarang!"


*


Mereka tiba di restoran yang telah dipesan sebelumnya. Suasana romantis langsung terlihat walau hanya dari luar.


"Ayo kita masuk," ucap Ansell meletakkan tangan Nichole ke dalam gandengannya. Ia tak ingin kencan malam ini hancur karena masalah tadi.


Nichole masih diam dan tetap berjalan mengikuti Ansell.


Mereka segera duduk di depan meja bundar berhiaskan mawar dan lilin. Dengan alunan biola romantis, mereka menikmati malam bersama.


Ansell memperhatikan raut wajah Nichole. Kegelisahannya tak bisa disembunyikan. Di balik wajah berserinya itu, ada kegelisahan yang sengaja ia tutupi.


"Nichole, apa kau masih memikirkan kejadian tadi?" tanya Ansell mengelus lembut jemari Nichole.

__ADS_1


"Ansell, orang-orang dari Aliansi Laut Langit itu tidak mudah untuk diganggu," jawab Nichole langsung. Ia tak bisa lagi menahan uneg-uneg yang sejak tadi ia pendam.


__ADS_2